Selain Sabun, Bahan Alami Berikut Bisa Bersihkan Piring

Selain Sabun, Bahan Alami Berikut Bisa Bersihkan Piring
info gambar utama

Selama bertahun-tahun, sabun cuci piring sudah menjadi andalan untuk membersihkan piring. Namun, tahukah GoodMates bahwa ada alternatif lain membuat piring kotor menjadi kinclong dengan bahan alami. Tidak perlu risau, bahan alami tersebut mudah ditemukan di sekitar rumah dan tersedia di pasar tradisional.

Sabun cuci piring yang selama ini digunakan mengandung deterjen yang terbuat dari bahan kimia. Umumnya, sabun cuci piring dicampur dengan Sodium Lauryl Sulphate (SLS). Selain berdampak buruk terhadap lingkungan, SLS juga menimbulkan efek samping untuk tubuh, yakni membuat kulit kering.

Melihat hal tersebut, ada baiknya GoodMates mencoba alternatif lain. Berikut beberapa bahan alami pengganti sabun cuci piring yang bisa kamu coba di rumah.

Baca Juga: Terapkan 5 Cara Ini untuk Selamatkan Iklim Bumi

Belimbing Wulu

Belimbing wuluh | Foto: ignartonosbg/Pixabay
info gambar

Buah yang bernama ilmiah Averrhoa bilimbi ini cukup banyak ditemukan di Indonesia. Belimbing Wuluh diketahui mengandung saponin,  flavonoid,  asam  asetat,  dan  vitamin  C. Kandungan tersebut memiliki beberapa manfaat, seperti membunuh bakteri dan menghancurkan protein bakteri agar tidak berkembang biak.

Untuk menjadikan belimbing wuluh sebagai pengganti sabun cuci piring, GoodMates perlu memerhatikan kondisi buahnya. Pastikan, belimbing wuluh yang dipilih sudah matang, jangan terlalu muda atau terlalu tua. Hal itu karena belimbing wuluh matang memiliki kadar asam yang baik.

Cara pengaplikasiannya pun terbilang mudah. Kupas belimbing wuluh, lalu gosokkan ke piring yang kotor. Kemudian, diamkan selama beberapa saat dan bilas piring dengan air bersih. Bila perlu, lap kembali piring setelah dicuci menggunakan kain. 

Air Cuka

Ilustrasi cuka | Foto: Freepik
info gambar

Selain digunakan untuk penambah rasa pada makanan, cuka ternyata bisa digunakan sebagai bahan pengganti sabun cuci piring. Cuka diyakini efektif untuk membersihkan peralatan rumah tangga, khususnya yang terbuat dari kayu, termasuk piring aesthetic yang banyak ditemukan saat ini. 

Cuka tidak hanya membersihkan noda, lebih dari itu bahan ini juga bisa mencegah hinggapnya kuman atau bakteri. Cuka cukup mudah ditemui di pasaran, terlebih harganya pun ramah di kantong. Sebabnya, cuka bisa dijadikan alternatif yang tepat untuk menggantikan sabun cuci piring. 

Untuk menggunakannya, rendam seluruh alat yang akan dicuci selama beberapa menit dalam air panas yang sudah ditambahkan sedikit cuka. Kemudian, sikat secara perlahan dan bilas dengan air bersih.

Baca Juga: Mengenal Manfaat Sirih Cina, Tanaman yang Sering Dikira Rumput

Garam Kasar

Ilustrasi garam | Foto: mkupiec/Pixabay
info gambar

Bahan dapur yang satu ini ternyata juga memiliki khasiat untuk membersihkan piring. Pasalnya, garam kasar memiliki zat mineral yang bisa menghapus noda dan minyak yang lengket di piring. 

Pengaplikasiannya tidak terlalu sulit. Langkah pertama, taburkan garam pada piring yang kotor, lalu gosok perlahan menggunakan tangan atau spons. Setelah itu, bilas sampai bersih. Untuk menambah keampuhan dan aromanya, campurkan garam dengan sedikit air perasan lemon.

Jeruk Nipis

Jeruk nipis | Foto: congerdesign/Pixabay
info gambar

Di balik aromanya yang segar, jeruk nipis juga mampu membasmi minyak maupun lemak pada alat makan dan alat masak. Oleh karena itu, jeruk nipis bisa dijadikan sebagai pengganti sabun cuci piring. 

Sama dengan bahan-bahan alami sebelumnya, penggunaan jeruk nipis sebagai cuci piring tidaklah sulit. Campurkan perasan jeruk nipis dengan air hangat. Gunakan campuran itu untuk mencuci piring sembari menggosoknya secara perlahan, lalu bilas.

Baca Juga: Kantong Semar, Flora Endemik Kalimantan yang Terancam Punah

Dengan mengganti sabun cuci piring dengan bahan alami di atas, GoodMates sudah terlibat dalam aksi menjaga lingkungan dari pengaruh bahan kimia. Lantas, bahan alami apa yang akan kamu gunakan?

Referensi: Basri, Muhammad, dkk. (2021) | liputan6.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini