Buah Kecapi, Si Kecil Oranye yang Terancam Punah

Buah Kecapi, Si Kecil Oranye yang Terancam Punah
info gambar utama

Jika kalian mendengar kata Kecapi apa yang terlintas di benak kalian?

Alat musik tentunya bukan. Namun, ternyata Kecapi juga menjadi sebuah nama bagi buah kecil khas Indonesia yang saat ini sudah mulai jarang ditemui.

Buah Kecapi atau orang-orang biasa menyebutnya dengan Buah Sentul merupakan buah dengan ukuran kecil yang hampir menyerupai buah manggis. Buah Kecapi merupakan buah dari famili Meliaceae dengan nama ilmiah Sandoricum koetjape. Buah ini memiliki rasa manis yang sedikit asam persis dengan buah manggis dan dengan rasanya yang unik, buah ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku manisan ataupun rujak.

Buah eksotis yang banyak ditemukan di Asia Tenggara salah satunya Indonesia ini terbagi menjadi dua jenis yaitu Buah Kecapi Merah dan Buah Kecapi Kuning. Dan umumnya tersebar di dataran rendah dengan pepohonannya yang rimbun.

Berkulit seperti Beludru yang Berwarna Oranye

Buah Kecapi memiliki kulit buah yang tebal dan daging yang lembut

Buah Kecapi memiliki bentuk bulat yang mungil dengan ukuran berkisar antara 5-6 cm. Buah ini akan berubah warna dari hijau menjadi kuning atau oranye saat matang. Di seluruh tubuhnya diselimuti oleh bulu halus seperti beludru dengan kulit Buah Kecapi yang tebal dan keras di permukaannya.

Daging buahnya sendiri benar-benar persis seperti buah manggis, berwarna putih pekat seperti kelopak dengan tekstur lunak berair yang melekat pada bijinya. Rasanya pun cukup unik dengan memberikan sensasi segar asam dan manis yang menyegarkan. Untuk pohonnya sendiri, tumbuhan ini dapat tumbuh dengan besar dan rimbun dengan panjang batang mencapai 30 m dan bergetah berwarna putih seperti susu. Pohon Kecapi dapat berbuah sepanjang tahun, tetapi umumnya sangat mudah ditemui pada bulan September hingga Desember.

Buah Kecapi, Buahnya Orang Betawi

Buah Kecapi disebut sebagai buahnya orang betawi

Buah Kecapi atau Buah Sentul disebut-sebut sebagai buahnya orang Betawi karena zaman dahulu penduduk asli Betawi sering menanam pohon Kecapi di pekarangan rumah mereka. Dan Orang Betawi memiliki cara unik untuk mengupas buah ini yaitu dengan cara membanting atau dijepit dengan tangan. Hal tersebut dilakukan karena kulit buahnya yang keras dan sulit untuk dibuka.

Walaupun ukuran buahnya yang mungil, Buah Kecapi mengandung banyak nutrisi seperti quercetin yaitu antioksidan yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Zat quercetin juga banyak dijadikan sebagai bahan baku di dunia farmasi untuk mencegah dan mengobati penyakit kanker.

Namun saat ini Buah Kecapi termasuk buah yang terancam punah menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN). Hal ini diakibatkan adanya alih fungsi lahan, eksploitasi lahan, sampai kalah popularitas dengan buah lainnya sehingga membuat Si Kuning Oranye ini mulai sulit untuk ditemui.

Baca juga buah unik yang ada di Indonesia lainnya: Mengenal Lobi-Lobi, Si Kecil Masam Berbuah Merah Terang

Habitat yang Fleksibel

Pohon Kecapi yang dapat tumbuh di berbagai habitat

Si mungil satu ini merupakan tanaman yang mampu beradaptasi dengan membentuk habitat yang fleksibel. Tanaman Buah Kecapi dapat hidup di wilayah dataran rendah hingga pegunungan pada ketinggian 1.200 mdpl. Buah Kecapi sendiri merupakan buah eksotis yang banyak tersebar di wilayah Asia Tenggara dan salah satunya di Indonesia.

Pohon Kecapi memiliki habitat yang menyebar luas di Semenanjung Malaya, Sumatra, hingga ke Papua New Guinea. Kecapi banyak ditemukan di hutan primer dan sekunder serta dapat hidup juga di hutan dataran rendah Dipterocarpaceae dan hutan kerangas.

Pengolahan Buah Kecapi

Olahan Manisan Kecapi dari Buah Kecapi

Dikenal dengan rasanya yang segar yaitu asam dan manis, buah ini dapat dikonsumsi secara langsung sebagaimana kalian mengkonsumsi Buah Manggis. Dagingnya yang lembut membuat kalian dapat dengan mudahnya menikmati daging Buah Kecapi ini. Namun selain dikonsumsi secara langsung, masyarakat juga memanfaatkan Buah Kecapi dengan berbagai kreasi.

Pemanfaatan Buah Kecapi ini banyak ditemui pada produk pangan seperti selai, manisan, dan sirup. Tidak hanya daging buahnya saja yang dapat dikonsumsi, kulit Buah Kecapi juga dapat diolah dan dimanfaatkan untuk dijadikan manisan.

Buah Kecapi juga dapat difermentasikan bersama dengan beras sebagai minuman beralkohol. Selain itu, Buah Kecapi yang memiliki kandungan pektin yang tinggi juga banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan permen. Dan selain kulit dan buahnya, Daun Kecapi dapat dijadikan sebagai obat herbal tradisional untuk menyembuhkan penyakit pencernaan yaitu diare dengan cara merebus beberapa helai daunnya dan diminum bersama gula batu.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Phyar Saiputra lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Phyar Saiputra.

Terima kasih telah membaca sampai di sini