Yuk Kenali Motif Batik Kalimantan dan Filosofinya!

Yuk Kenali Motif Batik Kalimantan dan Filosofinya!
info gambar utama

Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang bisa kita temukan di mana pun, termasuk di Kalimantan. Secara umum, batik Kalimantan memiliki ciri khas berupa warnanya yang cenderung mencolok dan berani. Warna tersebut lalu dikombinasikan dengan warna pastel seperti pink, orange, hijau, dan merah.

Pada zaman dulu, batik Kalimantan masih dibuat dengan menggunakan kapas dan serat binatang. Namun, seiring waktu, batik Kalimantan mulai dibuat dari bahan-bahan lain seperti rayon, sutra, dan polyester. Teknik pembuatan batik Kalimantan secara umum sama seperti batik dari daerah lain, yaitu dengan metode canting dan lilin.

Baca juga: 10 Motif Batik Jakarta yang Cantik dan Maknanya

Seperti batik-batik lainnya, batik Kalimantan juga memiliki beberapa macam motif. Tiap motifnya memiliki filosofi yang cukup mendalam. Lalu, apa saja motif pada batik Kalimantan beserta filosofi di dalamnya?

1. Motif Bayam Raja (Kalsel)

motif batik sasirangan kalimantan bayam raja

Motif batik ini memiliki bentuk garis melengkung patah-patah yang disusun secara vertikal. Motif batik ini biasanya dibuat untuk kalangan yang memiliki martabat lebih tinggi di kalangan masyarakat. Hal itu sesuai dengan makna filosofis motif ini yaitu leluhur yang dihormati dan memiliki martabat. Motif satu ini bisa kamu temukan di sejumlah daerah di Kalimantan Selatan.

2. Motif Kangkung Kaombakan (Kalsel)

motif batik sasirangan kalimantan kangkung kaombakan

Dalam bahasa Indonesia, kangkung kaombakan memiliki arti "kangkung yang terkena ombak". Motif ini terinspirasi dari banyaknya kangkung yang tumbuh subur di sungai-sungai besar Kalimantan Selatan. Di sana, kangkung bertumbuh secara menjalar di air, serta batangnya tidak akan putus saat terkena arus ombak sungai. Secara filosofis, motif ini memiliki makna jika manusia harus senantiasa sabar dalam menjalani setiap cobaan hidup, serta selalu mengharapkan jalan terbaik dari setiap cobaan.

Baca juga: 9 Motif Batik Banten dan Artinya, Minim Corak Makhluk Hidup karena Kuatnya Budaya

3. Motif Batang Garing (Kalteng)

motif batik sasirangan kalimantan tengah batang garing

Sesuai namanya, motif ini diambil dari pohon batang garing yang diyakini masyarakat Dayak Ngaju adalah pohon yang diturunkan langsung oleh Tuhan mereka, Ranying Hatalla Langit (Tuhan Yang Maha Esa). Pohon batang garing memiliki bentuk seperti tombak yang menjulang ke atas. Bentuk tersebut diyakini merupakan simbol dari Ranying Hatalla Langit.

Bagian bawah pohonnya memiliki dahan berlekuk yang dilengkapi dengan guci berisi air suci. Bagian tersebut merupakan simbol dari Jata atau dunia bawah. Secara umum, motif batang garing memiliki makna keseimbangan dan keharmonisan, serta melambangkan hubungan antar sesama manusia, manusia dengan alam sekitar, serta tentu saja hubungan antara manusia dengan Tuhan. Motif batik ini bisa dijumpai di daerah Kalimantan Tengah tempat suku Dayak Ngaju berada.

Baca juga: 5 Motif Batik Jawa Timur dan Makna Filosofisnya

4. Motif Benang Bintik (Kalteng)

benang bintik

Benang Bintik merupakan batik khas Kalimantan Tengah. Makna Benang dalam bahasa lokal adalah kain putih, sementara kata bintik artinya gambar. Benang bintik sendiri memiliki beragam motif yang umumnya terdiri dari beberapa kombinasi gambar yang bercorak khas suku di Kalteng. Misalnya, motif tombak, guci, kawit tuyan, tameng, senjata mandau khas Dayak, Balain Nihing, sayuran Kelakai, Huma Betang, Balanga, dan ukir-ukiran Dayak. Di antara semua motif, yang paling sering digunakan dalam batik Benang Bintik adalah motif pohon kehidupan atau Batang Garing dan motif burung Enggang (tingang).

Melansir dari situs kebudayaan kemdikbud motif Benang Bintik didominasi warna-warna yang tajam seperti biru, merah, kuning, hijau, cokelat, hingga hitam. Pola digambar di kain berbahan katun, atau non-katun seperti sutera maupun semi-sutera.

Baca juga: Motif Batik Unggulan di Jawa Tengah

5. Motif Kembang Kenanga (Kaltim)

batik kalimantan kembang kenanga

Motif satu ini terinspirasi dari bunga kenanga. Corak bunga yang digambarkan bervariasi. Terkadang berupa bunga tunggal, kadang disertai sulur panjang atau kombinasi dengan corak lainnya.

Motif bunga kenanga memiliki makna bahwa siapa pun yang memakai batik motif ini bisa memberi manfaat pada orang sekitar, seperti halnya kenanga yang harum dan memiliki banyak manfaat.

6. Motif Daun Jaruju (Kalsel)

batik kalimantan

Motif satu ini cukup unik karena memiliki bentuk seperti kumpulan ujung tajam yang mengelilingi daun. Secara filosofis, motif ini memiliki makna penolak bala bagi siapa pun yang memakainya.

7. Motif Tidayu (Kalbar)

batik tidayu kalbar

Motif satu ini tercipta dari berbagai macam etnis budaya yang ada di Kalimantan. Etnis-etnis tersebut bisa ditemukan pada nama Tidayu yang merupakan singkatan Tionghoa, Dayak, dan Melayu. Perpaduan tiga etnis budaya tersebut mampu menghasilkan batik yang unik dan cantik. Secara tersirat, motif ini melambangkan betapa indahnya jika setiap etnis, suku, dan budaya memilih untuk hidup berdampingan dengan harmonis. Motif batik ini bisa kamu temukan di kota Singkawang, Kalimantan Barat.

8. Batik Tidung Malinau (Kaltara)

batik kaltara

Motif Batik Kalimantan Utara yang kini makin berkembang pesat adalah motif Tidung dari Kabupaten Malinau. Coraknya berupa ukiran yang merepresentasikan fauna dan flora, khususnya naga. Ciri khas batik dari Malinau ini memiliki warna-warni yang menarik sehingga kerap digunakan untuk berbagai acara formal.

Baca juga: Mengenal Batik (Klasik dan Modern), Sejarah, Teknik Pembuatan, dan Motif

Itulah beberapa motif batik Kalimantan beserta filosofi di baliknya. Semoga menambah wawasan baru soal dunia perbatikan Indonesia.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Anggie Warsito lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Anggie Warsito.

AW
RP
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini