Filosofi Batik Bomba Sulawesi Tengah yang Dipakai Elon Musk saat B20 Summit

Filosofi Batik Bomba Sulawesi Tengah yang Dipakai Elon Musk saat B20 Summit
info gambar utama

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 menjadi sebuah perhelatan yang jadi sorotan belakangan ini. Termasuk salah satu agenda di bawahnya adalah pelaksanaan forum Business 20 atau B20 yang dihadiri oleh para pemimpin besar dalam dunia bisnis yang membahas isu pembangunan ekonomi global.

Dari pelaksanaan kegiatan besar ini, tak cuma aspek-aspek politik, ekonomi, dan hubungan internasional saja yang jadi perhatian, namun juga mengenai unsur-unsur kebudayaan yang turut jadi 'penghias'.

Elon Musk, sang pendiri Tesla yang juga turut hadir dalam acara B20 secara virtual terlihat menggunakan salah satu batik khas nusantara, yaitu batik Bomba yang berwarna hijau.

Batik ini mungkin belum terlalu dikenal banyak orang. Namun, batik Bomba juga punya motif yang tak kalah indah dengan batik-batik lainnya.

Sederet Kerja Sama Baru RI dengan Luar Negeri Berkat KTT G20

Mengenal Batik Bomba

Beberapa motif batik bomba | Batik Bomba Khas Palu (Facebook)
info gambar

Batik bomba ini asalnya dari Sulawesi Tengah. Mungkin sebagian orang baru mengetahui kalau batik juga jadi salah satu kesenian yang tidak hanya berkembang di pulau Jawa saja. Nyatanya, industri batik khas Sulawesi Tengah ini punya pangsa pasar yang cukup diperhitungkan.

Secara motif, batik ini banyak mengadopsi unsur-unsur flora. Dalam bahasa Kaili, bahasa yang kerap digunakan oleh masyarakat Palu dan sekitarnya, Bomba punya arti sebagai kembang atau bunga.

Bersumber dari situs iwarebatik.com, batik ini punya filosofi mengenai rasa cinta yang sakral untuk keluarga, kerajaan, dan Tuhan. Motif dari batik-batik bomba juga melambangkan kehidupan sosial masyarakat Palu yang sangat terbuka dan menghargai keberagaman dalam kebersamaan.

Dulunya, batik ini hanyalah sebuah kain sarung, belum belum berkembang menjadi busana yang kerap digunakan seperti sekarang. Kemunculan batik ini dimulai dari seorang Langganunu atau seorang pemimpin di Kerajaan Tawaeli bernama Putri Manukaluli (disebutkan pula sebagai Marukaluli).

Ia menciptakan motif bunga di atas kain ivo atau kulit kain kayu, media wastra yang populer di masyarakat Kaili. Setelahnya ia juga membuat motif di atas kain lain, seperti kain sutra. Kemudian, hasil karyanya ini pun dikenal sebagai Vuya Bomba atau Sarung Bomba.

Penelitian dari Universitas Tadulako (Untad) menyebutkan setidaknya ada 30 motif batik Bomba yang diketahui. Motif ini juga secara umum memang melambangkan hal-hal yang berkaitan dengan Palu.

Sebagai contoh, sebagaimana dijelaskan dalam situs anakuntad.com, salah satu motif yang bernama Taiganja merupakan lambang kasih sayang, motif bunga cengkeh melambangkan cengkeh sebagai komoditas lokal, ada pula motif burung Mallo dan Aleo yang merupakan satwa khas Sulawesi Tengah.

Inilah Ragam Kuliner Khas Kota Palu

Sengaja dikirimkan

Batik Bomba | BeritaBenar/Keisyah Aprillia
info gambar

Batik yang dikenakan Elon Musk ini memang sengaja dikirimkan kepadanya untuk dipakai ketika ia menghadiri B20 Summit Indonesia 2022 secara virtual. Hal ini disebutkan oleh Anindya Bakrie selaku CEO Bakrie & Brothers yang menjadi moderator pada acara tersebut.

Alasan utamanya adalah karena Palu yang merupakan asal dari batik bomba adalah salah satu wilayah yang menjadi produsen nikel terbesar di Indonesia. Sedangkan nikel sendiri adalah salah satu sumber daya utama yang jadi material dalam pembuatan mobil listrik, yaitu baterai. Yang mana, Elon Musk sendiri merupakan CEO dari Tesla, perusahaan mobil listrik terbesar di dunia.

"Itu Batik Bomba berasal dari Sulawesi Tengah, tempat di mana banyak nikel yang dibutuhkan untuk mobil listrik. Rencananya, di Sulteng juga akan dibangun Net Zero Industrial Park dan proyek energi bersih lainnya," ujar Anindya sebagaimana dikutip dari Tribun Palu.

Upaya pengenalan industri melalui media wastra ini adalah sebuah pemantik yang diharapkan bisa menjadi sebuah kolaborasi untuk industri sumber daya nikel di Indonesia dengan perusahaan mobil listrik dunia tersebut. Selain itu, Elon juga tampak menyukai batik tersebut.

Berkah KTT G20: Meluasnya Konektivitas 5G dan Manfaat Bagi Masyarakat Lokal

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MM
SA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini