Misteri Kawasan Situs Wonoboyo, Benarkah Merupakan Permukiman Bangsawan Jawa?

Misteri Kawasan Situs Wonoboyo, Benarkah Merupakan Permukiman Bangsawan Jawa?
info gambar utama

Selain terdapat perhiasan kuno, berbagai peralatan memasak kuno ternyata juga pernah ditemukan di kawasan Situs Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan. Karena penemuan artefak, di Wonoboyo diperkirakan pernah berdiri pemukiman kuno.

Humas Komunitas Pemerhati Cagar Budaya (KPCB) Klaten, Hari Wahyudi memperkirakan selain temuan guci dari Dinasti Tang, terdapat juga temuan fragmen yang menunjukan peralatan dapur beserta sisa arang.

“Menurut saya, di sana dulunya permukiman bangsawan. Di sana ada bekas aktivitas setiap hari,” kata Hari yang dimuat Solopos.

Menjelajah Tjong A Fie Mansion: Akulturasi Arsitektur Tiongkok-Indonesia

Hari juga menjelaskan bahwa di kawasan tersebut pernah ditemukan batu putih khas breksi serta batu bata merah. Diperkirakan, batu itu menjadi bagian dari pagar. Hari meyakini di bawah tanah kawasan Situs Wonoboyo masih menyimpan banyak misteri.

Sementara itu ketika disinggung pembangunan jalan tol Solo-Jogja yang melintasi Situs Wonoboyo, Hari mengatakan kawasan itu tetap harus dilindungi. Dia menyarankan pemerintah desa atau instansi terkait dilibatkan untuk mengawasi proses pembangunan.

“Alangkah baiknya desa atau dinas terkait dan jalan tol bersurat ke BPCB untuk menerjunkan alat ground penetrating radar (GPR) guna memastikan di dalam tanah tersebut ada objek diduga cagar budaya (ODCB) atau tidak,” ungkapnya.

Istana Medang?

Bugie Kusumohartono dalam Situs Wonoboyo: Pemukiman Kuna pada Jenjang Mana? (1993), temuan harta karun di Desa Wonoboyo memunculkan spekulasi bahwa lokasi tersebut pernah menjadi titik penting Kerajaan Mataram Kuno.

Tetapi berdasarkan penelitian lebih lanjut, Bugie memaparkan mengenai kemungkinan lokasi tersebut adalah sebuah wanua. Wanua merupakan kesatuan politik terkecil yang dipimpin oleh sekelompok pemuka desa atau rama.

Sumber-sumber sejarah dari zaman Indonesia kuno memberikan gambaran bahwa wilayah politik kerajaan terdiri atas daerah pusat kerajaan (ibukota) di mana istana raja berada, daerah-daerah watak, dan daerah-daerah wanua.

Mitos Air Suci Petirtaan Simbatan: Berkah Kesembuhan dan Kesejahteraan

Mencangkup beberapa wanua adalah watak, yang dipimpin oleh rakai atau pamgat. Kajian secara khusus atas prasasti zaman Mataram Kuno misalnya, berhasil menghimpun sekitar 100 nama watak atau lebih banyak lagi nama wanua.

“Namun, dalam kenyataannya, dapat dikatakan bahwa kajian secara fisik atas jaringan pemukiman masa Indonesia kuno sungguh sulit dilakukan mengingat sangat sedikit situs habitasi yang dapat dijumpai hingga saat ini,” bebernya.

Kendati begitu, pihaknya mendapati fakta, salah satu keberadaannya Situs Wonoboyo terletak di dataran aluvial kaki Gunung Api Merapi, sehingga tanahnya subur, mudah memperoleh air, mudah memperoleh bahan bangunan, sehingga cocok untuk bertani.

Permukiman kuno

Siswanto dalam Jejak Daun di Situs Wonoboyo menyebut aliran lahar letusan Gunung Merapi telah mengubur peradaban di Situs Wonoboyo beratus tahun silam. Dikatakannya lokasi ini dahulu merupakan situs permukiman, bukan lokasi keraton.

Dari hasil serangkaian penelitian tersebut teridentifikasi adanya beberapa bagian situs pemukiman (settlement), yaitu berdasarkan temuan berupa artefak keseharian seperti keramik dan gerabah.

Pada Desember 1991, Balai Arkeologi Yogyakarta melakukan penelitian pada situs tersebut. Salah satu hasil dan perlu perhatian adalah temuan lapisan tanah (lapis tuff) mengandung sisa-sisa tumbuhan yaitu jejak daun (leaf impression) pada beberapa kotak uji.

Kemegahan Petirtaan Simbatan: Jejak Dewi Sri Berikan Kesuburan untuk Magetan

Wisjachudin Faisal dalam Peran Metode Pertanggalan Radiometris di Bidang Arkeologi dan Geologi (2009), mengungkap hal senada. Pertanggalan mutlak dan relatif telah dilakukan di Situs Wonoboyo dan telah dijumpai dua kelompok temuan arkeologik.

Temuan artefak emas dalam jumlah yang relatif besar, diperkirakan ada hubungannya dengan sisa pemukiman kuno. Tetapi dari temuan 32 kilogram artefak emas Situs Wonoboyo secara obyektif tidak ada hubungannya dengan sisa pemukiman kuno.

“Dengan kata lain anggapan bahwa pemukiman kuno tersebut sebagai bekas pusat kekuasaan politik atau lokasi ibu kota kerajaan perlu diragukan,” tulis Wisjachudin.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini