Berkat Air Liur Cacing, Benarkah Masalah Sampah Plastik di Bumi Bisa Teratasi?

Berkat Air Liur Cacing, Benarkah Masalah Sampah Plastik di Bumi Bisa Teratasi?
info gambar utama

Sampai detik ini, sampah plastik masih menjadi salah satu penyebab terbesar dari kerusakan dan pencemaran lingkungan. Memiliki waktu urai hingga ratusan tahun, berbagai cara telah dilakukan untuk mengatasi masalah ini.

Belakangan solusi tak terduga muncul dari hewan cacing, yang disinyalir bisa mengatasi sampah plastik dengan air liurnya. Temuan tersebut diperoleh dari sekelompok peneliti di Spanyol, yang berhasil membuktikan adanya senyawa kimia tertentu yang dapat memecah kandungan plastik.

Sementara sebelumnya, ada juga temuan mengenai spesies cacing yang dapat menjadi solusi serupa karena mampu memakan sampah plastik jenis tertentu.

Apakah kedua spesies cacing yang dimaksud sama? Dan bagaimana cara kerja solusi yang dimaksud?

Deforestasi dan Sampah Plastik yang Dapat Mengganggu Ekosistem Kehidupan Hewan

Enzim dari air liur cacing lilin

Cacing lilin | USGS Bee Inventory and Monitoring Lab/flickr
info gambar

Spesies cacing dengan air liur yang dimaksud bisa memecah partikel penyusun plastik adalah cacing lilin, yang memiliki nama latin Galleria mellonella. Cacing tersebut pada dasarnya juga merupakan larva dari ngengat lilin.

Paparan air liur mereka yang diyakini mengandung bahan kimia tertentu dan mampu memecah polietilen. Sekadar informasi, polietilen sendiri merupakan salah satu bahan pembentuk plastik yang kuat dan tahan lama.

Mengutip publikasi Nature Communications yang dimuat BBC, para peneliti di Spanyol menyampaikan jika paparan satu jam air liur cacing lilin terhadap partikel plastik, dapat menyebabkan penurunan partikel yang setara dengan pelapukan/degradasi plastik selama bertahun-tahun.

Setelah penemuan ini, peneliti yang dimaksud sedang meneliti lebih jauh seperti apa potensi yang sebenarnya bisa dikembangkan.

Sementara itu bukan kali pertama, sebenarnya temuan mengenai potensi air liur dari cacing lilin yang bisa memusnahkan plastik sudah ada sejak tahun 2017. Tapi, untuk studi kali ini baru terungkap jika faktor utamanya adalah kandungan enzim dalam air liur cacing lilin.

Ungkapan tersebut dijelaskan oleh Dr. Clemente Arias, penulis dari Dewan Riset Nasional Spanyol.

"Apa yang kami pikirkan adalah bahwa enzim mampu mempercepat pelapukan polietilen," imbuhnya

"Apa yang kami temukan adalah bahwa enzim saja dapat mengoksidasi plastik, yang membutuhkan proses dan waktu lama di lingkungan," tambah Dr. Arias lagi.

Sementara itu, sebenarnya ngengat atau cacing lilin selama ini dikenal sebagai hama bagi para petani madu. Hal tersebut lantaran mereka kerap ditemui hidup di sarang lebah madu.

Cacing lilin biasa mengambil makanan dari sana, dan mampu menghancurkan sarang lebah dengan air liur sama yang sedang diteliti.

Penemuan ini memang memiliki potensi besar, pihak peneliti mengaku masih perlu melakukan penelitian lebih dalam. Termasuk bukti apakah air liut cacing lilin juga bisa menimbulkan dampak yang sama terhadap materi pembentuk plastik lainnya.

"Kami juga ingin tahu mengapa cacing sederhana memiliki enzim yang luar biasa ini, apa gunanya mereka dalam kehidupan sehari-hari," jelas Dr. Arias lebih lanjut.

Perubahan Gaya Hidup Praktis yang Munculkan Persoalan Sampah Plastik Kemasan

Cacing pemakan sampah plastik

Cacing super pemakan styrofoam | Universitas Queensland via Mongabay Indonesia
info gambar

Berpaling dari cacing lilin, sebenarnya beberapa waktu lalu juga sempat muncul pemberitaan mengenai adanya spesies cacing yang dapat memakan sampah plastik. Cacing yang memiliki nama Zophobas morio tersebut dijuluki dengan sebutan cacing super.

Cacing super yang dimaksud diyakini dapat bertahan hidup dengan memakan plastik jenis polystyrene atau yang lebih dikenal secara umum sebagai styrofoam. Adapun pihak yang mengungkap fakta ini adalah para peneliti sekaligus ilmuwan dari Universitas Queensland, Australia.

Menurut penjelasan Chris Rinke yang dikutip dari Science Alert, sosok yang memimpin penelitian tersebut mennyebut jika selain styrofoam cacing super yang sama juga bisa bisa memakan sampah sejenis lain seperti cangkir plastik.

“Kemampuan cacing memproses plastik menunjukkan bahwa plastik sangat efisien dipecah di saluran pencernaan makhluk tersebut. Mereka pada dasarnya seperti mesin pemakan,” ujar Chris.

Upaya Mengurangi Sampah Plastik, KLHK Kenalkan Gagasan Plastic Credit

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini