Sisi Lain WSBK Mandalika 2022: Ketika Pebalap Berinteraksi dengan Alam & Masyarakat Lombok

Sisi Lain WSBK Mandalika 2022: Ketika Pebalap Berinteraksi dengan Alam & Masyarakat Lombok
info gambar utama

Beberapa pebalap World Superbike yang berlaga di Sirkuit Mandalika akhir pekan lalu membagikan momen aktivitas mereka di Lombok. Dari momen tersebut, kita bisa melihat sisi lain dari keberadaan mereka dalam gelaran ajang balapan prestisius tersebut.

WSBK Mandalika 2022 telah selesai digelar. Serangkaian agenda selama tiga hari mulai dari Jumat (11/11) hingga Minggu (13/11) telah berjalan dengan lancar.

Selama tiga hari itu, Lombok diramaikan oleh para pebalap serta kru tim dari berbagai belahan dunia untuk unjuk kebolehan. Untuk sesaat, Lombok seakan menjadi perhatian dunia.

Para pebalap yang datang ke Lombok tidak hanya sekedar beraksi adu kecepatan di lintasan aspal. Ada pula pengalaman unik yang mereka rasakan selama berada di sana. Beberapa di antaranya mereka bagikan kepada publik melalui media sosial.

Dari secuil momen yang menunjukkan pengalaman unik mereka, publik bisa sedikit melihat apa yang terjadi saat mereka berinteraksi dengan alam dan masyarakat Lombok.

Alam Lombok memberikan tantangan tersendiri bagi pebalap. Iklim tropis membuat cuaca terasa begitu panas bagi mereka. Melakoni balapan dalam kondisi demikian tentu bukan perkara mudah.

Pebalap pun dituntut mencari cara untuk mengatasi tantangan tersebut. Pebalap tim Pata Yamaha Brixx Toprak Razatlioglu menunjukkan cara uniknya untuk mengatasi cuaca panas, yakni dengan berenang.

Pebalap asal Turki itu berenang di area sirkuit. Caranya? Dengan menggunakan kolam renang tiup yang biasa digunakan anak-anak.

Razatliouglu menunjukkan foto dirinya saat berenang di media sosial. "Saya sedang di Maladewa saat di akhir sesi latihan bebas" tulisnya dengan nada bercanda.

Hal yang sama dilakukan juga oleh rekan satu timnya, Andrea Locatelli. Dalam video yang diunggah oleh akun tim, tampak ia sedang asyik berendam di kolam tiup sambil memegang mainan bebek.

Di samping itu, ada pula cerita mengenai interaksi pebalap dengan masyarakat lokal. Contohnya seperti yang dibagikan Michael Rinaldi dari tim Ducati Panigale R. Ia sempat bertemu dengan anak-anak penjual gelang yang menjajakan dagangannya di sekitar sirkuit.

Pertemuannya dengan para bocah penjual gelang ternyata menjadi momen haru bagi Rinaldi. Lewat pesan dalam unggahan berupa foto bersama anak-anak tersebut, ia mengaku momen tersebut membuatnya bersyukur sekaligus bisa belajar tentang makna sebuah perjuangan.

"Bayangkan dilahirkan di sebuah pulau kecil di tengah lautan, Anda tidak memiliki apa-apa selain gelang untuk dijual. Di sinilah aku. Saya jadi merasa sangat diberkati dengan apa yang saya miliki dan saya berterima kasih kepada anak-anak ini yang telah mengingatkan saya apa itu perjuangan yang sebenarnya," tulisnya.

Euforia MotoGP Mandalika, Keramaian Parade Seremonial dan Berkah Bagi Masyarakat Lokal



Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan A Reza lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel A Reza.

Terima kasih telah membaca sampai di sini