Kebanggaan India Setelah 75 tahun Merdeka

Ahmad Cholis Hamzah

Seorang mantan staf ahli bidang ekonomi kedutaan yang kini mengajar sebagai dosen dan aktif menjadi kolumnis di beberapa media nasional.

Kebanggaan India Setelah 75 tahun Merdeka
info gambar utama

Oleh: Ahmad Cholis Hamzah

Bangsa Indonesia dan India sama-sama memperingati hari kemerdekaanya pada bulan Agustus, hanya selisih dua hari dan dua tahun. Hari kemerdekaan India pada tanggal 15 Agustus 1947 dan kita tanggal 17 Agustus 1945. Kedua bangsa ini sama-sama merdeka dari penjajahan bangsa barat Inggris dan Belanda, sama-sama mengalami naik turunnya kondisi politik dan ekonomi. India pernah perang dengan Pakistan dan sampai saat ini masih dalam kondisi bermusuhan, India sampai sekarang juga masih memiliki konflik perbatasan dengan Cina. Tapi perkembangan India saat ini sangat menarik untuk dijadikan pelajaran.

Dengan berbagai permasalahan yang dihadapi, rakyat India merasa bangga melihat kemajuan negaranya setelah merdeka 75 tahun lalu. Bayangkan ketika negara-negara lain didunia ini mengalami krisis ekonomi global saat ini dimana pertumbuhan ekonomi masing-masing negara berkisar dibawab 5% seperti Indonesia yang mencapai 5,2% , namun menurut CNBC produk domestik bruto (PDB) India melesat 13,5% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal II-2022. Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Statistik dan Implementasi Program India (MOSPI), Rabu (31/8/2022), pertumbuhan PDB itu jauh di atas realisasi pada kuartal I-2022 sebesar 4,1%.

Data statistik yang ditampilkan stasiun TV India Wion pendapatan perkapita india pada saat merdeka dulu hanya $ 289 sekarang setelah 75 tahun merdeka mencapai $ 1.980 . India yang memiliki 22 bahasa dan 20.000 dialek pada saat kemerdekaan usia harapan hidup 32 tahun, sekarang mencapai 70, 19 tahun. India juga adalah negara pertama di luar anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang melakukan test bom nuklir; jumalh penduduk India pada saat kemerdekaan 370 juta dan sekarang mencapai 1,4 milyar – ini merupakan potensi yang sangat besar. Selaian itu pada tahun kemerdekaan itu jumlah sekolah kedokteran hanya 28 namun sekarang sudah mencapai 618. Jumlah universitas teknologi dulu hanya 33, sekarang sudah lebih 6.000

Negara india ini juga fokus pada pengembangan sektor science and technology dan menjadiakan negaranya meraih posisi tinggi dibidang penelitian ilmu pengetahuan dan teknologi. Tidak heran kalau ada sekitar 60 CEO di perusahaan Fortune 500 – atau top dunia adalah keturunan India terutama dibidang IT. Orang-orang pintar India ini juga banyak yang berkiprah di pusat IT dunia di Amerika Serikat yaitu Silicon Valley. Negara India juga memiliki diaspora yang sangat banyak dan bertebaran di berbagai negara di dunia sepeti di Inggris, Aurtralia, AS, Afrika Selatan, negara-negara kepulauan di Pasifik dsb; mereka ini menduduki jabatan – jabatan penting kenegaraan, bisnis dan ilmuwan.

Semua pencapaian yang mengagumkan itu membuat India percaya diri di belantika politik internasional dan tidak mau di dikte nagara lain. Hal ini tercermin pada sikap India dalam persoalan perang di Ukraina. Pada bulan Juni lalu Menteri Luar Negeri India Dr. S Jaishankar pada saat ditanya seorang moderator wanita di acara GLOBSEC (Global Security) 2022 Bratislava Forum di Republik Slovakia (berlangsung tanggal 2-4 Juni 2022) – dengan sebuah pertanyaan keras tentang sikap India terhadap konflik Rusia Vs Ukraina – apakah memihak kubu barat (AS dan Eropa) atau kubu Cina/Rusia, karena memang di dunia ini faktanya ada dua kubu itu. Sang menteri dengan keras dan tegas mengatakan “that the construct you are trying to impose on me” (itu konstruksi pikiran anda yang anda paksakan kepada saya”) dan mengatakan “totally disagree” ketidak setujuannya atas pertanyaan itu. Menteri Jaishankar mengatakan dengan keras “I don’t accept that India has to join either the US axis or China axis. We are one-fifth of the world’s population, fifth or sixth largest economy in the world…we are entitled to weigh our own side”; yang intinya mengatakan “jangan paksa kami mmemihak dua kubu itu, kami adalah negara yang penduduknya 1/5 penduduk dunia, kekuatan ekonomi ke lima ke enam dunia, karena itu kami punya hak untuk menentukan sikap kami sendiri.

Semoga negara Indonesia yang sama merdeka dari penjajahan seperti India memiliki rasa kepercayaan diri yang tinggi karena memiliki berbagai pencapaian yang gemilang diberbagai bidang.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Ahmad Cholis Hamzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Ahmad Cholis Hamzah.

Tertarik menjadi Kolumnis GNFI?
Gabung Sekarang

Terima kasih telah membaca sampai di sini