3 Destinasi Wisata Sejarah yang Layak Dikunjungi di Kalimantan Tengah

3 Destinasi Wisata Sejarah yang Layak Dikunjungi di Kalimantan Tengah
info gambar utama

Kalimantan Tengah punya destinasi wisata yang tak kalah beragam layaknya wilayah atau kota lain yang ada di Indonesia. Belum lagi, jenis destinasi wisata yang dimiliki pun berasal dari berbagai jenis.

Mulai dari wisata alam seperti laut dan pantai layaknya Gosong Senggora atau Taman Nasional (TN) Tanjung Putting, dan masih banyak lagi destinasi wisata lain yang bahkan berada di tengah-tengah kota.

Di antara sederet destinasi yang dimiliki dan mayoritas bertemakan alam, sebenarnya ada satu pilihan tema destinasi wisata yang tak boleh dilewatkan, yaitu wisata bertemakan sejarah. Pengalaman wisata bertemakan sejarah di Kalimantan Tengah bisa dengan mudah didapat dengan mengunjungi sejumlah museum, yang di dalamnya terdapat koleksi benda-benda peninggalan sejarah yang mungkin tidak dapat ditemui di museum lainnya.

Tak hanya itu, bahkan ada juga sebuah destinasi bersejarah yang dapat memberikan gambaran secara detail mengenai seperti apa kehidupan masyarakat adat khas Kalimantan yang sebenarnya.

Lalu apa saja destinasi wisata sejarah yang dimaksud? Berikut daftarnya.

Kota Tua Padang dan Jembatan Siti Nurbaya, Ikon Wisata dengan Kisah yang Melegenda

Istana Kuning

Istana Kuning merupakan bangunan Istana Kerajaan pada masa Kesultanan Kutaringin. Mengenai lokasinya sendiri, bangunan ini berada di tengah Kota Pangkalanbun dan bersebelahan dengan lapangan tugu.

Jika ditelusuri, Istana Kuning terdiri dari empat bangunan yaitu bangsal (tempat penerimaan tamu kerajaan), rumbang (tempat raja bersemedi), dalem kuning (pusat pemerintahan, dan tempat tinggal raja), serta pedahiran (ruang makan kerajaan).

Pada tahun 1986, istana yang terkenal dengan pintu kerajaan berwarna kuning itu dibakar oleh seorang wanita gila bernama Draya dan tidak meninggalkan satu barang pun.

Hingga saat ini, replika istana yang telah selesai di bangun kembali pada tahun 2000 tersebut menjadi salah satu peninggalan bersejarah Kerajaan Kutaringin di Kalimantan Tengah sebagai bukti berdirinya sebuah Kerajaan Islam dan satu-satunya kerajaan yang pernah berdiri di wilayah Kalimantan Tengah.

Objek wisata sejarah ini dapat dikunjungi setiap hari mulai pukul 09.30-16.00 dengan tarif masuk sebesar Rp3.000 untuk pelajar, Rp5.000 untuk wisatawan lokal, dan Rp10.000 untuk wisatawan mancanegara.

Pemandian Air Panas Guci, Wisata Keluarga dan Relaksasi Diri di Tegal

Museum Balanga

Dikenal juga dengan nama Balanga State Museum. Lokasinya berada tepat di tengah kota sekaligus Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu Palangkaraya.

Dulunya, museum ini merupakan merupakan Gedung Monumen Dewan Nasional (GMDN) yang dibangun pada tahun 1963 dan diresmikan pertama kali dengan nama ‘Balanga’. Wisatawan yang berkunjung ke museum Balanga akan disuguhkan dengan berbagai koleksi benda yang menunjukkan identitas dan kehidupan suku asli Kalimantan yaitu Suku Dayak.

Begitu masuk ke area pameran, pengunjung akan merasakan suasana kehidupan tradisional Suku Dayak berkat kehadiran koleksi benda yang disusun berdasarkan daur hidup, mulai dari peralatan upacara fase kelahiran, perkawinan, sampai kematian.

Tak hanya itu, di dalamnya juga ada senjata tradisional seperti Sumpit, Duhung, dan Mandau. Uniknya, disana juga dipajang miniatur rumah panjang yang disebut Rumah Betang.

Sebelum pandemi melanda, museum satu ini biasa buka setiap hari dengan harga tiket masuk Rp2.500. Sempat mengalami penutupan, saat ini Museum Balanga diketahui hanya buka setiap hari Senin-Jumat dengan harga tiket Rp3.000.

Menikmati Sejuknya Wisata Alam Air Terjun Coban Rondo Malang

Museum Kayu Sampit

Berpindah dari Pontianak, museum selanjutnya berlokasi di dekat destinasi wisata TN Tanjung Puting yang sama-sama berada di Kotawaringin Timur, tepatnya Kota Sampit di Jalan S. Parman No. 1, yaitu Museum Kayu Sampit.

Museum yang didirikan pada tahun 2003 silam dan pertama kali diresmikan di tahun 2004 ini dinamakan museum kayu karena kota Sampit pernah berjaya di bagian perkayuan.

Pengunjung yang datang ke tempat ini akan disuguhkan barang bersejarah berupa berbagai macam kayu, alat pengolahan kayu, alat komunikasi, alat dapur, alat penangkap ikan, dan alat transportasi.

Koleksi kayu yang ada di Museum Kayu Sampit diketahui terdiri dari kayu ramin, dowel, meranti kuning, alau, kemfa, ulin, benuas, samping, lanan, bangas, sungkui, pantung dan pilam. Kayu-kayu tersebut sebagian ditampilkan dalam bentuk furnitur, sedangkan sebagiannya lagi dipamerkan dalam bentuk sampel berupa potongan.

Tidak ada harga yang dipatok untuk wisatawan, namun mereka yang datang dapat memberikan pembayaran secara sukarela.

Selain Taka Bonerate, Ini 5 Destinasi Wisata Alam Favorit Kepulauan Selayar

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini