Namdur, Burung dengan Kemampuan ‘Arsitek’ Endemik Papua

Namdur, Burung dengan Kemampuan ‘Arsitek’ Endemik Papua
info gambar utama

Membahas mengenai ragam spesies burung asli atau yang bersifat endemik tidak aka nada habisnya. Apalagi jenis burung yang berasal dari Papua, sebagai rumah bagi hampir separuh spesies burung yang ada di tanah air. Salah satu jenis burung yang kali ini menarik untuk dibahas adalah burung namdur.

Setiap spesies burung tertentu biasanya memiliki keunikan tersendiri, entah dari bentuk, bulu, hingga bagian istimewa yang tak dimiliki burung lain. Sedangkan bagi namdur, jika dilihat dari bentuk fisik sebenarnya mereka tampak biasa dan tak memiliki ciri khas istimewa.

Namun, keunikan dimiliki burung satu ini dari perilaku dan kemampuannya yang tak biasa, yakni mendekor sarang bak arsitek.

Riwayat Burung Puyuh, Si Kecil yang Tangguh Melintasi Samudra

Tentang burung namdur

Burung namdur | Arie de Gier/Shutterstock
info gambar

Punya beberapa nama julukan, di Indonesia burung satu ini kerap dikenal dengan sebutan burung pintar atau burung kucing. Penamaan burung kucing dan pintar sendiri diberikan karena mereka mampu menirukan suara kucing, dan suara burung lain.

Mengutip penjelasan di laman Indonesia.go.id, diketahui jika setidaknya ada sebanyak 20 spesies burung namdur di dunia. Namun, penyebarannya disebut hanya terdapat di Australia dan Indonesia, lebih tepatnya pulau Papua mencakup Papua Nugini.

Di Indonesia, terdapat sekitar 9 spesies burung namdur yang dapat ditemui, dan dua di antaranya bersifat endemik Papua. Burung namdur endemik yang dimaksud yakni namdur dahi emas (Amblyornis flavifrons) atau dikenal dengan nama global golden-fronted bowerbird.

Sementara satunya lagi adalah namdur polos (Amblyornis inornata) yang dikenal dengan nama vogelkop bowerbird. Lebih detail, jenis yang ingin disorot kali ini adalah namdur polos. Burung satu ini memiliki ukuran tubuh sedang yakni di kisaran 22-40 sentimeter, dengan bulu berwarna coklat.

Biasanya namdur polos hidup di hutan hujan tepatnya pada wilayah kaki gunung dengan ketinggian di kisaran 300-1.000 mdpl. Lebih detail, mereka biasa ditemui di kawasan cagar alam Pegunungan Arfak, Manokwari, Papua Barat.

Mengenal Satu-Satunya Burung Endemik di Pulau Lombok dengan Mitos Petaka

Kemampuan arsitek namdur jantan

Burung namdur dengan sarang yang mereka hias | Ken Behrens/Flickr
info gambar

Ke bagian paling menarik, burung namdur memiliki kemampuan untuk merancang sarangnya menjadi indah bak arsitek. Normalnya, setiap burung lain biasa membangun sarang di atas pohon, dengan menggunakan ranting yang dibuat secara sederhana.

Tapi, lain halnya dengan burung namdur. Alih-alih di atas pohon, namdur justru membuat dan menghias sarang mereka di dasar tanah. Sarang yang dibuat oleh burung namdur memiliki bentuk kubah dengan ruang yang luas dan nyaman untuk mereka berteduh.

Bak arsitek, di sekitar wilayah sarang mereka juga akan membangun hiasan yang didesain semenarik mungkin. Biasanya hiasan-hiasan itu dibuat dari berbagai objek yang ada di lingkungan sekitar. Mulai dari tutup botol bekas minuman, biji-bijian, bekas pecahan kulit buah yang mengering, kulit-kulit kayu, hingga dedaunan bermacam warna.

Semua itu mereka kumpulkan, dan akan ‘dirancang’ sedemikian rupa hingga membuat sarang yang menarik perhatian. Satu hal yang perlu digarisbawahi, jenis namdur yang memiliki kemampuan merancang sarang adalah namdur jantan, bukan betina.

Mengapa demikian?

Jawabannya adalah untuk merayu namdur betina. Bukan hanya manusia yang melakukan pendekatan merayu dan menyiapkan modal rumah tinggal nyaman untuk melamar pasangan. Rupanya hal tersebut juga dimiliki oleh burung namdur polos.

Kebiasaan mereka dalam membangun sarang yang dibuat indah sedemikian rupa ternyata dilakukan untuk menarik ketertarikan namdur betina. Masing-masing individu namdur jantan memiliki selera masing-masing dalam merancang sarang.

Biasanya benda-benda dengan warna cerah terutama biru kerap jadi favorit sebagai penghias, dan butuh waktu berhari-hari bagi namdur untuk menyelesaikan rancangan sarang mereka. Kemudian, namdur betina akan memilih pejantan atau sarang mana yang menurutnya paling menarik perhatian, dan akhirnya tinggal bersama di sarang tersebut.

Beruntung, saat ini burung namdur polos masih berada di status least concern menurut IUCN, atau memiliki status risiko rendah terhadap kepunahan.

Ada Berapa Banyak Spesies Burung di Indonesia Tahun 2022? Ini Statusnya

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini