Mengenal Kepiting Tapal Kuda, Pasangan Setia Sehidup Semati

Mengenal Kepiting Tapal Kuda, Pasangan Setia Sehidup Semati
info gambar utama

Siapa yang sudah familiar dengan kepiting?

Hewan laut yang melimpah di laut Indonesia yang sering dijadikan olahan pangan makanan laut (seafood). Dagingnya yang manis membuat banyak orang-orang menggemari salah satu hewan laut satu ini.

Tahukah kamu ternyata kepiting memiliki jenis yang bermacam-macam, salah satunya yaitu kepiting tapal kuda.

Berikut 5 fakta mengenai Kepiting Tapal Kuda.

1. Bentuknya menyerupai Tapal Kuda

Di sekitar Laut Jawa, khususnya Jawa Tengah, tentunya masyarakat sekitar sudah tidak asing dengan kepiting tapal kuda. Masyarakat biasa menyebutnya dengan sebutan “Mimi” untuk kepiting yang berjenis kelamin jantan, sedangkan “Mintuna” diperuntukkan utuk kepiting dengan kelamin betina. Hewan yang memiliki nama latin Limulidae ini juga cukup familiar dengan sebutan Belangkas.

Sesuai dengan namanya, bentuk kepiting ini menyerupai tapal kuda. Pada bagian bawahnya terdiri dari kaki-kaki seperti cangkang kepiting pada umumnya. Hewan ini memiliki buntut yang keras dan tajam, kepiting tapal kuda memiliki 10 mata. Kalian dapat membedakan jenis kelamin kepiting tapal kuda dengan melihat bagian depan tubuhnya. Kepiting betina memiliki tubuh bagian depan yang agak lebar dan dipenuhi ribuan telur. Sedangkan, untuk pejantan, bagian depan tubuhnya memiliki ukuran yang lebih kecil.

Dapat dikatakan seperti tapal kuda, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebutkan bahwa bentuk tubuh Mimi Mintuna terbagi dalam tiga bagian. Pertama, bagian depan yang menyerupai tapal kuda. Bagian ini memiliki tepi yang licin menutupi ruas-ruas kepala dan ruas-ruas dada.

Pada bagian tengah, kepiting ini memiliki duri-duri dengan panjang yang bervariasi, duri ini menutupi tujuh ruas perut. Ketiga, pada bagian belakang, bentuknya menyerupai daun panjang yang runcing. Bagian inilah yang disebut sebagai duri ekor.

2. Berdarah Biru

Tidak hanya orang dengan keturunan bangsawan, ternyata kepiting tapal kuda juga memiliki darah biru. Mengutip dari IDN Times, darah Mimi Mintuna atau Belangkas tidak mengandung hemoglobin atau sel darah merah. Hewan ini mengandung hemosianin yang mengandung tembaga. Jika terkena udara, hemosianin akan memancarkan warna biru kehijauan. Fenomena inilah yang membuat darahnya terlihat berwarna biru.

3. Masuk dalam Kategori Hampir Punah

Kepiting tapal kuda merupakan hewan yang dilindungi berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 12/Kpts-II/1987 dan Peraturan Pemerintah RI No.7/1999. Mimi Mintuna memiliki resiko kepunahan yang disebabkan banyaknya degradasi habitat, reklamasi sampai perburuan komersial.

Di dunia, hanya terdapat empat spesies yaitu Limulus polyphemus yang berada di pantai Atlantik Amerika Utara dengan status lower risk atau near threatened berdasarkan IUCN tahun 2015. Dengan tiga yang lainnya yaitu Tachypleus gigas, Tachypleus tridentatus dan Carcinoscorpius rotundicauda yang berada di Asia dengan status near threatened oleh IUCN pada tahun 2010.

Di daerah perairan Jawa Tengah, hewan ini telah banyak dibudidayakan untuk melestarikan keberadaannya.

4. Berguna di Bidang Farmasi

Selain darahnya yang berwarna biru, Mimi Mintuna memilki kandungan sel khusus amebosit pada darahnya. Sel ini dapat mendeteksi keberadaan bakteri, amebosit akan mengeluarkan semacam lendir yang akan mengisoliasi bakteri supaya tidak menyebar.

Kemampuan tersebut yang banyak menjadikan Mimi Mintuna dijadikan sebagai hewan uji untuk melihat kesterilan suatu komponen obat atau vaksin. Food Drugs Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat mulai mewajibkan penggunaan darah mimi untuk menguji komponen obat dan vaksin.

5. Telur Mimi dapat Dijadikan Olahan Pangan

Olahan telor mimi dapat kalian dapati di daerah Kendal, Jawa Tengah. Telur mimi biasanya muncul pada tradisi Dugderan yang diselenggarakan oleh masyarakat sekitar menjelang Ramadhan yang digelar di halaman Masjid Agung Kaliwungu.

Makanan ini juga dijadikan sebagai Warisan Budaya Tak Benda atau WBTb Nasional milik Kabupaten Kendal kategori kemahiran dan kerajinan tradisional oleh Tim Ahli WBTb Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Telur mimi atau Ndog Mimi sebagai masyarakat sekitar menyebutnya dapat disantap dengan menggunakan nasi hangat.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Phyar Saiputra lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Phyar Saiputra.

Terima kasih telah membaca sampai di sini