Termasuk Cegah TBC, Inilah Bentuk Kerja Sama Indonesia-UEA Senilai Rp315 Triliun

Termasuk Cegah TBC, Inilah Bentuk Kerja Sama Indonesia-UEA Senilai Rp315 Triliun
info gambar utama

Kerja sama Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) yang telah ditandatangani pada awal November lalu, kembali diumumkan pada puncak B20 di Nusa Dua Bali. Total investasi yang berhasil diraup mencapai Rp314,9 Triliun.

Sebanyak 24 MoU yang telah diteken tersebar pada berbagai sektor, mulai dari kesehatan, transformasi digital, perdagangan, pertahanan, hingga energi terbarukan.

Berikut ragam kerja sama Indonesia dan UEA yang berhasil dirangkum oleh Good News From Indonesia.

Pengembangan PLTS

Pertamina dan Masdar, perusahaan energi terbarukan asal UEA, resmi bekerja sama dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Rokan Phase 2 dan 3 di Riau. MoU kerja sama ini telah lama diteken pada Kamis (4/11/2022) di Istana Presiden UEA.

Pertamina Power and Renewable Energy dan Masdar akan membentuk usaha patungan (joint venture) dengan komposisi kepemilikan Pertamina sebesar 55 persen dan Masdar 45 persen.

Mengutip Katadata.co.id, guna mencegah krisis iklim, pemerintah Indonesia mengacu pada peta Grand Strategi Energi Nasional. Peta itu dipercaya akan mampu menurunkan emisi karbon hingga 314 juta ton. Salah satu target besarnya, bauran energi baru terbarukan (EBT) bisa mencapai 23 persen pada 2025 dan 31 persen di 2050.

Untuk mendukung target itu, Pertamina punya sejumlah rencana, di antaranya: pengembangan PLTS dan angin, green and blue hydrogen, serta meningkatkan kapasitas panas bumi terpasang yang dioperasikan sendiri menjadi 1.128 megawatt pada 2026.

Sederet Kerja Sama Baru RI dengan Luar Negeri Berkat KTT G20

Perkuat perdagangan

Pada Jumat, (1/7), Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan bersama Menteri Ekonomi UEA menandatangani Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-UEA (CEPA).

Persetujuan itu meliputi pengaturan di bidang perdagangan barang, jasa, investasi, ekonomi islam, ketentuan asal barang, hak kekayaan intelektual, prosedur kepabeanan-fasilitas perdagangan, kerja sama ekonomi, pengadaan barang-jasa pemerintah, usaha kecil-menengah, perdagangan digital, serta ketentuan hukum dan isu kelembagaan.

Perjanjian kerja sama yang ini mendatangkan keuntungan besar bagi Indonesia. Pada bidang perdagangan barang, misalnya, akses pasar ke UEA terbuka melalui pengurangan, penurunan, dan penghapusan tarif bea masuk bertahap sekitar 94 persen dari total pos tarif UEA.

Kemudian, UEA juga berkomitmen membuka subsektor jasa arsitektur, engineering, integrated engineering, perencanaan kota dan lanskap, dengan Foreign Equity Participation (FEP) hingga 75 persen, sedangkan jasa konstruksi dan kesehatan FEP-nya 67 persen.

Lalu, persetujuan bidang investasi, meliputi identifikasi potensi investasi, kegiatan promosi UKM, dan tukar-menukar informasi, dikutip dari Idx.co.id.

Cegah tuberkulosis

Dalam pertemuan B20 di Bali pada Senin (14/11/2022), Direktur Utama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) menandatangani MoU kerja sama pengentasan tuberkulosis (TB) dengan perusahaan dari UEA.

Kedua pihak akan mengembangkan pusat kesehatan yang kuat dan mampu bersaing di dunia internasional. Melalui nota diplomatik, Kedubes Persatuan Emirat Arab menyampaikan, UEA berkomitmen memberikan hibah berupa bantuan keuangan (financial aid) sebesar 10 juta dolar AS untuk mendorong program pencegahan TB di Indonesia.

Kucurkan Rp67 Triliun, ini 5 Strategi Indonesia Perkuat Pertahanan dan Alutsista

Armada pertahanan

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI memboyong tiga kerja sama sekaligus dengan perusahaan asal UEA. Pertama, PT Dirgantara Indonesia dan Calidus LLC berkolaborasi dalam pemasaran juga pengembangan bersama untuk upgrade version pesawat CN235, N219, dan UAV MALE Elang Hitam. Kemudian, kerja sama paket pekerjaan rekayasa, desain, dan pengujian penerbangan pada setiap pengembangan produk bersama.

Kedua, PT Pindad dan Calidus LLC berkerja sama dalam mengembangkan poduk kendaraan tempur 8x8, terutama untuk penggunaan di gurun dan ketahanan balistik. Adapun lingkup kerja yang disepakati meliputi enginering design, asistensi teknis, dan pasokan komponen, sehingga membantu PT Pindad memperluas kompetensi teknologi.

Kerja sama pertahanan yang ketiga dijalankan oleh PT PAL dengan angkatan laut UEA berupa kontrak pembelian kapal perang amfibi (Landing Platform Dock).

Investasi Rp68,6 Triliun Turki ke RI: Kerja Sama LHK hingga Bidang IPTEK dan Infrastruktur

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Afdal Hasan lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Afdal Hasan.

AH
SA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini