Mitos Air Suci Petirtaan Simbatan: Berkah Kesembuhan dan Kesejahteraan

Mitos Air Suci Petirtaan Simbatan: Berkah Kesembuhan dan Kesejahteraan
info gambar utama

Di Dusun Simbatan Kulon, Magelang, Jawa Timur, ditemukan situs peninggalan Mataram Kuno, yaitu berupa petirtaan Dewi Sri. Tempat ini sudah lama diketahui masyarakat, namun baru pada 1990-an dilakukan penggalian besar-besaran.

Sementara itu, Situs Petirtaan Dewi Sri memiliki bilik utama yang di dalamnya terdapat arca seorang perempuan yang kemudian dianggap Dewi Sri. Masyarakat Desa Simbatan lantas menganggap Petirtaan Dewi Sri keramat.

“Masyarakat percaya bahwa penghuni gaib Petirtaan Dewi Sri dapat mengabulkan segala hajat mereka asalkan dilakukan sesuai dengan persyaratan yang benar,” tulis Dwi Hendra Saputra dalam Candi Petirtaan Dewi Sri di Magetan.

Kemegahan Petirtaan Simbatan: Jejak Dewi Sri Berikan Kesuburan untuk Magetan

Disebutkan oleh Dwi, berbagai hajat masyarakat tersebut di antaranya terkait dengan beberapa aspek kehidupan, seperti rezeki, kesuksesan kerja, keberhasilan panen, dan kesehatan.

Setelah pintu masuk ke Petirtaan Dewi Sri, terdapat tiga buah Kalamakara yang diasumsikan sebagai penjaga petirtaan tersebut. Karena dalam cerita wayang, Kalamakara digambarkan sebagai Buto yang menjaga tempat itu.

Air suci dari petirtaan

Dalam Petirtaan Dewi Sri, terdapat kolam seluas 400 meter persegi dengan kedalaman 6 meter dan memiliki 15 anak tangga. Di dalam kolam tersebut terdapat arca wanita yang mengeluarkan air dari payudaranya.

Dipercaya air yang keluar dari payudara Arca Dewi Sri diperebutkan oleh banyak orang pada zaman dahulu, karena menurut kepercayaan orang pada zaman itu bisa memberi kesembuhan dan menaikan pangkat.

Sumiran, penjaga Petirtaan Dewi Sri mengatakan berbagai macam kejadian mistis terjadi di tempat tersebut seperti orang sakit yang datang bisa langsung sembuh. Sehingga banyak orang yang mempercayai hal tersebut.

Proses Ekskavasi Situs Bhre Kahuripan untuk Menguak Peradaban Besar Majapahit

“Pernah ada orang dari Malang datang ke sini, orangnya sudah tua renta, dia dapat mimpi untuk datang ke Petirtaan Dewi Sri dan sampai di sini sudah sore sekitar pukul 16.30 WIB. Akhirnya saya persilahkan beliau untuk masuk dan mengambil air untuk membasuh muka, ternyata langsung bisa melihat seketika,” ujarnya yang dimuat Times Indonesia.

“Itu bukan yang pertama kalinya, ada lagi orang Pulogadung, Jawa Barat, dia dapat mimpi untuk datang ke Petirtaan Dewi Sri karena ekonominya kurang bagus, waktu itu dia ke sini menginap selama lima hari, dan pulang dari sini tidak lama kemudian segala pekerjaannya lancar dan ekonominya bagus,” tambahnya.

Festival Dewi Sri

Karena kepercayaan itu, masyarakat juga kerap menggelar Festival Dewi Sri yang dilaksanakan setiap Jumat Pahing pada bulan Sura. Atraksi yang dilakukan adalah kirab dan pagelaran seni dan budaya, seperti Tari Bedaya Dewi Sri serta Tarian Joget Ikan Kutuk.

Pada saat festival tersebut akan diadakan kegiatan-kegiatan penting lain, kolam akan dikuras. Arca Dewi Sri akan tampak, kemudian bersinggungan dengan mata air tanah yang nantinya keluar.

Ritual kuras itu dilakukan dengan beberapa tahapan cara, yakni membersihkan patung Dewi Sri yang ada di tengah kolam komplek petirtaan, menguras kolam dan memindahkan ikan-ikan yang ada di dalam kolam ke penampungan sementara.

Menguak Situs Watu Ombo: Petilasan Tribhuwana Tunggadewi di Mojokerto

“Tujuan utamanya adalah untuk membersihkan warga desa secara fisik dan rohani. Namun biasanya warga mengidentifikasikan untuk menjauhkan dari mara bahaya atau tolak bala,” ujar Sumiran.

Menurut dia, acara puncak dari ritual di Situs Petirtaan Dewi Sri tersebut adalah warga Desa Simbatan menarikan ikan-ikan penghuni kolam Dewi Sri atau menari dengan ikan diiringi tembang Jawa yang dinyanyikan oleh dua sinden.

Ikan-ikan di kolam Dewi Sri itu dianggap keramat oleh warga setempat. Disebutkan oleh Sumiran, dipercaya siapa yang mengambilnya atau mengganggu dipercaya akan tertimpa dengan musibah.

“Ikan tersebut sengaja diajak menari sebagai bentuk penghormatan kepada Dewi Sri. Setelah itu, ikan-ikan tersebut diberi makan beras kuning,” katanya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini