Mengenal Macan Dahan, Kucing Hutan Berpola Indah Asli Indonesia

Mengenal Macan Dahan, Kucing Hutan Berpola Indah Asli Indonesia
info gambar utama

Kawan GNFI, apakah kamu pernah mendengar kucing hutan yang bercorak buru mirip dengan ular sanca?

Kucing hutan itu dikenal dengan nama Macan Dahan. Macan Dahan termasuk kedalam kategori kucing hutan di Indonesia yang dilindungi. Spesies ini umumnya tersebar di hutan dan pegunungan di Tiongkok, Indocina, India, dan Semenanjung Melayu. Namun spesies ini telah punah di alam Tiongkok dan di Indonesia kucing hutan ini merupakan satwa asli Sumatera dan Kalimantan.

Sejak tahun 2006 Macan Dahan yang hidup di Pulau Sumatera dan Kalimantan dimasukkan dalam spesies Neofelis diardi. Macan Dahan memiliki corak seperti ular sanca pada bulunya. Dengan motif berbentuk oval dan warna yang lebih gelap daripada warna dasar bulunya serta dipertegas dengan warna hitam yang mengelilingi polanya.

Macan Dahan juga memiliki ekor tebal dan panjang yang dimilikinya untuk memberikan keseimbangan saat di pepohonan. Macan Dahan menghabiskan sebagian besar hidupnya di pepohonan yang menjadi tempat berlindung dan istirahat. Dan untuk mengenal lebih dekat lagi mengenai Macan Dahan, berikut kami rangkum seputar fakta-fakta menarik Macan Dahan.

1. Jumlahnya lebih banyak di Kalimantan

Macan Dahan Berpasangan, kucing hutan bercorak indah asli Indonesia

Habitat Macan Dahan biasanya menghuni hutan hujan, namun terkadang mereka juga melakukan perjalanan hingga hutan kering. Diperkirakan bahwa jumlah Macan Dahan di dunia sekitar 4000 ekor. Di Indonesia, kucing hutan ini dapat ditemukan di wilayah Kalimantan dan Sumatera.

Namun jumlah Macan Dahan di Pulau Kalimantan atau Borneo ini enam kali lebih banyak dibandingkan wilayah Sumatera. Hal tersebut dikarenakan banyak predator lain yang bersaing dengan Macan Dahan. Selain itu Macan Dahan juga dikenal sebagai perenang yang handal, dan diprediksi bahwa Macan Dahan bermigrasi ke Pulau Kalimantan dengan cara berenang.

2. Sosok makhluk hidup yang misterius

Macan Dahan makhluk yang misterius, kucing hutan bercorak indah asli Indonesia

Secara morfologi Macan Dahan memiliki panjang tubuh sekitar 68 cm - 106 cm dan berat jantan 25 kg, sedangkan betina hampir 2 kali lebih kecil daripada jantan yaitu 14 kg. Kucing hutan yang dapat bertahan hidup hingga 13 tahun ini dikenal misterius, karena termasuk hewan nokturnal atau aktif pada malam hari dan bersifat penyendiri.

Kebiasaan mereka ini dilakukan untuk menghindari persaingan dalam mencari makan dan predator. Macan Dahan juga bersifat pemalu dan sangat menghindari area yang berdekatan dengan manusia serta didukung dengan penampilannya yang terlihat samar dengan lingkungan sekitarnya.

3. Hewan karnivora terbesar di Kalimantan

Macan Dahan, kucing hutan bercorak indah asli Indonesia menghuni pepohonan

Di Pulau Kalimantan Macan Dahan berperan penting dalam puncak ekosistem. Kucing hutan ini termasuk spesies kucing liar terbesar di habitat Borneo. Dan jika dibandingkan pada daerah Sumatera, Macan Dahan Sumatera ukurannya kalah besar dibanding Harimau Sumatera.

Di Pulau Kalimantan selain termasuk predator terbesar, hewan ini juga menjadi spesies kunci dalam menjaga keseimbangan ekosistem kawasan hutan Kalimantan.

4. Tidak bisa mengaum

Anak Macan Dahan, kucing hutan bercorak indah asli Indonesia

Tak sama seperti jenis keluarga lainnya yang terkenal akan auman yang mematikan, Macan Dahan ternyata tidak bisa mengaum ataupun menggeram. Walau begitu untuk masalah berburu, hewan ini tak kalah dari saudaranya yang lain.

Pergelangan kaki Macan Dahan dapat memutar kebelakang dan memberi keuntungan bagi Macan Dahan untuk memanjat ke atas pohon bahkan bergantung dengan kaki belakangnya. Hal tersebut membuat hewan ini dapat menyergap mangsanya dari atas pohon dan memberikan satu gigitan yang mematikan.

5. Hari Macan Dahan Internasional

Macan Dahan, kucing hutan bercorak indah asli Indonesia dikategorikan sebagai hewan yang dilindungi

Macan Dahan merupakan hewan predator yang terancam punah. Habitatnya yang semakin menciut akibat deforestasi, membuat Macan Dahan ini telah masuk ke daftar merah IUCN. Tercatat jumlah macan di dunia sekitar 4000 ekor dan terus mengalami penurunan. Pada wilayah Borneo atau Kalimantan, kulit bulu Macan Dahan masih digunakan sebagai kepercayaan perdukunan tradisional, sehingga masih banyak yang memburu satwa tersebut.

Untuk memperingati perlindungan satwa liar ini, para aktivis konservasi setiap tanggal 4 Agustus diperingati sebagai Hari Macan Dahan Sedunia. Sedangkan Indonesia telah menetapkan Perarutaran Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 sebagai salah satu spesies yang dilindungi negara.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Phyar Saiputra lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Phyar Saiputra.

Terima kasih telah membaca sampai di sini