Inilah Sederet Film tentang Sosok Pahlawan Nasional Indonesia, Sudah Nonton?

Inilah Sederet Film tentang Sosok Pahlawan Nasional Indonesia, Sudah Nonton?
info gambar utama

Ada banyak cara untuk mengenang dan meneladani perjuangan para pahlawan, salah satunya lewat film. Indonesia punya sejumlah film tentang pahlawan yang bisa kita tonton.

Dari sekian banyak film karya sineas Indonesia, beberapa di antaranya berkisah tentang perjuangan para pahlawan untuk Indonesia. Kisah sejumlah figur pahlawan pernah diangkat ke layar lebar menjadi film yang disuguhkan kepada pemirsa tanah air.

Kali ini, GNFI akan membahas beberapa film Indonesia yang berkisah tentang sosok pahlawan. Film-film ini cocok ditonton terutama pada bulan November di mana kita biasa memperingati Hari Pahlawan setiap tanggal 10.

Film Janur Kuning, Pencitraan Soeharto dalam Serangan Umum 1 Maret 1949

1. Tjoet Nja' Dhien

Tjoet Nja' Dhien merupakan film yang dirilis pada tahun 1988. Aktris kawakan Christine Hakim tampil sebagai Cut Nyak Dien di film ini. Lalu ada pula Piet Burnama sebagai Panglima Laot dan Slamet Rahardjo yang menjadi Teuku Umar. Sementara itu, sutradaranya adalah Eros Djarot.

Film ini bercerita tentang perjuangan Cut Nyak Dien melawan Belanda yang mencoba menguasai Aceh. Sebagaimana diketahui, perang antara Aceh dan Belanda merupakan perang paling sengit dan panjang di era kolonial Belanda.

Film ini terbilang istimewa karena sempat diajukan untuk penghargaan Film Berbahasa Asing Terbaik di Academy Awards ke-62 tahun 1990. Ini juga merupakan film Indonesia pertama yang tampil di Festival Film Cannes.

2. Soekarno: Indonesia Merdeka

Kisah Sukarno bapak bangsa juga pernah difilmkan. Mengusung judul Soekarno: Indonesia Merdeka, film ini dirilis pada tahun 2013 lalu.

Cerita dalam film ini bermula saat Sukarno lahir. Kemudian, cerita terus mengalir hingga mencapai bagian penting yang juga merupakan momen terbesar dalam sejarah Bangsa Indonesia: Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Disutradarai oleh Hanung Bramantyo, figur Sukarno dalam film ini diperankan oleh Ario Bayu. Sedangkan peran tokoh lain seperti Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan Fatmawati dimainkan oleh Lukman Sardi, Tanta Ginting, dan Tika Bravani.

5 Film Ini Angkat Kisah Perjuangan Para Perempuan Tangguh di Indonesia

3. Sang Pencerah

Sang Pencerah adalah film karya Hanung Bramantyo mengenai kisah Ahmad Dahlan. Sejarah Indonesia mengenalnya sebagai pendiri ormas Islam Muhammadiyah.

Film ini menampilkan Ahmad Dahlan sebagai sosok yang senantiasa berpegang kepada Islam yang modern dan rasional. Ini selaras dengan jejak Muhammadiyah sendiri yang memang merupakan organisasi modernis pembaharu Islam.

Sosok Ahmad Dahlan diperankan oleh Lukman Sardi, Ihsan Tarore, dan Elang El Gibran. Sementara itu Zaskia Adya Mecca dan Marsha Natika berperan sebagai Siti Walidah.

4. Soegija

Soegija bercerita tentang perjalanan hidup Mgr . Soegijapranata, SJ yang utamanya mengambil latar waktu pada tahun 1940 hingga 1949. Saat itu, Indonesia sedang mengalami momen penting berupa Perang Kemerdekaan Indonesia dan pendirian Republik Indonesia Serikat.

Kendati menyajikan kisah hidup seorang rohaniawan Katolik, film ini lebih menitikberatkan kepada sisi kemanusiaan ketimbang agama. Tokoh Soegijapranata diperankan oleh Nirwan Dewanto. Selain itu, ada pula sederet tokoh nasional lain yang ditampilkan dalam film, seperti Presiden Sukarno (Imam Wibowo) dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX (Sagita).

Film ini disutradarai oleh Garin Nugroho. Dengan biaya produksi yang mencapai Rp 12 miliar, Soegija digarap oleh perusahaan produksi Studio Audio Visual Puskat Yogyakarta.

Serial Horor Indonesia Teluh Darah Hadir di Busan International Film Festival

5. Wage

Cerita dalam film Wage diadaptasi dari kisah hidup Wage Rudolf Supratman. Ia adalah guru, wartawan, sekaligus musisi yang dikenal sebagai pencipta lagu kebangsaan Indonesia, Indonesia Raya.

Supratman menciptakan lagu Indonesia Raya pada tahun 1924. Kemudian saat dilaksanakannya Sumpah Pemuda pada 1928, lagu tersebut dimainkan di muka umum. Sayangnya, Supratman tidak sempat menikmati aroma kemerdekaan karena ia wafat pada tahun 1938.

Film Wage disutradarai oleh John de Rantau dan Azuzan Juan Gontarella. Beberapa pemeran yang menjadi bintang adalah Rendra Bagus Pamungkas sebagai Wage Rudolf Soepratman, Teuku Rifnu Wikana sebagai Fritz, dan Putri Ayudya sebagai Roekiyem.

6. Guru Bangsa: Tjokroaminoto

Perjalanan hidup Raden Mas Haji Oemar Said Tjokroaminoto diangkat menjadi film dengan judul Guru Bangsa: Tjokroaminoto. Film ini adalah buah karya sutradara Garin Nugroho. Produksi film dilakukan lewat kolaborasi antara Yayasan Keluarga Besar HOS Tjokroaminoto dan Picklock Production.

Film ini bercerita tentang pengalaman Tjokroaminoto yang hijrah dari kampung halamannya di Ponogora menuju Surabaya. Di Surabaya, Tjokroaminoto melalui pergulatan hidup yang membuatnya berhenti bekerja untuk pemerintah kolonial dan semakin dekat dengan organisasi Sarekat Islam.

Sederet artis papan atas mewarnai film ini. Beberapa di antaranya yakni Reza Rahardian, Christine Hakim, Didi Petet, Sujiwo Tedjo, dan Maia Estianty.

Memahami Pentingnya Peran Para Penyandang Disabilitas untuk Membangun Negeri

7. Sang Kiai

Sekain Ahmad Dahlan sang pendiri Muhammadiyah, KH Hasyim Asyari yang merupakan pendiri Nahdlatul Ulama pun kisah hidupnya pernah diangkat menjadi film. Adapun film biopik KH Hasyim Asyari berjudul Sang Kiai dan dirilis pada tahun 2013 silam.

Film ini disutradarai oleh Rako Prijanto. Sementara itu Ikranagara berperan sebagai KH Hasyim Asyari selaku tokoh utama. Ada pula bintang lain seperti Christine Hakim, Agus Kuncoro, serta Adipati Dolken.

Latar waktu yang ditekankan dalam film ini adalah era penjajahan Jepang. Di sini, KH Hasyim Asyari ditampilkan sebagai sosok yang tergerak untuk melawan Jepang yang telah bertindak sewenang-wenang terhadap masyarakat Indonesia.

8. Kartini

Film terakhir adalah Kartini. Film ini dirilis pada tahun 2017 dan bukanlah satu-satunya film yang mengangkat kisah hidup Raden Ajeng Kartini. Sebelumnya, sudah ada film lain berjudul R.A. Kartini (film) (1984) dan Surat Cinta untuk Kartini (2016).

Film Kartini disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan menampilkan Dian Sastrowardoyo sebagai pemeran RA Kartini. Ada pula Christine Hakim, Acha Septriasa, Ayushita, Reza Rahadian, dan Adinia Wirasti yang turut ambil bagian.

RA Kartini dikenal sebagai pejuang hak-hak perempuan, dan itulah yang ditampilkan dalam film. Kisah film ini bercerita tentang usaha RA Kartini dan teman-temannya untuk menghadirkan kesetaraan bagi setiap orang, baik itu laki-laki maupun perempuan atau bangsawan maupun rakyat biasa.

Ratnawati Sutedjo, Sosok Kartini Masa Kini yang Berdayakan Kaum Disabilitas

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan A Reza lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel A Reza.

Terima kasih telah membaca sampai di sini