Solusi untuk Banjir Rob, Tol Tanggul Laut Semarang-Demak Beroperasi Akhir 2022

Solusi untuk Banjir Rob, Tol Tanggul Laut Semarang-Demak Beroperasi Akhir 2022
info gambar utama

Tol memiliki fungsi sebagai jalan berbayar alternatif yang bebas hambatan. Namun, tol yang satu ini punya fungsi lain sebagai tanggul laut.

Inilah tol Semarang-Demak yang segera beroperasi pada akhir Desember 2022. Bisa dibilang, ini adalah satu-satunya tol multifungsi yang ada di Indonesia.

Jalan bebas hambatan ini mulai dibangun pada awal 2020. Pembangunannya sendiri terdiri atas dua tahap. Yaitu seksi 2 (Sayung-Demak Kota) yang pembangunannya sudah mencapai 97,82% dan seksi 1 (Kaligawe-Sayung) yang saat ini masih proses pembebasan lahan.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Danang Parikesit, menyebutkan kalau tol yang terintegrasi dengan tanggul laut ini bisa beroperasi pada akhir 2022.

“Seksi 2 bisa dioperasikan demi menunjang pelaksanaan libur Natal dan tahun baru pada 2022, ataupun dapat difungsionalkan jika belum keluar SK pengoperasiannya.” ujar Danang sebagaimana tertulis dalam akun Instagram @pupr_bpjt.

Dengan adanya tol ini, jarak tempuh Semarang-Demak yang tadinya bisa memakan waktu sampai 2 jam bila terjadi kemacetan, kini bisa dipangkas menjadi 45 menit saja.

Dipakai untuk Tol Semarang-Demak, ini Penjelasan Fungsi Bambu Sebagai Bahan Konstruksi

Solusi untuk Banjir Rob Pesisir Semarang-Demak

Tol Semarang-Demak | Aji Styawan/ANTARA Foto
info gambar

Selain untuk mengurai kemacetan di wilayah pantura Semarang-Demak, Fungsi utama lain dari dibangunnya jalan tol ini adalah untuk menghilangkan masalah banjir rob.

Wilayah pantai utara ini memang kerap jadi langganan banjir saat air pasang atau curah hujan tinggi. Bahkan bagi warga yang tinggal di pesisir seperti di Kec. Genuk. Semarang maupun Kec. Sayung, Demak, banjir ini sudah dianggap sebagai hal ‘biasa’.

Mengacu dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, sampai dengan Oktober 2022 ini setidaknya ada 13 kali bencana banjir rob yang sudah terjadi. Sementara sebagaimana dilansir dari jatengdaily.com, di wilayah Demak, banjir rob ini membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Adanya banjir rob juga menyulitkan akses di jalan pantura. Apalagi jalan ini adalah jalan utama yang kerap jadi pilihan untuk akses antar kota.

Dikutip dari situs Kanal Kebencanaan Geografi UGM (Disaster), banjir rob yang terjadi ini tak cuma mengganggu aktivitas fisik saja, tetapi hal-hal yang berkaitan dengan dampak ekonomi dan sosial juga turut terdampak. Seperti mata pencaharian yang terganggu serta merusak tempat tinggal.

Pada akhirnya, hal ini bisa berbuntut pada penurunan kesejahteraan penduduk.

Dengan hadirnya tol Semarang-Demak ini, baik pemerintah maupun masyarakat punya harapan agar bencana rob yang menjadi langganan ini bisa segera berakhir. Sehingga akses jalan maupun kehidupan sosial ekonomi warga bisa semakin membaik.

Menilik Progres Pembanguan 3 Ruas Tol dalam PSN 2022 di Pulau Jawa

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MM
SA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini