Menilik Efek Domino Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dan Bali Berkat KTT G20

Menilik Efek Domino Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dan Bali Berkat KTT G20
info gambar utama

Penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dilaporkan memberi dampak positif terhadap ekonomi Bali dan Indonesia. Aktivitas pariwisata dan bisnis yang kembali ramai, berhasil melejitkan pertumbuhan ekonomi provinsi Bali ke angka positif.

Tak hanya itu, lonjakan wisatawan selama tiga bulan belakangan turut menaikkan jumlah penukaran valuta asing (valas) hingga 40 persen. Pendapatan Bali selama KTT G20 pun ikut berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

4 Lokasi Wisata yang Digunakan untuk Gelaran KTT G20

Pertumbuhan ekonomi Bali

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, dalam rentang Juli-September, perekonomian Bali melesat hingga 8,09 persen. Jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu yang melorot di angka -2,47 persen. Perolehan itu bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 5,72 persen.

Di samping itu, berdasarkan akumulasi dari Januari-September, produk domestik bruto (PDB) Bali menanjak hingga 4,19 persen dibanding tahun lalu.

‘’G20 memberi sumbangsih sekitar 1 persen terhadap PDB Bali,’’ terang Kepala Bank Indonesia (BI) Bali Trisno Nugroho di Denpasar, Senin (7/11/2022).

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Bali pada kuartal ketiga paling banyak bersumber dari ekspor sebesar 21,57 persen, investasi 3,01 persen, konsumsi rumah tangga 2,59 persen, sektor bisnis akomodasi dan makan minum sebesar 18,43 persen. Kemudian, pertanian, kehutanan, dan perikanan 14,81 persen, serta konstruksi 11,18 persen.

Sebetulnya PDB Bali telah memperlihatkan pertumbuhan positif sejak kuartal pertama tahun ini sebesar 1,43 persen, lalu naik lagi pada kuartal kedua hingga 3,05 persen. Berkaitan dengan ini, BI optimis memprediksi selama Oktober-Desember 2022, ekonomi Bali mencapai 5 persen, sehingga pertumbuhan tahunannya akan berkisar 3,84-4,6 persen.

‘’Perkiraan tersebut sudah memasukkan faktor G20, yang pastinya memberi sumbangsih bagi bangkitnya perekonomian Bali,’’ ucap Trisno.

Ekonomi Bali Mulai Bangkit Berkat KTT G20

Peningkatan transaksi valas

Ilustrasi money cahnger Bali | Nikolas Gregor/Shutterstock
info gambar

Jelang puncak KTT G20, transaksi penukaran valuta asing (valas) di gerai fisik melambung hingga 40 persen. Penukaran valas terbesar saat ini dikantongi oleh dolar Amerika, euro, yen Jepang, dolar Australia, dolar Singapura, dan ringgit Malaysia.

“Transaksi pembayaran nontunai dengan QRIS dan digitalpayment lainnya, seperti kartu kredit juga naik,” ungkap Ketua BPD Asosiasi Pedagang Valuta Asing (APVA) Bali Ayu Astuti Dhama, Kamis (3/11/2022).

Di samping itu, BI akan memastikan ketersediaan uang mencukupi selama penyelenggaraan KTT G20, baik valas maupun rupiah, termasuk semua ATM di Bali.

“Saat ini ketersediaan uang berada pada kisaran Rp12-14 triliun per tahun. Kami siapkan cadangan hingga Rp 5 triliun setiap tahunnya,” ujar Trisno.

Tak hanya BI, sejumlah perbankan bakal meletakkan ATM di beberapa lokasi strategis demi menyokong kelancaran pagelaran KTT G20 di Bali. Bank Mandiri, misalnya, menyediakan dua gerai penukaran uang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar.

Bali Bersiap! Ganjil Genap dan Pembatasan Angkutan Barang Akan Berlaku Selama KTT G20

Kontribusi terhadap PDB Indonesia

Pasar Ubud | khlongwangchao/Shutterstock
info gambar

Selain berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi Bali dan transaksi valas, KTT G20 juga berpengaruh pada PDB Indonesia. Total kontribusinya bahkan mencapai 533 juta dolar AS atau setara Rp7,4 triliun. Konsumsi domestik juga meningkat hingga Rp1,7 triliun.

Staf Ahli Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Kemaritiman Kemenko PMK Nyoman Shuida menuturkan, berkat KTT G20, jumlah turis mancanegara yang datang ke Bali sampai saat ini mencapai 1,8–3,6 juta orang. Selain itu, sebanyak 600-700 ribu lapangan kerja baru telah terbuka, didominasi oleh sektor kuliner, mode, dan kriya.

Kemudian, merujuk informasi dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Nyoman mengatakan jumlah keterisian kamar hotel di Bali kini sudah menyentuh 70 persen. Jauh melampaui angka tahun lalu yang hanya 20 persen.

“Serapan tenaga kerja di sektor pariwisata, khususnya hotel, sudah mencapai sekitar 80 persen terhadap para pekerja yang saat masa pandemi dirumahkan," kata Nyoman.

Kestabilan dan konsistensi ekonomi akan terus dipantau, terutama pasca KTT G20 Bali mengingat dampak krisis global juga melanda indonesia, seperti inflasi dan lainnya.

Pinandita dan Tari Pendet, Dua Kebudayaan Tradisonal Bali yang Ikut Sukseskan KTT G20

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Afdal Hasan lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Afdal Hasan.

AH
SA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini