Edysul, Mahasiswa UIN yang Raih Medali Perak Kompetisi Inovasi Penemuan di Kanada

Edysul, Mahasiswa UIN yang Raih Medali Perak Kompetisi Inovasi Penemuan di Kanada
info gambar utama

Indonesia tak akan kehabisan anak-anak bangsa yang piawai dalam hal inovasi. Sumber daya manusianya kerap diremehkan, padahal semua hanya perlu waktu saja. Ini dibuktikan oleh Edysul yang sukses dalam kompetisi inovasi penemuan di mancanegara.

Tak sekadar memiliki dosen yang berkualitas, Indonesia masih memiliki banyak generasi muda yang berkualitas pula. Banyak sekali inovasi-inovasi yang diciptakan dari kolaborasi dosen dan mahasiswa. Namun, ada juga yang murni ciptaan tangan ajaib mahasiswa Indonesia.

Kompetisi Inovasi Penemuan Internasional atau iCAN 2022 terselenggara di Toronto, Kanada. Edysul Isdar seorang mahasiswa semester tujuh jurusan fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makkasar. Edysul berhasil jadi perwakilan dari Indonesia dalam kompetisi tersebut.

iCan (International Invention Innovation Competition in Canada) sendiri diikuti total 650 peserta dari 79 negara yang terdaftar. Hasil dari lomba dalam bidang innovation project yang berhasil Edysul dapatkan pada agustus silam berupa medali perak alias juara kedua.

Dalam inovasinya, Edysul diberikan bimbingan oleh Indonesian Invention and Innovation Promotion Association. Edysul membawakan hasil inovasi bertajuk Bagasse Bioelectricity, yaitu suatu pembangkit energi listrik alternatif yang menggunakan limbah industri pabrik gula dengan teknologi microbial fuel cell.

Melansir dari UIN Alauddin Makassar, Edysul pun tak menyangka dapat membawa pulang medali perak karena banyaknya saingan yang jauh lebih fasih berbahasa inggris dan inovasi yang dibawakan begitu luar biasa.

iCan menjadi kompetisi utama dari Kanada sebagai tempat mempertemukan orang-orang yang suka, mau, dan senang dalam hal inovasi maupun penemuan. Sudah berlangsung dari tahun 2016 hingga saat ini ICan terus berkomitmen untuk hadir sebagai wadah para penemu hebat di dunia.

Meskipun pandemic covid 19 dapat dikatakan sudah mulai longgar, tetapi pelaksanaan iCan di tahun ini diadakan secara online mengingat kondisi di Toronto yang masih menerapkan pembatasan atau pertemuan publik secara besar.

Walaupun tak dapat hadir langsung di Kanada, tetapi euphoria kemenangan Edysul pun tak surut. Namun, penuh dengan rasa kebahagiaan dan kebanggaan bagi diri Edysul sendiri, pihak kampus maupun keluarga yang tak bisa digambarkan, tetapi dirasakan

Ingat, iCan menjadi acara internasional yang mana perlu pengawasan ketat pula dalam pelaksanaannya karena kondisi tiap negara pastinya berbeda-beda. Tahukah, Kawan, iCan pun bukan sebatas perlombaan untuk mahasiswa.

Namun, dari kalangan profesor, inovator, peneliti, wirausahawan, hingga ilmuwan pun di perbolehkan untuk mendaftar. Sudah kebayang, bukan, hebatnya Edysul yang mampu mengalahkan para pesaing hebat lainnya.

Memiliki tujuan utama untuk membangun dan menyatukan segala kreativitas dan inovasi dari penemu atau inovator Kanada maupun mancanegara dengan memberikan kesempatan baik ini untuk tiap-tiap individu.

iCan jadi salah satu kompetisi favorit dan terbaik para penemu di seluruh dunia dan Indonesia patut bangga karena salah satu mahasiswa aslinya dapat melanglang buana pada kompetisi internasional yang mana ini tak hanya membuat pihak universitas bangga, melainkan seluruh masyarakat Indonesia makin bangga akan kepiawaian generasi mudanya karena tentunya keberhasilan Edysul bukanlah hal mudah. Perlu menyita banyak waktu hingga pikiran agar tercipta inovasi apik yang berhasil jadi juara ini.

Apa yang dilakukan Edysul dan mahasiswa Indonesia lainnya yang juga pandai dalam hal inovasi jadi salah satu bekal mahal yang dimiliki Indonesia guna ikut bantu mewujudkan Indonesia yang maju dalam berbagai bidang, terutama hal inovasi.

Referensi: UIN Alauddin Makassar | IFIA

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AD
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini