Gecok Tlogo Khas Tuntang, 'Jamu' Olahan Kambing yang Nikmat

Gecok Tlogo Khas Tuntang, 'Jamu' Olahan Kambing yang Nikmat
info gambar utama

Kuliner yang ada di Jawa Tengah memang ada banyak sekali. Mulai dari yang memiliki cita rasa yang benar-benar manis seperti di, makanan pedas, makanan ringan, hingga makanan berkuah gurih, semuanya ada.

Nah ada salah satu makanan yang memang popularitasnya masih kurang dikenal. Tetapi, mencoba makanan ini adalah hal yang harus Anda lakukan, apalagi kalau Anda adalah pecinta makanan olahan kambing atau senang dengan makanan dengan bumbu berempah cukup kuat.

Makanan ini adalah Gecok Tlogo, sebuah kulinr Khas Desa Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang yang punya cita rasa yang sangat khas. Lupakan setiap penilaian atau mindset kamu mengenai makanan Jawa yang punya karakteristrik manis, makanan ini cenderung agak berbeda dari segi rasa. Sensasi rasa seperti ini mungkin jarang kamu temui apda masakan khas Jawa lainnya.

Tanpa perlu berlama-lama lagi, mari kita berkenalan dengan kuliner yang satu ini.

Soto Gudangan, Perpaduan Kuliner Unik nan Lezat dari Ungaran

Dianggap sebagai 'jamu'

Ya, Anda tidak salah dengar. Makanan ini kerap dianggap sebagai kuliner 'jamu'. Namun ini bukan berarti jamu seperti yang kerap dijual pada umumnya. Alasan mengapa makanan ini dianggap sebagai jamu adalah karena khasiatnya yang bisa menghangatkan tubuh.

Mengingat, daerah Tuntang ini juga agak sedikit sejuk, apalagi pada saat zaman dahulu. Konon, bila ada orang yang kedinginan, memakan gecok akan langsung bisa membuat tubuh berkeringat.

Bumbu-bumbunya sendiri juga terdiri atas bahan dasar rempah-rempah yang mirip dengan jamu. Mulai dari kunir, jahe, salam sereh, daun jeruk, kapulaga, cabe rambat, ketumbar, jinten, hingga lengkuas. Kuah ini juga dicampur dengan parutan kelapa yang kerap disebut sebagai blindu. Belum lagi bumbu-bumbu khas lain yang turut menambahkan karakteristik 'jamu' tersebut. Tak cuma bisa menghangatkan tubuh, gecok juga dianggap sebagai penambah stamina.

Bahan-bahan yang mengisi campuran gecok sendiri terdiri atas berbagai campuran dari berbagai bagian kambing. Mulai dari kepala, kaki, iga, daging, hingga congor. Kalau Anda adalah pecinta jeroan kambing, makanan ini pastinya bisa memanjakan lidah Anda.

Menemukan makanan ini di daerah Jawa Tengah tergolong sulit. Bahkan, mungkin hanya ada di daerah Tuntang, Kabupaten Semarang. Bila memang ada yang menjual di luar daerah ini, apalagi ia bukan orang asli Tuntang, mungkin rasanya tidak akan seenak di tempat asalnya. Sebab, masyarakat di daerah ini sudah sangat ahli dalam meraciknya.

Museum Gatot Subroto Ungaran, Mengenang Perjuangan Sang Jenderal

Gurih, pedas, menghangatkan

Secara tampilan, makanan ini terlihat sangat menggugah selera. Sekilas, mirip dengan gulai sapi. Hanya saja, kuahnya cenderung agak kemerahan. Bila melihat lebih dekat, taburan kelapa parut (blindu) serta bawnag goreng pun kelihatan jadi pelengkap yang membuat tidak sabar untuk mencicipinya.

Dari segi aroma, tercium bebauam rempah yang sangat kuat, namun tidak mencolok di hidung. Terkesan menonjol namun harumnya menyeruak dengan sangat 'sopan' di hidung. Rasa untuk langsung segera menyantapnya pun semakin tinggi.

Mulai hirupan kuah pertama, ekspektasi soal rasa pun sesuai dengan tampilan dan aromanya. Kuahnya terasa gurih-gurih sedap dengan ada sensasi pedas yang menyusul di akhirnya. Namun bukan pedas yang menggigit, melainkan pedas yang sedang dan berempah.

Bicara soal rempah, bahan-bahan dasar dari gecok ini pun benar-benar menyatu dengan mantap. Kuahnya ini terasa lezat, pekat kental, ditambah dengan sensasi yang menghangatkan setelahnya.

Tentunya, kita juga tidak bisa melupakan isian. Potongan dari bagian tubuh kambing ini semuanya terasa nikmat. Apalagi dipadukan dan direbus bersamaan dengan kuah rempah yang jadi kunci utama dari kenikmatan gecok ini. Apalagi jika dimakan bersamaan dengan nasi putih hangat.

Karakteristik kambing yang 'hangat' juga turut membuat makanan ini benar-benar cocok dianggap sebagai jamu. Namun, jamu di sini bukanlah sebuah minuman, melainkan sebuah santapan lezat yang mengenyangkan sekaligus mengangkatkan tubuh dari manfaat yang didapatkan dari bahan-bahan dasarnya.

Stasiun Ambarawa, Denyut Nadi Kota Militer yang Lama Terlelap

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MM
SA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini