Inilah 5 Desa Digital Terbaik di Indonesia - Sistem Pelayanannya Canggih!

Inilah 5 Desa Digital Terbaik di Indonesia - Sistem Pelayanannya Canggih!
info gambar utama

Desa digital merupakan desa yang menerapkan sistem kerja pemerintahan, pelayanan dan pemberdayaan masyarakat berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

Digitalisasi ini bertujuan untuk mengembangkan potensi desa, percepatan akses serta pelayanan publik.

Selain itu, desa digital juga memiliki website dan akun media sosial untuk promosi dan berita, sistem e-commerce serta aplikasi yang sesuai dengan karakter dan potensi ekonomi di tiap desa.

Dari lebih 80 ribu desa yang ada di Indonesia, ternyata masih sedikit desa yang mampu menerapkan program digitalisasi.

Penasaran desa apa sajakah itu? Berikut ini kami rangkum desa digital terbaik yang ada di Tanah Air

1. Desa Lamahu, Kab Bone Bolango, Gorontalo

Desa Lamahu adalah desa digital pertama di Indonesia. Desa ini terletak di Kec. Bulango Selatan, Kab. Bone Bolango, Prov. Gorontalo. Letaknya lebih dari 90 kilometer dari ibu kota Gorontalo.

Melansir laman katadesa.id, bahwa awalnya pemanfaatan teknologi digital di desa ini terinspirasi dari banyaknya laporan tindak kriminal di desa Lumahu.

Dari banyaknya laporan tindak kriminal itu, akhirnya pada 2017, Kepala Desa Lamahu berinisiatif menggagas pengembangan command centre untuk mengawasi tindakan kriminal.

Selain itu, Command Centre menjadi pusat sistem desa digital terpadu untuk memantau aktivitas sekaligus memberikan layanan masyarakat dalam satu desa.

Untuk menunjang penggunaan command centre, aparat desa memasak 32 tiang cerdas atau smart pole yang dilengkapi CCTV, Wifi, lampu otomatis, serta sensor cahaya dan gerak.

Untuk memanfaatkan fungsi Command Centre, masyarakat yang memiliki smartphone berbasis Android harus memiliki aplikasi Panic Button yang diunduh di Playstore.

Ada tiga jenis layanan di aplikasi Panic Button yakni; layanan keamanan, kesehatan, dan pelayanan pengurusan berkas kependudukan atau keterangan surat izin.

Jika ada tindak pencurian, warga tinggal memencet tombol darurat pada aplikasi Panic Button itu. Seketika juga alarm akan berbunyi karena terintegrasi di smartphone Babinsa Babinkamtimas, aparat desa, dan kecamatan.

2. Desa Kemuning, Kab Karanganyar, Jawa Tengah

Desa Kemuning adalah desa yang meraih penghargaan sebagai desa wisata terbaik di ajang Desa Wisata Awards 2021 pada kategori digital.

Desa yang terletak di Kec Ngargoyoso, Kab. Karanganyar, Jawa Tengah ini ternyata telah memiliki website sebagai pusat informasi data desa.

Desa Kemuning juga menerapkan sistem Command Center guna memantau segala aktivitas yang ada di sekitar desa melalui smart tools seperti CCTV, speaker, panic button, sensor kecepatan angin, sensor arus air, hingga smart lamp.

Salah satu keunggulan dengan hadirnya smart tools ini adalah pengembangan objek wisata yang optimal baik dari sisi keamanan maupun kenyamanan.

Misalnya sensor kecepatan angin. Melalui alat ini petugas dapat memantau kecepatan angin yang digunakan oleh wisata paralayang. Andai saja kecepatan angin tiba-tiba berubah, maka petugas dapat memberi sinyal bahaya.

3. Desa Tamansari, Kab Banyuwangi, Jawa Timur

Desa Tamansari adalah sebuah desa yang terletak di kawasan bagian barat kota Banyuwangi. Desa Tamansari cukup dikenal sebagai Desa Wisata berbasis Smart Kampung sejak awal tahun 2016.

Dengan berbagai macam potensi dan pencapaian yang telah diraih, menjadikan Desa Tamansari sebagai Desa yang sering mendapat kunjungan dari Desa atau kota lain sebagai tempat studi banding atau Desa percontohan.

Potensi desa Tamansari terdiri dari berbagai aspek, yakni Aspek wisata alam, UMKM dan Tradisi.

Dari Aspek Wisata Alam, Desa Tamansari terkenal dengan Wisata Kawah Ijen.

Selain itu Sendang Seruni, wisata kolam air yang bersumber dari mata air pegunungan yang dikelola oleh masyarakat sekitar. Wisata Hutan Pinus, Kampung Bunga, dan juga kampung Penambang.

Untuk Aspek UMKM, Desa Tamansari memiliki wisata edukasi seperti peternakan sapi perah, Kebun Kopi, Peternakan lebah madu, oleh-oleh rumahan ibu-ibu Desa Tamansari, warung Osing, dan Homestay yang dikelola oleh Bumdes.

Yang menarik, pemasarannya dibantu oleh pihak Pemerintah Desa dan Bumdes dengan memanfaatkan teknologi Internet.

Jadi, Masyarakat luas bisa mendapatkan produk dan oleh-oleh yang diproduksi oleh Desa Tamansari melalui Online.

4. Desa Cangkringan, Kab Indramayu, Jawa Barat

Desa Cangkingan adalah desa digital yang terletak di Kec Kedokanbunder, Kab Indramayu.

Desa ini punya komitmen yaitu “Membangun Desa Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi” yang akan bertranformasi menjadi Desa Digital.

Desa Cangkingan juga memiliki 6 misi yang dituangkan dalam berbagai program kerja dan kegiatan dengan 6 pilar smart yakni; smart government, smart economy, smart living, smart people, smart village, dan smart heritage.

Beberapa inovasi yang telah dilakukan oleh Desa Cangkingan yaitu mengelola situs resmi desa, aplikasi layanan mandiri, tower kawasan, pengukuran aset, dan batas desa.

Terbaru desa tersebut mampu membuat mesin anjungan layanan mandiri untuk pelayanan administrasi kependudukan.

5. Desa Puntang, Kab Indramayu, Jawa Barat

Desa Puntang adalah desa pertama di Indonesia yang memanfaatkan kemajuan teknologi untuk hasil panen tambak ikan. Bahkan desa ini bisa menjadi desa percontohan nasional di bidang digitalisasi perikanan.

Desa yang terletak Kec Losarang, Kab. Indramayu ini menggunakan aplikasi e-Fishery dan NB-IOT (Narrowband Internet of Things).

Aplikasi ini memungkinkan para petambak ikan mengatur waktu dan jumlah pemberian pakan ikan secara otomatis yang dikontrol melalui smartphone.

Perlu diketahui bahwa budidaya perikanan yang banyak dikembangkan para petambak di desa Puntang adalah ikan lele.

Melansir laman resmi pemerintah Indramayu bahwa selama ini panen ikan lele yang dilakukan petambak di Desa Puntang secara manual hanya tiga sampai empat kali per tahun. Namun dengan menggunakan e-Fishery, maka panen tersebut bisa meningkat menjadi enam kali per tahun.

Nah demikianlah potret transformasi desa digital yang ada di Indonesia, semoga desa-desa lainnya juga ikut serta dalam proyek digitalisasi namun tanpa meninggalkan ciri khasnya sebagai desa.

Baca juga : 7 Desa Bebas Asap Rokok di Indonesia. Patut Diacungi Jempol!

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Achmad Faizal lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Achmad Faizal.

Terima kasih telah membaca sampai di sini