Mengapa Banyak Orang Batak yang Pandai Bernyanyi?

Mengapa Banyak Orang Batak yang Pandai Bernyanyi?
info gambar utama

Satu orang Batak kumpul, mar-gitar...
Dua orang Batak kumpul, mar-catur...
Tiga orang Batak kumpul, mar-trio...

Ituluah kutipan sebuah humor dari orang Batak. Kata yang punya arti kalau sendiri artinya bermain gitar, berdua main catur, dan bertiga menjadi grup musik trio ini menggambarkan kalau musik seakan tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat Batak.

Anggapan kalau suku Batak adalah etnis yang hobi bernyanyi dan punya suara yang merdu tentunya juga disetujui oleh banyak orang. Sederetan nama-nama penyanyi yang berasal dari etnis Batak pun bukan hal yang jarang kita temui. Di setiap era, pasti ada musisi Batak yang namanya sangat populer.

Di masa sebelumnya, ada nama Trio Ambisi, Christine Panjaitan, Keenan Nasution, serta Eddy Silitonga . Lalu pada masa sekarang, ada Judika, Petra Sihombing, Sammy Simorangkir, Lyodra Ginting, hingga Jebung. Belum lagi para musisi-musisi lokal yang namanya sudah dikenal di Sumatera Utara maupun mereka yang terkenal di YouTube. Meskipun begitu, tentu ada pula orang beretnis Batak yang tidak pandai bernyanyi.

Lalu, sebenarnya apa yang membuat banyak orang Batak ini punya 'suara emas'?

Cagar Alam Batu Gajah, Bentuk Harmonisasi Alam dan Budaya Masyarakat Batak

Sudah Menjadi Budaya

Hal utama yang membuat orang Batak ini punya suara yang merdu tercermin pula dari cara bicara orang Batak yang cenderung lantang. Dengan mereka terbiasa berbicara dengan suara yang keras dan nada yang meninggi, secara tidak langsung vokal mereka juga ikut terlatih. Setidaknya, suara yang lantang ini bisa mendukung aspek power ketika bernyanyi.

Usman Pelly, antropolog dari Universitas Negeri Medan (Unimed) menyebutkan bila hal ini tak terlepas dari faktor geografis yang memengaruhi gaya komunikasi orang Batak pada zaman dahulu.

“Apabila kelompok tinggal agak berjauhan atau hidup di perladangan luas, mengharuskan mereka berteriak keras untuk berkomunikasi,” tuturnya sebagaimana dikutip dari merdeka.com

Dari segi biologis, ada pula penelitian yang menyebutkan kalau memang rongga sinus yang memengaruhi pernapasan serta pita suara yang dimiliki suku Batak memang agak berbeda. Sehingga, kualitas vokal seperti resonansi dan tone suaranya cenderung lebih enak untuk didengar.

Menurut cerita dari orang-orang berdarah Batak, khususunya mereka yang beragama nasrani, kebanyakan mereka sudah dilatih untuk bernyanyi sejak kecil untuk bernyanyi di gereja. Paling tidak ketika usia taman kanak-kanak atau bisa masuk sekolah minggu. mereka sudah mulai mendapatkan dasar-dasar olah vokal. Latihan mereka juga dilakukan secara duo, trio, maupun grup vokal.

Latihan yang terus menerus dilakukan selama di gereja beserta dengan pengenalan pada teknik-teknik vokal ini pun membuat orang Batak lebih terlatih untuk bernanyi. Khususnya mereka yang tergolong aktif mengikuti latihan ini di gereja.

Ditambah lagi, ketika sedang berkumpul mereka senang sekali bernyanyi. Entah itu dalam kumpul keluarga atau bersama kawan-kawan di lapo, lantunan nada yang indah pasti muncul meramaikan suasana. Mereka juga kerap melakukan improvisasi dan harmonisasi ketika bernyanyi secara kelompok.

Menengok Lapo Tuak, Tempat Orang Batak Bercakap dan Menghibur Diri

Menyatu Lewat Nyanyian

Untuk mencurahkan apa yang mereka rasakan, orang Batak juga kerap menuangkannya lewat nyanyian, apalagi ketika sedang bersama-sama.

Pendapat yang juga menarik, mengenai alasan orang Batak punya suara bagus adalah karena hobi minum tuak, minuman beralkohol khas Batak yang hampir tak pernah ketinggalan ketika ada kegiatan berkumpul. Menurut kepercayaan mereka, tuak membuat tenggorokan hangat dan membuat suara jadi lebih merdu.

Seorang penyanyi legendaris, Eddy Silitonga, dalam sebuah gelar wicara di Metro

TV pada program Idenesia mengatakan bila ketika orang Batak tertarik dengan lawan jenisnya, maka ia akan melakukan kunjungan (martandang) dan bernyanyi secara trio.

Selanjutnya, ia mengakui kalau orang Batak dipertemukan dengan sesama orang Batak yang tidak saling kenal akan menyatu lewat nyanyian. Bahkan, mereka bisa langsung membagi harmonisasi vokal.

"Akan langsung bisa suara satu, dua, dan tiga," ujarnya.

Jadi, sudah paham kan apa yang membuat orang Batak hobi bernyanyi? Dengan kepekaan mereka terhadap nada dari latihan di gereja, faktor bawaan biologis dan budaya, serta kebiasaan untuk bernyanyi itulah banyak orang-orang Batak yang memiliki suara merdu.

Tembang Cinta Kala Martandang: Tradisi PDKT bagi Para Pemuda Batak

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MM
SA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini