Hasil Belajarmu Jauh dari Ekspektasi? Yuk, Tata Ulang Aktivitas Belajarmu!

Hasil Belajarmu Jauh dari Ekspektasi? Yuk, Tata Ulang Aktivitas Belajarmu!
info gambar utama

Hasil belajar berupa rapor maupun kartu hasil studi berupa secarik kertas melalui website resmi kampus yang disusun rapi oleh pihak akademik dengan membawa harapan besar sebagai penentu apakah para pelajar/mahasiswa dapat meneruskan studi di tingkat atas atau melanjutkan studi di tempat terbaik. Adakalanya usaha yang dikorbankan dapat membuahkan hasil berlimpah atau tidak menghasilkan apa pun. Seperti kata pepatah, tidak ada kata ‘terlambat’ untuk memperbaiki apa yang telah terjadi dan menjadi lebih baik lagi. Lantas, bagaimana cara menata ulang aktivitas belajar? GoodSide akan membagikan tips di bawah ini.

  1. Ketahui Niat Tersendiri

Sebelum mengawali proses belajar, bertanyalah pada diri sendiri dalam mengetahui passion dan karier dari jurusan yang sedang ditempuh terlebih dahulu. Pikirkan juga alasan yang mendukung saat memutuskan menempuh jurusan tersebut. Hal ini berguna untuk merefleksikan diri dan membangun kepercayaan diri, sehingga tidak ada kata penyesalan setelah menempuh proses pembelajaran.

  1. Terorganisir atau Terstruktur

Buatlah jadwal yang jelas antara waktu kerja dan akhir pekan agar dapat melakukan beberapa aktivitas pada waktu tersebut dengan lancar. Misalnya menuliskan pada sticky notes terkait jadwal olahraga di Minggu pagi dan jadwal belajar di hari Minggu sore untuk memahami materi sebelum kelas hari Senin. Jadwal yang terencana dengan baik akan mempermudah dalam menyelesaikan tugas secara tepat waktu tanpa terganggu kegiatan lainnya.

  1. Membuat Porsi Waktu

Rinci kembali jadwal yang telah dibuat dengan membagi porsi waktu secara adil dan menetapkan batas waktu di setiap kegiatan agar dapat mempertahankan konsentrasi serta meningkatkan produktivitas. Semisal menjadwalkan porsi waktu belajar untuk 2 materi pelajaran dengan durasi 2 jam, sehingga setiap pelajaran mendapatkan porsi 1 jam dan cukup untuk meninjau ulang materi ringan dalam membekali diri. Tak lupa menjeda waktu belajar dengan kegiatan positif lainnya, sehingga dapat memanfaatkan waktu yang ada semaksimal mungkin.

  1. Banyak Bertanya dan Ikut Ruang Diskusi

Malu bertanya sesat di jalan, begitulah kata pepatah yang mempunyai makna bahwa memperbanyak bertanya dapat memberikan penjelasan lebih mendalam dan menelusuri setiap konsep materi. Temui guru dan/atau dosen untuk menanyakan beberapa materi yang kurang dipahami. Ajak teman-teman untuk bertukar argumen dan memberikan saran satu sama lain. Diskusi dapat menambah perspektif dari beberapa orang sebagai bahan referensi belajar.

  1. Buatlah Sistem Penghargaan

Mengapresiasi diri sendiri atas pencapaian melakukan rutinitas baru perlu dirayakan secara sederhana. Buatlah daftar hadiah yang didapatkan setelah mengerjakan tugas, seperti jalan-jalan, membeli produk favorit, pergi shopping dan sebagainya. Apresiasi diri akan meningkatkan semangat untuk selalu melakukan yang terbaik pada hari ini dan keesokan hari.

  1. Tetap Berpikir Positif dan Optimis

Meskipun segala upaya telah dikerahkan yang berujung pada hasil belajar kurang memuaskan, tetaplah berpikir positif dari berbagai perspektif atau sudut pandang. Anggaplah hasil belajar tersebut sebagai pemicu semangat untuk memotivasi diri dalam memperbaiki kualitas belajar. Belajarlah juga dari setiap kesalahan yang telah lalu agar tidak terulang kembali dan selalu menambah ilmu pengetahuan dengan membaca referensi sesuai topik pada materi yang dibahas. Kunci terakhir adalah awali dengan penuh percaya diri, optimis, dan lakukan sesegera mungkin.

  1. Netflix Bukanlah Teman Sejatimu

Apa film atau serial yang terfavorit dan banyak diminati penonton akhir-akhir ini? Tentu mudah menjawabnya dibanding dengan menjawab pertanyaan kritis pada selembar kertas ujian dan menyenangkan karena dapat mengistirahatkan otak sejenak. Namun, perlu diingat bahwa hanya menonton tidak memberikan manfaat lebih, apalagi membantu meningkatkan hasil belajar, sehingga perlu memberi batasan menonton agar tidak hanya fokus menonton dengan dalih mengalihkan perhatian sejenak.

  1. Jadikan Rutinitas dan Jaga Kesehatan

Aktivitas belajar yang telah dibuat mungkin terlihat membosankan pada saat mengawali. Ada baiknya menjadikan sesi belajar sebagai sebuah rutinitas di tiap hari, seperti memilah aktivitas belajar di pagi hari dan malam hari dengan durasi yang telah ditentukan atau dapat meluangkan waktu di sore hari hingga 2 jam sebelum tidur di malam hari. Setelah menetapkan waktu aktivitas belajar, tak lupa menjaga kesehatan dengan mengatur pola makan sehat, pola tidur optimal, dan jadwal olahraga. Dengan begitu, aktivitas belajar tidak terlalu monoton dan tetap sehat bugar.

Walaupun aktivitas belajar hanya membaca beberapa buku, menjadwalkan waktu belajar, dan mengikuti ruang diskusi, tetapi demi meningkatkan hasil belajar dari tingkat sebelumnya membutuhkan upaya yang lebih besar lagi. Aktivitas belajar dapat diselingi kegiatan lain dengan tujuan untuk menyegarkan diri dan menghilangkan rasa suntuk atau bosan, seperti membuat camilan, mencari angin di luar kamar, membereskan meja belajar, dan sebagainya. Sudah siap mengawali aktivitas belajar yang positif dan membangun? Tetap semangat ya!

 

Referensi: @the_diary_of_a_scholar | @studywithatab

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini