Potret Rumah Raden Saleh yang Kini Jadi Rumah Sakit Tertua di Indonesia

Potret Rumah Raden Saleh yang Kini Jadi Rumah Sakit Tertua di Indonesia
info gambar utama

Film ‘Mencuri Raden Saleh’ saat ini sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan penikmat film, sekaligus penggemar seniman legendaris terkait, yakni Raden Saleh itu sendiri. Film tersebut dinilai memiliki kualitas memuaskan, lantaran digarap dengan totalitas dan apik dalam hal mengulas sejarah akan karya dan sosok Raden Saleh.

Di samping itu, ada fakta sekaligus hal menarik lain dari film ‘Mencuri Raden Saleh’ yang mencuri perhatian, yakni mengenai salah satu lokasi syuting, yang ternyata dilakukan di bangunan Rumah Raden Saleh asli.

Pada salah satu adegan, terlihat jika latar tempat berlokasi di Istana atau Rumah Raden Saleh, yang berada di Jalan Raden Saleh Raya, No.42, bilangan Menteng, Jakarta Pusat.

Sontak, hal tersebut langsung memunculkan pertanyaan dan rasa penasaran, seperti apa potret Rumah Raden Saleh sebenarnya di masa kini.

Kisah Raden Saleh sebagai Muslim dan Anggota Freemason di Eropa

Rumah orang kaya pada masanya

Rumah Raden Saleh dulu | Wikiwand.com via Kompasiana.com
info gambar

Dulu, rumah Raden Saleh dibangun di atas lahan sekitar 5,6 hektare. Pembangunan rumah kabarnya dilakukan saat ia kembali setelah tinggal dari Eropa. Pada tahun 1852 pembangunan rumah tersebut dilakukan, dengan rancangan yang Raden Saleh buat sendiri.

Dalam rancangannya, disebutkan bahwa ia terinspirasi dari bangunan kastil yang ada di Jerman, yakni Kastil Calenberg. Kastil itu juga yang kabarnya menjadi tempat tinggal Raden Saleh selama menetap di Jerman.

Saat itu, Rumah yang lebih layak disebut Istana Raden Saleh menjadi bangunan termegah pada masanya. Bahkan di masa kini, jejak bangunan tersebut masih dipandang sebagai potret rumah sultan atau orang kaya pada zamannya.

Luasnya sendiri mencakup kawasan yang saat ini menjadi Taman Ismail Marzuki. Bahkan, dulu di kawasan yang sama juga ada area taman. Saking luasnya, pada tahun 1862 disebutkan jika sebagian lahan dihibahkan untuk menjadi kebun binatang dan diisi oleh berbagai jenis satwa.

Beberapa tahun berselang setelah Raden Saleh wafat, kawasan rumah tersebut dibeli untuk dijadikan rumah sakit.

Kala itu di tahun 1897, Ratu Belanda memberikan bantuan sebesar 100 gulden untuk membeli rumah Raden Saleh, dan menjadi lokasi Rumah Sakit PGI, yang masih berdiri hingga saat ini dan dikenal dengan nama RS PGI Cikini.

Rumah Raden Saleh yang kini jadi RS PGI Cikini | U.S. Embassy, Jakarta/Flickr
info gambar

Waktu itu RS PGI Cikini masih memiliki area taman umum dan kebun binatang yang luasnya saat ini bahkan sampai ke titik SMP 1 Cikini pada saat ini.

Namun pada saat peralihan abad (sekitar tahun 1900-an), berbagai jenis satwa dipindahkah ke Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan. Kemudian seiring pembangunan yang terus berlangsung, luas halaman rumah Raden Saleh dan RS PGI sendiri semakin mengecil.

Taman Ismail Marzuki yang saat ini berdiri, nyatanya dibangun di atas lahan yang dulunya adalah halaman Rumah Raden Saleh. Sementara itu bangunan intinya sendiri saat ini beroperasi sebagai kantor dan pusat RS PGI Cikini.

Tentu dalam perjalanannya, bangunan Rumah Raden Saleh telah melalui berbagai pembaruan atau pemugaran dalam beberapa kali. Salah satunya pada tahun Pada tahun 1970-an, Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin melakukan penggantian plesteran dari bahan kapur menjadi plester semen.

Kemudian di tahun 1990-an, atap rumah Raden Saleh juga diperbaiki dan diganti bagian penutup atapnya, yang semula dari genteng tanah liat menjadi genteng metal.

Kini, bangunan rumah tersebut telah masuk sebagai salah satu cagar budaya di Ibu Kota Jakarta dalam kategori bangunan.

Berusia Lebih dari 100 Tahun, Ini 3 Rumah Sakit Tertua di Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini