Ini 3 Kota di Indonesia yang Diakui ASEAN Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

Ini 3 Kota di Indonesia yang Diakui ASEAN Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan
info gambar utama

Terciptanya kota ramah lingkungan dalam arti kata bebas polusi, bebas emisi, dan punya ruang terbuka hijau yang cukup, tentu jadi impian bagi banyak orang, terutama bagi sebagian besar masyarakat yang tinggal di kota terkait.

Dalam cakupan yang lebih luas, kota yang berhasil menerapkan praktik ramah lingkungan juga pasti mampu mewujudkan tempat tinggal yang memiliki prinsip berkelanjutan untuk masa depan.

Namun harus diakui, untuk mewujudkan suatu wilayah atau kota yang dapat memenuhi standar ramah lingkungan dan berkelanjutan tentu tidak mudah. Tapi tidak mudah bukan berarti tidak bisa diupayakan sama sekali, di tengah maraknya pencemaran yang terjadi ternyata tetap ada kota-kota besar di Indonesia yang berhasil membuktikan keberhasilan dalam mewujudkan kota ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Bukan hanya klaim mandiri, pengakuan tersebut bahkan diakui secara internasional oleh organisasi ASEAN. Misalnya pada tahun 2021 kemarin, ada tiga kota di Indonesia yang mendapat penghargaan sebagai kota ramah lingkungan berkelanjutan atau Environmentally Sustainable Cities (ESC Award).

Bersanding dengan deretan kota dari negara lain di kawasan Asia Tenggara, apa saja kota yang berhasil memberikan contoh akan wujud ramah lingkungan berkelanjutan?

Orang Indonesia di Balik Rancangan Kota Berkelanjutan di Planet Mars

Balikpapan, Kalimantan Timur

Balikpapan | Wang Ding/Shutterstock
info gambar

Sebenarnya di Kalimantan ada dua kota lain yangjuga dirancang untuk mewujudkan prinsip berkelanjutan atau SDG’s yakni Samarinda dan Bontang. Namun akhirnya pengakuan tersebut dirain oleh Balikpapan.

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan keberhasilan Balikpapan, dalam memberdayakan masyarakat yang tinggal di tempat bekas area eksplorasi migas. Diketahui jika pada tahun 1950-1960-an, beberapa daerah seperti Samboja dan Sanga-Sanga sangat makmur, namun, karena tidak berkelanjutan maka sempat menjadi kota mati.

Hal tersebut terjadi karena beriringan dengan semakin menipisnya energi fosil seperti minyak, gas, dan batu bara yang tersedia di lahan tersebut. Setelahnya, pemerintah setempat mulai untuk melakukan pembangunan berkelanjutan berupa penggarapan lahan, kota, bisnis, dan masyarakat yang bersifat universal.

Salah satu bentuk lain dari program keberlanjutan yang ada di Balikpapan adalah program Better (Balikpapan Energi Terbarukan) yang mengusung konsep circular economy, yakni sebuah sistem ramah lingkungan yang mempertahankan nilai material agar dapat digunakan berulang-ulang dan berfokus pada sistem renewable energy.

Melalui program Better, masyarakat dapat mengelola sampah baik organik maupun non organik agar dapat digunakan kembali.

Dorong Pariwisata Berkelanjutan, Menparekraf Luncurkan Program Carbon Footprint di Bali

Surabaya, Jawa Timur

Surabaya | Sony Herdiana/Shutterstock
info gambar

Kota lainnya yang mendapatkan pengakuan dari ajang penghargaan yang sama yakni Surabaya, untuk kategori kota besar dengan udara bersih (clean air).

Menurut penjelasan yang dipaparkan Pemkot Surabaya, hal tersebut bisa diraih berkat upaya yang selama ini dilakukan yaitu dengan melakukan penanaman pohon secara intensif dan merata. Penanaman pepohonan di kota tersebut secara merata juga diklaim telah menyumbang kontribusi terhadap upaya penurunan suhu dan berperan dalam penyimpanan air tanah.

Bukan cuma itu, daerah pesisir di wilayah timur dan barat Kota Surabaya juga tak luput dari sentuhan pembangunan berbasis ekologi, di mana wilayah pesisirnya ditanami berbagai jenis pohon bakau dengan tetap memperhatikan keanekaragaman hayati di kawasan tersebut.

Hasilnya, Indeks Kualitas Udara (IKU) di Surabaya dilaporkan terus meningkat setiap tahun. Berdasarkan data dari tahun 2016-2020, IKU mengalami peningkatan secar beruntun mulai dari 89.57 pada tahun 2016, kemudian di tahun-tahun setelahnya menjadi 90.26, 90.27, 90.3, dan terakhir 90.31 di tahun 2020.

Hutan Mangrove Wonorejo, Oase Hijau di Tengah Kota Surabaya

Bontang, Kalimantan Timur

Bontang | Anwar Saputro/Shuttertstock
info gambar

Selain Surabaya, kota kecil seperti Bontang juga tak mau kalah mewujudkan keberhasilannya mewujudkan prinsip ramah lingkungan. Terbukti, kota yang masih berada di wilayah Provinsi Kaltim tersebut mendapat pengakuan untuk kategori kota kecil dengan lahan bersih (clean land).

Bukan yang pertama, rupanya Bontang sendiri memang dikenal sebagai salah satu kota kecil yang kerap menjaga lingkungannya dengan upaya penghijauan lahan yang bersih.

Hal tersebut terbukti dengan pencapaian pada tahun 2019 lalu, saat Bontang mendapat penghargaan Nirwasita Tantra untuk kategori kota kecil.

Mewujudkan SDGs untuk Pembangunan Berkelanjutan Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini