Cerita Pohon Kenari yang Selimuti Kota Bogor Selama Ratusan Tahun

Cerita Pohon Kenari yang Selimuti Kota Bogor Selama Ratusan Tahun
info gambar utama

Sebelum milenium kedua Masehi, deretan pohon kenari (Canarium amboinense) di Jalan Ahmad Yani, Tanah Sareal, Kota Bogor masih amat rimbun. Selain keteduhan dan ibarat menembus lorong dimensi lain karena begitu rapatnya pohon.

Pohon kenari merupakan tanaman asli Indonesia yang berasal dari Maluku yang kemudian menyebar ke beberapa pulau. Selain banyak ditemui di Bogor, kenari juga dapat ditemukan di beberapa kota seperti Lombok, Medan, dan lainnya.

Jumlah pohon kenari sebagai pohon tepi jalan di Bogor lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah jenis pohon tepi jalan lain, bahkan cenderung dominan di beberapa jalan. Diduga penanaman kenari karena berada di wilayah Kebun Raya Bogor.

Sugiarto, Dedikasikan Hidup Lebih dari 20 Tahun untuk Gaungkan Aksi Menanam Pohon

Salah satu jalan di Bogor yang didominasi oleh pohon kenari adalah Jalan Pemuda dan Jalan Ahmad Yani. Berdasarkan catatan bahwa pohon kenari yang merupakan peninggalan masa kolonial itu telah berumur ratusan tahun.

Bahkan karena banyaknya pohon kenari, pada 1970-an Kota Bogor pernah mendapatkan julukan sebagai Kota Kenari. Deretan pohon kenari itu menjadi pembatas jalan dan hamparan dari kebun karet.

“Namun julukan itu kini tidak terdengar lagi, bahkan banyak warga Kota Bogor yang tidak mengetahui bahwa Bogor pernah mendapat julukan sebagai Kota Kenari,” papar Endah Purnamasari dalam skripsi berjudul Studi Keberadaan dan Kondisi Fisik Pohon Kenari (Canarium commune L), Sebagai Pohon Tepi Jalan di Jalan Pemuda dan Jalan Ahmad Yani, Kota Bogor.

Mengenal pohon kenari

Pohon kenari memiliki tinggi yang mencapai 60 meter. Sedangkan diameternya dapat melebihi 2 meter. Sebuah ukuran yang bisa dikata raksasa meskipun tidak mencapai ukuran si Pohon Sialang.

Dilihat dari karakteristiknya, pohon kenari memiliki tajuk yang berbentuk kolumnar dan tidak begitu lebat serta daunnya majemuk terdiri atas 4-5 pasang anak daun yang berbentuk lonjong memanjang.

Selain itu, batangnya tegak dan lurus, tingginya dapat mencapai 45 meter, kulit luarnya berwarna keabu-abuan dan diameter dapat mencapai 180 meter. Pada pohon dewasa atau tua, terdapat akar papan yang tingginya berkisar antara 1-2 m dengan lebar yang bervariasi.

Menanam Pohon, Menanam Kehidupan

Menurut Setiawati, pohon kenari termasuk jenis pohon yang tahan terhadap pencemaran udara dan dapat disarankan menjadi peneduh pada lanskap jalan raya terutama jalan yang yang padat lalu lintasnya.

“Dengan karakter demikian, pohon kenari memenuhi kriteria sebagai pohon tepi jalan,” jelasnya.

Disamping berfungsi sebagai pohon tepi jalan, pohon kenari dikenal pada sebagai penghasil biji daripada penjual kayu. Bijinya sudah sejak lama di perdagangan orang dan biasanya digunakan oleh tukang-tukang ke sebagai biji almond.

Biji kenari dapat dapat dimakan langsung tanpa dimasak atau diolah terlebih dahulu. Selain itu, biji kenari banyak dimanfaatkan oleh orang Bogor untuk dijadikan kerajinan tangan yang biasanya dijual di sekitar Kebun Raya Bogor.

Upaya perlindungan

Melihat pentingnya pohon kenari, pemerintah Kota Bogor berkeinginan untuk melestarikan dan mempertahankan keberadaannya yaitu dengan menetapkan SK Walikotamadya Bogor No. 520/SK 219-EKON/1995 tentang Pelestarian Flora dan Fauna Khas Bogor.

Upaya lain yang dilakukan pemerintah yaitu dengan melakukan penanaman pohon kenari di beberapa ruas jalan di Kota Bogor. Diketahui pemerintah Kota Bogor telah melakukan penanaman pada beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Tata Kota dan Pertamanan Kota Bogor, jumlah pohon kenari di sepanjang ruas jalan Ahmad Yani dan jalan Pemuda saja mencapai 130 pohon. Jumlah yang sangat banyak itu membuat pohon kenari menjadi vegetasi paling dominan.

Potret Gerakan Satu Juta Pohon dan Reboisasi Hutan di Indonesia

Meskipun tampak rindang, pohon-pohon kenari yang ada di pinggir jalan ini menyimpan potensi yang dapat membahayakan pengguna jalan. Kepala Bidang Pertamanan Kota Bogor, Deni Sediawan menyebut banyak pohon yang sudah keropos dan mati.

“Pohon-pohon tersebut dapat roboh sewaktu-waktu dan membahayakan jiwa pengguna jalan,” ucapnya.

Maka dari itu, demi menjaga keselamatan pengguna jalan, pohon-pohon yang membahayakan terpaksa ditebang. Tetapi penebangan pohon-pohon tersebut tidak dilakukan secara serampangan, namun ada pengecekan dan pengkajian.

Selain itu ada juga penanaman kembali pohon-pohon kenari di pinggir jalan. Walau begitu dirinya menyebut mungkin masyarakat belum bisa lagi menikmati jalanan Bogor yang dinaungi rimbunnya pohon kenari, karena peremajaan membutuhkan waktu lama.

Tentunya di tengah tuntutan modernisasi, diharapkan Bogor tetap rindang dan asri. Bukan hanya sibuk dengan aktivitas manusia, namun juga Bogor yang menyimpan romantika sebagai kota peristirahatan.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini