Sejarah dan Perkembangan Tari Pendet, Tarian Bali yang Bikin Joe Biden Terkagum-kagum

Sejarah dan Perkembangan Tari Pendet, Tarian Bali yang Bikin Joe Biden Terkagum-kagum
info gambar utama

Dari sekian banyak momen di KTT G20 beberapa waktu lalu, kekaguman Joe Biden terhadap Tari Pendet menjadi salah satu yang paling dibicarakan.

Semua bermula dari kedatangan Presiden Amerika Serikat itu di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Minggu (13/11) malam. Saat turun dari pesawat, ia disambut dengan sederet penari Pendet yang beraksi untuk menyambutnya.

Melihat Tari Pendet, Biden langsung menyatakan kekagumannya.

Amazing, Splendid, Wonderful,” demikian yang dikatakannya saat itu.

Di balik keindahan gerakannya yang memukau, tari Pendet ternyata memiliki makna filosofis tersendiri yang mengalami kemudian berubah seiring waktu.

Ekonomi Bali Mulai Bangkit Berkat KTT G20

Makna Filosofis Tari Pendet yang Bergeser

Tari Pendet aslinya adalah tarian yang dibawakan sebagai persembahan kepada leluhur. Menurut laman Warisan Budaya Takbenda milik Kemendikbudristek, tari pendet dibawakan di pura secara massal dengan dipimpin oleh pemangku atau pemimpin upacara.

Tari pendet disertai dengan musik gong. Penari yang terlibat bisa mencapai puluhan orang. Ada pula syarat khusus yang harus diikuti orang Bali untuk menari pendet, yakni sebisa mungkin penarinya adah sedapat mungkin terdiri dari perempuan yang belum menikah atau yang sudah berhenti menstruasi.

Penari yang membawakan tari pendet memang seluruhnya adalah perempuan. Mereka membawa sebuah bokor atau canang sari yang berisi berbagai perlengkapan tarian seperti bunga dan kewangen-lain. Ada pula yang membawa alat seperti mangkok dan kendi. Di akhir tarian, perlengkapan yang dibawa akan ditaruh dan bunga ditabur sebagai simbol penghormatan.

Awalnya, tari pendet adalah bagian dari kegiatan keagamaan umat Hindu. Tari pendet awalnya berfungsi sebagai tari wali pada upacara piodalan atau dewa Yadnya. Namun, kini tari pendet lebih diposisikan sebagai tarian penjemput tamu penting dalam acara penting.

Berubahnya tari pendet dimotori oleh dua seniman bernama Wayan Rindi dan Ni Ketut Reneng. Keduanya adalah orang yang menggagas transformasi tari pendet dari yang awalnya adalah tarian persembahan kepada leluhur menjadi tarian penyambut tamu.

Oleh keduanya, tari pendet versi baru dibawakan dengan empat orang penari. Kemudian tarian tersebut menjadi bagian dari pertunjukkan yang disajikan untuk para turis di sejumlah hotel. Adapun tari pendet seperti yang dikenal saat ini adalah hasil olahan I Wayan Beratha pada tahun 1961.

Bukan di KTT G20 saja tari pendet disajikan kepada tamu mancanegara. Namun sejak puluhan tahun lalu, tari pendet sudah kerap ditampilkan dalam gelaran akbar. Misalnya pada tahun 1962 saat diadakan tari pendet mas dengan jumlah penari 800 orang khusus dalam upacara pembukaan Asian Games di Jakarta.

Bukan Labuan Bajo, Intip Pesona Kota Soe yang Menakjubkan di NTT



Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan A Reza lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel A Reza.

Terima kasih telah membaca sampai di sini