Peduli Lingkungan, 3 Komunitas Ini Gencarkan Kampanye Daur Ulang Sampah

Peduli Lingkungan, 3 Komunitas Ini Gencarkan Kampanye Daur Ulang Sampah
info gambar utama

Setiap tahun, Indonesia menghasilkan puluhan juta ton sampah. Sayangnya, masih banyak ditemukan masyarakat yang tidak sadar akan bahaya sampah tersebut, lantas enggan memilah dan mendaur ulang. Menyikapi hal itu, beberapa komunitas peduli lingkungan di Indonesia aktif menggalakkan kampanye daur ulang sampah.

Pada tahun 2020, Indonesia diketahui menghasilkan 67,8 juta ton sampah. Total jumlah sampah tersebut berasal dari berbagai sumber. Mengutip katadata.co.id, penyumbang sampah terbanyak di Indonesia ialah sampah aktivitas rumah tangga dengan persentase 37,3 persen.

Sumber sampah terbanyak selanjutnya berasal dari sampah pasar tradisional sebesar 16,4 persen dan sampah dari kawasan sebesar 15,9 persen. Selain itu, sampah yang berasal dari perniagaan berjumlah 7,29 persen, sampah fasilitas publik sebanyak 5,25 persen, dan sampah perkantoran sebesar 3,22 persen.

Banyaknya jumlah sampah yang dihasilkan di Indonesia masih tidak sebanding dengan kesadaran peduli sampah. Fenomena buang sampah sembarang, contohnya. Bentuk ketidakpedulian akan sampah tersebut masih kerap ditemukan di dalam negeri.

Baca Juga: Komunitas Orang Indonesia di Luar Negeri, Berkoneksi Sambil Menjaga Silaturahmi

Di sisi lain, sampah yang dibiarkan begitu saja jelas memberi dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan. Oleh sebab itu, berbagai upaya perlu dilakukan untuk menyuarakan aksi peduli sampah. Hal tersebut menjadi tugas setiap elemen masyarakat, termasuk individu, pemerintah, dan komunitas.

GoodMates, tiga komunitas di bawah ini tercatat aktif mengampanyekan serta melakukan aksi lain terkait pentingnya daur ulang sampah. Simak sampai akhir, berikut ulasannya.

1. EwasteRJ

Laman web EwasteRJ | Foto: Tangkapan layar dari ewasterj.com
info gambar

EwasteRJ merupakan komunitas yang bergerak di bidang daur ulang sampah elektronik atau e-waste. Sejak tahun 2015, EwasteRJ giat mengedukasi masyarakat Indonesia tentang bahaya sampah elektronik. Dalam kampanye yang dilakukan, EwasteRJ juga memberi pengetahuan kepada masyarakat terkait cara membuang sampah elektronik dengan tepat.

Salah satu gebrakan yang diusung oleh komunitas ini ialah EwasteRJ dropbox. Adapun EwasteRJ dropbox merupakan sebuah wadah yang menampung sampah elektronik sementara. Selanjutnya, limbah elektronik tersebut akan disalurkan ke perusahaan pengolahan yang tersertifikasi. 

Dalam gebrakannya itu, EwasteRJ melibatkan masyarakat untuk mempraktikkan cara membuang sampah elektronik yang benar. Hal itu mengingat e-waste termasuk limbah B3 (Bahan Berbahaya Beracun) dan tidak boleh disatukan dengan jenis sampah yang lain. 

Baca Juga: 5 Komunitas Film di Indonesia: Menonton, Berdiskusi, dan Berkarya

2. Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia

Laman web ADUPI | Foto: Tangkapan layar dari adupi.org
info gambar

Berdiri sejak tahun 2015, Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) merupakan lembaga nonprofit yang bertujuan mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih peduli terhadap sampah plastik. Lembaga ini didirikan sebagai wadah bagi praktisi dan industri daur ulang plastik di Indonesia. Antaranggota bisa saling berkumpul, membangun jaringan, dan berbagi pengetahuan. 

Sejauh ini, ADUPI sudah memiliki lebih dari 500 anggota yang berasal dari berbagai latar belakang, seperti kelompok pengepul, bank sampah, dan akademisi. Dengan anggota yang cukup banyak tersebut, ADUPI membentuk sebuah ekosistem rantai daur ulang plastik terbesar di Indonesia. 

ADUPI mengusung tagline “Bersama, mewujudkan Indonesia bebas sampah plastik”. Selaras dengan tagline tersebut, ADUPI memiliki beberapa program dan target utama. Untuk tahun 2021 hingga 2025, ADUPI menargetkan enam hal, di antaranya membangun simpul aktif, mengaktivasi pusat data dan informasi, dan membangun tim media dan promosi daur ulang plastik (DUP) di Indonesia.

3. Indonesian Plastics Recycle

Laman web IPR | Foto: Tangkapan layar dari plasticsrecyclers.id
info gambar

Indonesian Plastic Recycle (IPR) fokus mewadahi para pelaku usaha di bidang daur ulang plastik. Asosiasi ini bertujuan menciptakan ekosistem daur ulang plastik yang harmonis, agar dapat membangun ekonomi melingkar (circular economy) yang berkelanjutan di kalangan pelaku usaha daur ulang plastik tersebut. Selain itu, IPR juga ingin berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan hidup.

Untuk bergabung dengan komunitas ini, IPR menyediakan dua jenis keanggotaan, yakni anggota biasa dan anggota terafiliasi. Anggota biasa ditujukan kepada pelaku daur ulang plastik, mencakup para pengumpul, pengolah, dan produsen barang jadi yang menggunakan bahan daur ulang. Sementara anggota terafiliasi menyasar pelaku usaha dan organisasi yang tertarik dengan daur ulang plastik di Indonesia.

Anggota IPR akan diberikan wadah komunikasi dan akses relasi antarpelaku daur ulang plastik di Indonesia. Selain itu, anggota IPR juga berhak ikut serta rangkaian kegiatan peningkatan keterampilan pelaku daur ulang plastik. Lebih dari itu, anggota asosiasi ini berkesempatan mengambil peran dalam menangani isu-isu yang berkaitan dengan usaha daur ulang plastik di Indonesia.

Baca Juga: Komunitas Motor di Indonesia, dari Motor Mini hingga Motor Gede

Geliat aksi dari tiga komunitas di atas menjadi upaya nyata Indonesia bergerak menciptakan masyarakat yang lebih sadar dan peduli akan sampah dan pengelolaannya. Pada akhirnya, kepedulian terhadap sampah bisa membawa kebaikan kepada diri sendiri dan lingkungan.

Referensi: katadata.co.id | plasticsrecyclers.id | adupi.org | ewasterj.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini