Webinar Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak oleh Pendidikan Masyarakat UNSRI

Webinar Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak oleh Pendidikan Masyarakat UNSRI
info gambar utama

Pada Minggu (20/11) Kelompok 5 Pemberdayaan Perempuan Prodi Pendidikan Masyarakat Universitas Sriwijaya menyelenggarakan kegiatan webinar yang mengusung tema “Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak” yang diisi oleh saudari Annisa Alya Zahra sebagai pemateri dan dipandu oleh moderator Saudari Utami Pratiwi yang merupakan anggota kelompok. Keseluruhan peserta yang mengikuti webinar ini berjumlah 14 orang yang terdiri dari kaum perempuan (ibu-ibu dan remaja perempuan) serta remaja laki-laki.

Apa Itu Kekerasan?

Kekerasan merupakan perbuatan penyalahgunaan kekuatan fisik dengan atau tanpa menggunakan sarana secara melawan hukum dan menimbulkan bahaya bagi badan, nyawa, dan kemerdekaan orang, termasuk menjadikan orang pingsan atau tidak berdaya. Kekerasan bisa saja dialami oleh semua orang namun di Indonesia kekerasan kerap kali dialami oleh kaum perempuan dan anak, hal ini di buktikan dengan tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di tahun 2019-2021 kemarin.

Berdasarkan pengumpulan data milik Kemen PPPA, kekerasan pada anak di 2019 terjadi sebanyak 11.057 kasus, 11.279 kasus pada 2020, dan 12.566 kasus hingga data November 2022. Sementara pada kasus kekerasan yang dialami perempuan, Kemen PPPA mencatat juga turut mengalami kenaikan. Dalam tiga tahun terakhir ada 26.200 kasus kekerasan pada perempuan. Pada 2019 tercatat sekitar 8.800 kasus kekerasan pada perempuan, kemudian 2020 sempat turun di angka 8.600 kasus, dan kembali mengalami kenaikan berdasarkan data hingga November 2021 di angka 8.800 kasus.

“Kekerasan yang terjadi pada perempuan dan anak sering dilakukan oleh orang dewasa. padahal merekalah yang memiliki tugas untuk menjadi pelindung utama anak dan perempuan”, kata kelompok saat menjelaskan materi.

Kelompok juga menjelaskan bahwa pentingnya orangtua mengajarkan pendidikan seksual pada anak. Karena pendidikan seksual merupakan informasi yang sangat penting dan perlu diketahui oleh anak. Orang tua bisa memulainya dengan diskusi seputar hal-hal yang bersifat seksual,dengan hal ini anak bisa lebih memahami pentingnya seksualitas sebagai bagian dari kesehatan tubuh, bukan sekedar hubungan antara laki-laki dan perempuan.

Yang perlu orangtua dan calon orangtua ketahui bahwa pendidikan seks untuk anak baiknya diberikan secara bertahap selama anak masih di bawah asuhan dan pengawasan orangtua.

Bagaimana meningkatkan kesadaran orang dewasa tentang pentingnya mencegah kekerasan pada anak dan perempuan?

Ada beberapa cara untuk meningkatkan kesadaran orang dewasa mengenai pentingnya mencegah kekerasan pada anak dan perempuan, yaitu sebagai berikut:

  1. Menjalin komunikasi dan kehangatan dengan anak, karena dengan komunikasi, orang tua akan memberikan informasi kepada anak terkait edukasi seksual. Sebaliknya, komunikasi juga dapat memberikan gambaran kepada orang tua mengenai dengan siapa saja anaknya berinteraksi dan apa saja yang dialami olehnya.
  2. Memberikan edukasi seks pada anak, misalnya orangtua dapat memberikan pengertian kepada anak bahwa tubuhnya itu adalah ranah privat yang tidak bisa disentuh oleh orang lain tanpa persetujuannya dan anak berhak merasa tidak nyaman apabila ada orang lain yang menyentuh tubuhnya.

Untuk kekerasan terhadap perempuan perlu dan pentingnya kesadaran orang dewasa, masyarakat maupun diri sendiri terkait kekerasan ini. Kesadaran masyarakat akan penanganan kekerasan pada perempuan menjadi gerbang terdepan dalam meminimalisasi berbagai bentuk kekerasan.

“Sehingga dapat saya simpulkan bahwa peran orangtua dan masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah kekerasan yang terjadi terhadap perempuan dan anak. Tidak hanya hal tersebut kepedulian masyarakat juga merupakan langkah hal penting untuk membantu memberantas kekerasan pada perempuan.”, ujar Annisa saat menutup materi.

Antusias dari peserta webinar “Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak” sangat baik hal ini terlihat dari semangat peserta webinar mendengarkan kegiatan yang berlangsung selama 1 jam dan memberikan beberapa pertanyaan kepada pemateri. Semoga dengan diadakanya kegiatan ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua.

Referensi: YourSay | Woman Indonesia | Kemhan

Penulis:

Annisa Alya Zahra, Setia Dewi Anggun, Yuniarti, Utami Pratiwi, Pingky Yolanda Ekastra, Sherly Marsya Linda.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AZ
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini