Museum Gatot Subroto Ungaran, Mengenang Perjuangan Sang Jenderal

Museum Gatot Subroto Ungaran, Mengenang Perjuangan Sang Jenderal
info gambar utama

Nama Jenderal Gatot Subroto tentu sudah tidak asing bagi sebagian besar orang. Bila memang ada yang tidak mengenal siapa dia dan latarbelakangnya, paling tidak mereka sudah pernah mendengar nama pahlawan nasional yang kerap jadi nama jalan besar di berbagai kota di Indonesia ini.

Jenderal Gatot Subroto lahir pada 10 Oktober 1907, tepatnya di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Karir militernya dimulai saat ia memutuskan untuk melanjutkan ke Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger (KNIL) pasca lulus dari Hollandsch-Inlandsche School (HIS).

Setelah Jepang mulai menduduki Indonesia, ia pun bergabung dengan Pembela Tanah Air (PETA). Meskipun, tergabung sebagai anggota dari tentara bentukan Jepang ini, ia juga berani untuk menentang tentara Jepang yang bertindak semaunya pada rakyat.

Pasca kemerdekaan, karir militernya semakin cemerlang seiring dengan bergabungnya sang jenderal dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan mulai menjadi panglima divisi.

Prestasi yang gemilang pun beliau miliki dalam dunia militer. Mulai dari perancang taktik pada peristiwa Palagan Ambarawa bersama Jenderal Soedirman, penumpasan peristiwa Madiun Affair (PKI Madiun) 1948, hingga PRRI Permesta, semua operasi militer tersebut sukses berkat perannya.

Dengan sifat yang tegas, mengayomi, dan berpihak pada orang-orang tertindas membuatnya punya reputasi yang sangat diperhitungkan. Baik rakyat maupun pasukannya sangat menghormarti dirinya.

Satu warisan yang tak kalah penting dari Wakil Staf Angkatan Darat (Wakasad) pada 1956-1962 ini adalah gagasan konsep akademi militer yang diterapkan hingga sekarang.

Tjilik Riwut, Putra Dayak Pemimpin Pasukan Terjun Payung Pertama TNI AU

Koleksi barang pribadi Sang Jenderal

Museum Jenderal Gatot Subroto | semarangkab.go.id
info gambar

Di akhir hayatnya, Jenderal Gatot Subroto dimakamkan di Ungaran, Kabupaten Semarang. Kurang lebih sekitar 1 kilometer ke arah barat, di situlah terdapat museum Jenderal Gatot Subroto, sebuah bangunan rumah tua dengan gaya tempo dulu yang masih kokoh berdiri.

Lokasinya termasuk ke dalam Kecamatan Ungaran Barat. Sebagai patokan, Anda bisa masuk melalui jalan yang berada di samping Benteng Willem II.

Sebenarnya museum ini adalah tempat yang menjadi kediamannya. Namun atas keputusan keluarga besar, rumah ini turut difungsikan menjadi museum. Sebagai tujuan wisata edukasi sejarah, museum ini pun tergolong masih baru. Peresmiannya dilakukan setahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 10 Oktober 2022.

Di sini, ada berbagai koleksi barang-barang dari Jenderal Gatot Subroto yang masih terjaga hingga sekarang. Misalnya barang-barang yang berkaitan dengan karir militernya seperti seragam dinas maupun tongkat militer.

Ada pula barang-barang yang tak lepas dari kehidupan pribadinya. Sebagai seorang jenderal yang hobi berburu, Gatot Subroto memiliki pisau yang jadi andalan untuk kegiatan berburunya. Lalu, terdapat pula koleksi pipa cangklong dan kacamata sang jenderal.

Selain itu, pengunjung juga bisa melihat galeri foto-foto kuno yang lengkap dengan deskripsi sejarahnya.

Mengenal 4 Jenderal TNI Wanita di Indonesia

Masih bersifat privat

Museum Jenderal Gatot Subroto | kodam4.mil.id
info gambar

Museum ini memang boleh dikunjungi oleh siapa saja. Hanya saja, Anda harus menghubungi sang cucu terlebih dahulu bila hendak berkunjung.

Sebagaimana tertulis dalam situs portal resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, cucu lain bernama, Indriani Sunarjo, punya harapan agar museum ini bisa menjadi tempat untuk mengenal sekaligus mengingat perjuangan sang pahlawan nasional ini.

“Nilai-nilai perjuangan yang dilakukan kakek kami semoga dapat memberi manfaat bagi generasi muda,” tutur Indriani sebagaimana tertulis dalam situsjatengprov.go.id.

Museum ini memang belum menjadi cagar budaya. Namun, karena nilai sejarahnya yang kental akan unsur perjuangan, setidaknya objek sejarah ini punya potensi untuk hal tersebut, bahkan menjadi museum umum.

Museum Tosan Aji dan Upaya Merawat Keris Berusia Ratusan Tahun

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MM
SA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini