3 Desainer Indonesia yang Terkenal dengan Karya Sustainable Fashion

3 Desainer Indonesia yang Terkenal dengan Karya Sustainable Fashion
info gambar utama

Sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengekspresikan kepedulian terhadap lingkungan, lewat karya dan kreatifitas yang dimiliki masing-masing, termasuk dalam bidang fesyen.

Berbagai jenis pakaian yang masuk dalam kategori kebutuhan pangan mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki, rupanya dapat dibuat dengan mengedepankan kepedulian akan lingkungan. Hal tersebut bisa berjalan dengan prinsip sustainable fashion atau upcycling fashion.

Dalam praktiknya, sustainable fashion atau upcycling fashion adalah konsep memanfaatkan material di lingkungan sekitar yang sudah tidak lagi terpakai atau dipandang sampah. Kemudian material tersebut diubah untuk kembali memiliki nilai serta dapat terus digunakan.

Tidak hanya dilakukan dalam skala kecil, beruntungnya prinsip ini sudah banyak dilakukan oleh segelintir orang yang memiliki pengaruh besar di bidang fesyen. Siapa lagi kalau bukan para desainer ternama di tanah air.

Siapa saja desainer kenamaan Indonesia yang hingga saat ini dikenal telah mengedepankan prinsip berkelanjutan dan ramah lingkungan? Berikut 3 di antaranya:

Memahami Sustainable Fashion, Gerakan Menyelamatkan Bumi dari Sampah Industri Mode

Novieta Tourisia

Novieta adalah salah satu sosok perempuan yang menerapkan prinsip fesyen ramah lingkungan. Dirinya merupakan pendiri dari lini fesyen bernama Cinta Bumi Artisans.

Jika kebanyakan industri di bidang fesyen menggunakan berbagai bahan kimia berbahaya untuk berbagai aspek seperti perwarna. Yang otomatis berbahaya dan dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, Novieta hadir dengan prinsip berbeda.

Sesuai dengan prinsip ‘Cinta Bumi’ ia memanfaatkan berbagai sumber daya yang ditawarkan oleh alam. Misalnya, Novieta yang bekerja sama dengan 29 pengrajin, dan penenun di Bali menggunakan material kulit kayu yang berasal dari Lembah Bada.

Untuk pewarna, ia juga menggunakan berbagai bahan alami seperti bunga, serat kayu, dan lain sebagainya. Menariknya apa yang Novieta lakukan juga sudah menarik perhatian berbagai pihak terkait dari sejumlah negara. Beberapa di antaranya berasal dari Jepang, Jerman, Amerika, dan Singapura.

Desainer Asal Banyuwangi Rancang Kostum untuk Mesir di Miss Grand International 2021

Chitra Subyakto

Chitra dikenal lewat lini fesyennya yang bernama Sejauh Mata Memandang. Bukan sekadar desainer biasa, Chitra merupakan salah satu desainer yang vokal dalam menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan.

Perempuan kelahiran tahun 1972 ini banyak memiliki prinsip bahwa umat manusia di bumi pada dasarnya ibaratkan bertamu, sehingga harus sopan dan sadar diri. Chitra ingin membuat banyak orang sadar bahwa industri fesyen merupakan salah satu penyumbang polusi terbesar di bumi.

Sejauh menghasilkan produk fesyennya, Chitra mengutamakan berbagai hal yang bersifat ramah bagi lingkungan. Beberapa di antaranya menggunakan berbagai serat atau kain dari lembar pakaian bekas, yang akan diolah kembali untuk menjadi produk baru oleh pihaknya.

Chitra juga menggunakan material lain dalam melakukan produksi seperti serat pakaian alternatif berbasis selulosa yang mudah terurai. Pada tahun 2021 lalu, dirinya juga membuat sebuah pameran bertajuk Sayang Sandang, Sayang Pangan. Dalam pameran tersebut, ia mengajak orang-orang untuk mengumpulkan berbagai lembar pakaian bekas yang dapat didaur ulang kembali.

Desainer Anne Avantie Bawa Batik dan Kebaya jadi Haute Fashion Dunia

Diana Rikasari

Diana merupakan desainer yang lebih dikenal lewat karyanya yang selalu memiliki kesan ceria dan penuh warna. Ia membuat suatu produk fesyen yang mengutamakan penggunaan material bekas atau sampah tekstil.

Pada saat peringatan Hari Bumi tanggal 22 April 2022 lalu, yang membanggakan Diana digaet untuk bekerja sama dengan perusahaan fesyen asal AS untuk membuat sebanyak 60 baju berbahan material bekas.

Lewat lini fesyennya yang bernama IWEARUP, Diana bertujuan agar banyak orang paham bahwa baju bekas yang selama ini dianggap sebagai sampah, masih memiliki potensi yang besar dan dapat kembali bernilai.

Karena itu Diana sendiri sejak awal sudah menetapkan bahwa lini fesyennya bukan sesuatu yang diproduksi secara massal. Ia memiliki fokus untuk lebih meningkatkan kesadaran masyarakat tentang fesyen berkelanjutan.

Menilik Perkembangan dan Praktik Sustainable Fesyen di Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini