Berhasil Bongkar Kasus Pemalsuan Website, Dua Mahasiswa UNAIR Jadi Pembicara di FBI

Berhasil Bongkar Kasus Pemalsuan Website, Dua Mahasiswa UNAIR Jadi Pembicara di FBI
info gambar utama

Indonesia sejatinya memiliki deretan anak bangsa dengan keahlian cukup tinggi di berbagai bidang, mulai dari bidang otomotif, seni, musik, hingga teknologi. Terbukti baru-baru ini, dua orang mahasiswa Indonesia asal Universitas Airlangga (UNAIR), berhasil mendapat penghormatan dari FBI (Federal Bureau of Investigation) atau Biro Investigasi Federal di Amerika Serikat.

Dua orang mahasiswa tersebut mendapat kehormatan diundang oleh Pemerintah AS, untuk menjadi pembicara di markas FBI yang berlokasi di Cleveland, Ohio.

Bukan tanpa alasan, keduanya ternyata memiliki peran besar dalam memecahkan aksi kejahatan siber berupa pemalsuan situs (website), yang merugikan pemerintah AS hingga 60 juta dolar AS, atau setara lebih dari Rp922 miliar.

Bagaimana hal tersebut bisa terjadi?

Mengenal Sosok ‘Bill Gates’ Lokal yang Dirikan Data Center Terbesar di Indonesia

Pemecahan kasus situs palsu di tahun 2021

Ilustrasi penjahat siber
info gambar

Untuk diketahui, pada tahun 2021 lalu sempat ramai pemberitaan mengenai dua peretas lain asal Indonesia (WNI), yang membuat situs palsu untuk meraup dana bantuan Covid-19 di AS. Kedua peretas tersebut berinisal SFR dan MCL, yang kemudian berhasil ditangkap di Surabaya oleh Polda Jatim yang berkoordinasi dengan FBI.

SFR dan MCL, membuat situs palsu yang mirip dengan laman resmi pemerintah AS. Kemudian, alamat situs tersebut disebarkan secara acak dengan menggunakan layananSMS blast yang menyasar sebanyak 20 juta warga negara Amerika Serikat.

Saat itu, masyarakat AS yang tertipu mengirimkan data pribadi yang selanjutnya digunakan oleh dua pelaku untuk mencairkan dana bantuan Covid-19 bagi warga negara Amerika. Untuk satu warga, pemerintah AS diketahui menggelontorkan dana senilai 2.000 dolar AS atau setara Rp29,2 juta.

Dari aksi tersebut, kedua penjahat siber yang dimaksud berhasil meraup dana mencapai lebih dari Rp922 miliar.

Di balik itu, keberhasilan Polda Jatim dalam melacak dua penjahat siber tersebut rupanya tak lepas dari peran dua mahasiswa UNAIR, yakni Eko Mangku Cipto dan Harianto Rantesalu.

Kedua orang tersebut merupakan mahasiswa Magister Kajian Ilmu Kepolisian Sekolah Pascasarjana di UNAIR. Dalam memecahkan dan melacak kasus ini, mereka berhasil memperoleh informasi terkait data yang berhasil pelaku dapatkan, melalui percakapan Whatsapp dan Telegram berjumlah sekitar 30.000 data.

Diundang ke markas FBI di Ohio, Eko dan Harianto diminta untuk menjelaskan tentang bagaimana teknik penyelidikan dan penyidikan, terhadap dua tersangka kasus pemalsuan situs yang kini telah resmi ditahan oleh pihak kepolisian.

Jajaran Ahli Teknologi Indonesia dengan Kemampuan yang Diakui Dunia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini