Mengenal Kucing Emas, Kucing Predator Asal Indonesia

Mengenal Kucing Emas, Kucing Predator Asal Indonesia
info gambar utama

Kucing merupakan hewan yang menggemaskan bagi sebagian orang dan sudah tidak asing lagi jika diluar sana orang-orang berlomba-lomba untuk memelihara kucing. Selain untuk dipelihara kucing juga dapat dijadikan sebagai teman untuk sang majikan yang merawatnya. Ras kucing yang biasanya dipelihara yaitu Persia, Siam, Ragdoll, Sphynxes dan masih banyak lagi.

Negara Indonesia dengan beragam keindahan alamnya ternyata menyimpan ketakjuban bermacam-macam flora dan faunanya. Salah satunya yaitu Kucing Emas yang berasal dari Indonesia. Kucing ini merupakan spesies kucing liar sama halnya dengan Kucing Bakau, Kucing Hutan Jawa, dan Harimau Sumatera. Walaupun kucing ini berasal dari Indonesia namun, tahukah kamu Kucing Emas ini sudah sangat langka dan dalam status dilindungi oleh pemerintah Indonesia dan dunia?

Yuk kita kenalan sama Kucing Emas, kucing predator asal Indonesia!

Karakteristik dan Kenampakan Kucing Emas

Kucing Emas, Kucing hutan predator asal Indonesia yang dilindungi dan statusnya telah langka

Kucing yang memiliki nama latin Catopuma temminckii termasuk spesies kucing liar seperti Harimau Sumatera. Kucing Emas terbagi menjadi dua subspesies yaitu Catopuma temminckii temminckii dan Catopuma temminckii moormensis.

Berbeda dengan kucing peliharaan pada umumnya, Kucing Emas ini biasanya lebih berat tiga kali lipat dibanding jenis kucing rumahan. Beratnya bisa mencapai 9-16 kg dengan panjang sekitar 66-105 cm dengan ekor berukuran 40-57 cm serta tinggi bahu 56 cm.

Kucing liar ini termasuk predator soliter teritorial dengan garis wajah yang sangar yang dilengkapi garis tebal berwarna putih di masing-masing pipinya. Kucing Emas memiliki hidung berwarna cokelat dan dua garis cokelat yang membujur ke belakang pada bagian dahinya. Tepi mata dan hidung kucing ini berwwarna putih kekuningan yang membuat sorot matanya semakin kuat. Kucing Emas memiliki bulu yang variatif, mulai dari merah hingga cokelat keemasan, cokelat tua hingga abu-abu sampai berwarna hitam.

Habitat dan Persebaran Kucing Emas

Kucing Emas, Kucing hutan predator asal Indonesia yang dilindungi dan statusnya telah langka terlihat di Gunung Kerinci

Kucing Emas menempati daerah hutan beriklim tropis dan subtropis, kucing ini banyak ditemukan di semak belukar sampai padang rumput ataupun daerah bebatuan. Tanda-tanda kehidupan Kucing Emas pun dapat dilihat pada bekas cakaran yang terdapat pada batang pohon di sekitar hutan. Selain tanda cakaran, mereka juga kadang meninggalkan bekas semprotan urine dan feses. Bau tubuh dan bulu kucing ini juga menjadi pertanda yang ditinggalkan saat mereka menggesekkan badan pada batang kayu maupun batu besar.

Persebaran Kucing Emas di Indonesia hanya ditemukan di Sumatera yaitu di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Gunung Leuser, dan Taman Nasional Way Kambas. Selain Indonesia, lebih luas lagi kucing ini juga menyebar dari Tebet, Nepal, China, Myanmar, Laos, Vietnam, Thailand dan Malaysia.

Pada tanggal 17 Mei 2020, pernah dilaporkan bahwa terdapat Kucing Emas yang terjerat perangkap babi milik warga. Laporan ini merupakan laporan kedua setelah pada bulan Maret 2018, Kucing Emas juga sempat memasuki rumah warga di daerah Aceh Barat.

Tingkah Laku Hidup Kucing Emas

Kucing Emas, Kucing hutan predator asal Indonesia yang dilindungi dan statusnya telah langka biasa beraktivitas di hutan dan sabana

Kucing predator teritorial ini cenderung lebih aktif beraktivitas di siang hari hingga sore hari, tetapi diketahui kucing ini juga terkadang bergerak mencari mangsa pada malam hari. Kucing emas memiliki kemampuan untuk mengejutkan mangsanya yaitu menyergapnya dari belakang atau samping.

Kucing Emas biasa memburu hewan yang ukurannya lebih kecil dari tubuhnya seperti ular kecil, tupai, burung, dan kelinci. Namun, walaupun mereka memangsa hewan yang lebih kecil ternyata mereka juga tidak takut memangsa hewan yang lebih besar. Dilaporkan oleh Taman Nasional Semenanjung Malaysia, Kucing Emas juga memangsa monyet dan kancil.

Status Konservasi Kucing Emas

Kucing Emas, Kucing hutan predator asal Indonesia yang dilindungi dan statusnya telah langka terjerat oleh jebakan warga

Berdasarkan pernyataan Badan Konservasi Dunia, IUCN (International Union for Conservation of Nature) pada tahun 2014, Kucing Emas dikategorikan Near Threatened atau hampir terancam punah. Kucing Emas termasuk daftar jenis satwa yang dilindungi sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 tahun 2018.

Selain menipisnya habitat kucing ini akibat pembukaan lahan dan kebakaran huta, perburuan liar Kucing Emas yang marak juga membuat populasi kucing ini semakin menurun. Pemburu liar biasa mengincar kulit dan tulang Kucing Emas untuk dijadikan obat tradisional dan diburu untuk dipelihara sebagai hewan peliharaan.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Phyar Saiputra lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Phyar Saiputra.

Terima kasih telah membaca sampai di sini