Mini Plant Factory Berbasis IoT, Inovasi IPB University dalam Budidaya Tanaman

Mini Plant Factory Berbasis IoT, Inovasi IPB University dalam Budidaya Tanaman
info gambar utama

Budidaya tanaman merupakan salah satu bidang ilmu yang banyak melahirkan inovasi. Salah satunya, inovasi Mini Plant Factory berbasis Internet of Things (IoT) yang dibuat oleh Institut Pertanian Bogor atau IPB University. Inovasi tersebut diinisiasi oleh Dr. Slamet Widodo, Dr. Ir. Mohamad Solahudin, Dr. Agus Ghautsun Niam, dan Lilis Sucahyo, STP., MSi..

Mini Plant Factory berbasis IoT merupakan inovasi sistem rekayasa budidaya tanaman dalam lingkungan terkendali. Inovasi ini memungkinkan pengendalian parameter lingkungan mikro, seperti suhu, intensitas, durasi dan spektrum cahaya, hingga pasokan nutrisi tanaman dilakukan secara presisi berbasis teknologi.

Hadirnya inovasi ini merupakan jawaban atas tantangan dan permasalahan budidaya tanaman di Indonesia yang masih mengandalkan kondisi alam. Mini Plant Factory berbasis IoT berbentuk rumah tanaman tertutup di dalam kontainer. Inovasi ini dilengkapi dengan sistem irigasi dan sumber pencahayaan buatan (artificial lighting).

Baca Juga: Selain Sabun, Bahan Alami Berikut Bisa Bersihkan Piring

Sementara itu, teknologi Internet of Things (IoT) yang diadopsi membuat inovasi ini mampu menampilkan kondisi iklim melalui gawai. Tidak hanya itu, berkat kecanggihan teknologinya, inovasi ini juga bisa memberi tahu gangguan eksternal secara real time. Dengan begitu, penangan dapat dilakukan dengan cepat dan mempermudah monitoring (pengawasan) selama budidaya dilakukan.

Dr. Slamet, selaku ketua tim, mengatakan bahwa tujuan dari rancangan bangun Mini Plant Factory ini awalnya bertujuan untuk menciptakan sistem lingkungan budidaya yang lebih terkendali, serta terkontrol secara penuh dan presisi. Konsep teknologi yang digunakan pada inovasi ini bersifat mobile, sehingga inovasi ini mudah untuk diperbanyak.

Baca Juga: Mengenal Manfaat Sirih Cina, Tanaman yang Sering Dikira Rumput

Melansir ipb.ac.id, Mini Plant Factory berbasis IoT memiliki beberapa keunggulan. Sistem pengawasan yang dulunya dilakukan manual, kini berubah menjadi serba digital dan bisa diakses secara mudah melalui gawai. Inovasi ini diyakini sebagai teknologi yang tepat untuk perkembangan pertanian di masa depan. Tidak hanya itu, inovasi ini juga diharapkan dapat mendorong berbagai riset pengembangan teknologi pertanian indoor

Dalam soft-launching Mini Plant Factory berbasis IoT, Rektor IPB University—Prof. Dr. Arif Satria—mengatakan bahwa peluncuran inovasi ini menjadi bukti upaya IPB University dalam menciptakan ekosistem pertanian 4.0. Ia juga mengapresiasi Departemen Teknik Mesin dan Biosistem (TMB), Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta), IPB University atas dedikasinya dalam mengembangkan teknologi pertanian dengan baik.

Baca Juga: Kantong Semar, Flora Endemik Kalimantan yang Terancam Punah

“Bukan untuk gagah-gagahan tetapi ini sudah merupakan tuntutan dan cepat atau lambat orang lain akan terus mengadopsi atau mengembangkan. Kalau IPB University hanya menyampaikan dengan kata-kata saja, nampaknya akan sulit untuk bisa membuat orang lain yakin terhadap teknologi yang tepat untuk pengembangan pertanian di masa depan,” ujar Prof. Arif sebagaimana dinukil dari fateta.ipb.ac.id.

Sebagai informasi, inovasi ini diprakarsai oleh Dr. Slamet dan timnya menggunakan dana hibah penelitian desentralisasi dalam skema Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT) dari Kemenristekdikti. Adapun tema penelitian yang diusung ialah pengembangan sistem lingkungan terkendali untuk inisiasi pembungaan bawang merah untuk mendorong produksi benih alternatif bawang merah nasional. 

Referensi: ipb.ac.id | fateta.ipb.ac.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini