Lestarikan Budaya dan Mite di Festival Dongeng Internasional Indonesia 2022

Lestarikan Budaya dan Mite di Festival Dongeng Internasional Indonesia 2022
info gambar utama

Dengan latar budaya yang luar biasa, tak heran jika Indonesia memiliki keberagaman jenis karya sastra. Selain genre sastra yang tampak general, ada pula sastra spesifik, seperti dongeng, legenda, mitos, macapat, karungut, hikayat, gurindam, dan sebagainya.

Berbicara tentang dongeng, kehadirannya sangat dekat dengan kehidupan indah masa kecil. Meski hanya berupa cerita khayalan, bacaan ini mampu menghibur, membangun karakter, dan mengandung makna tersirat bagi para pembacanya yang tak jarang bernilai pendidikan.

Menjelang Hari Dongeng Nasional, Ayo Dongeng Indonesia bersama Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ingin terus melestarikan dongeng melalui Festival Dongeng Internasional Indonesia 2022 bertajuk “Mite dari Timur" yang dimulai dengan Festival Pembuka di Taman Baca Ubud, Bali. Acara ini juga disiarkan langsung di Instagram @AyoDongeng_Ind.

Pembukaan FDII2022 bersama Perwakilan Kemendikbudristek | Ayo Dongeng Indonesia
info gambar

“Tahun ini adalah FDII offline pertama setelah pandemi dan masa-masa online 2 tahun belakangan. Keluarga Indonesia tentu sudah menantikan untuk dapat menikmati kembali pertunjukan dongeng secara langsung. Kami berharap Festival tahun ini dapat mengembalikan semangat serta kebahagiaan anak-anak Indonesia," ujar Cahyono Budi atau lebih dikenal dengan Kak BudiBaikBudi, selaku Direktur Festival Dongeng Internasional Indonesia 2022.

Ia menuturkan bahwa kekayaan budaya nusantara melalui keberagaman tradisi merupakan harta berharga yang perlu terus diangkat. Upaya melestarikan budaya bisa dengan mengangkat kembali, mengemas ulang, dan memberikan ruang untuk tradisi tutur agar bisa selalu dinikmati. Tak terkecali mite, prosa rakyat atau cerita yang bisa mengajarkan banyak nilai selain mengajak masyarakat untuk mengenal budaya lebih dekat lagi.

Mite bercerita mengenai asal usul hingga tumbuh sebagai sesuatu yang dipercaya dan membentuk tradisi, seperti cerita Dewi Sri dan Asal Mula Padi hingga mite Kalarahu dan Gerhana. Inilah yang mendorong kami, Ayo Dongeng Indonesia, untuk mengangkat kembali "Mite dari Timur" sebagai cara untuk memelihara budaya sebagai tema #FDII2022.

Untuk pertama kalinya, di masa pasca pandemi, Ayo Dongeng Indonesia kembali menghadirkan Festival Dongeng Internasional Indonesia yang akan berlangsung secara hybrid agar dapat dinikmati secara daring maupun luring. Menyambut kebahagiaan keluarga di masa pasca pandemi, para penjaga mimpi mengajak banyak pendongeng untuk mite dari berbagai daerah pada 20, 26, dan 27 November 2022.

Peluncurannya diawali dengan Festival Pembuka bersama Yayasan Mudra Swari Saraswati dan Ubud Writers and Readers Festival. Dengan sambutan pembuka oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Kak Gus Bao, Pendongeng | Ayo Dongeng Indonesia
info gambar

Tak kalah seru, #FDII2022 akan berlanjut secara daring pada 26 November 2022 di kanal instagram @AyoDongeng_Ind yang menampilkan banyak pendongeng, baik dari dalam maupun luar negeri. Selanjutnya, acara akan berlangsung di Institute Francais Indonesia, menampilkan dongeng untuk dewasa dan remaja dari The Nest.

Sementara acara puncak yang digelar pada 27 November 2022 akan menampilkan pertunjukan menakjubkan. Bertempat di Museum Nasional, #FDII2022 menghadirkan para pendongeng nasional dan internasional di antaranya, Pak Gede Tarmada dari Bali, Kak BudiBaikBudi dari Ayo Dongeng Indonesia, PM Toh dari Aceh, Agus DS dari Bogor, Jeeva Raghunath dari India, serta Prasong Saihong dari Thailland. Akan hadir pula Dongeng Istimewa dari Laksmi de Neefe, Puteri Indonesia 2022.

Kak Santika, Pendongeng | Ayo Dongeng Indonesia
info gambar

Lengkap sudah #FDII2022 yang dipersembahkan bagi anak-anak Indonesia. “Tidak berhenti hanya sebagai sebuah festival, kami berharap kegiatan ini menjadi inspirasi dan mengingatkan kembali orangtua dan pendidik di seluruh Indonesia untuk terus bercerita, mendongeng bagi anak- anak mereka, karena imajinasi tidak akan pernah berhenti dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu,” tegas Kak BudiBaikBudi.

#FDII2022 terlaksana atas dukungan Kemendikbudristek, Komnas HAM Republik Indonesia, Danone, Aqua, Bakmi GM, Gramedia, Noura, Erlangga For Kids, Sirkus Waterplay, Siberkreasi, Indonesiana.TV, Institute Francais Indonesia, Yayasan Muda Swari Saraswati, Ubud Writers & Readers Festival, Bali Mendongeng, London School of Public Relation, Loading Squad, Interface, Idea, Digital Mommy.

#FDII2022 juga secara penuh didukung oleh mitra media kami, Parenting is Easy, Roots, Id.Peribumi, GoodSide, Koran Jakarta, Delta, Bahana, Female Radio, SekolahNews, Genpi.co, Majalah Bobo, Mombi, Kompas.id, Media Indonesia, Medcomm.id, Parenting Indonesia, Medio, Kultural.id, RRI Bogor, Mother and Beyond. Her World Indonesia, Berita Satu, Hai Bunda, OkeZone.com, dan Sindonews.id.

Tentang Ayo Dongeng Indonesia

Ayo Dongeng Indonesia (AyoDI) adalah komunitas sosial yang berkomitmen pada kampanye kegiatan mendongeng bagi anak di Indonesia untuk keceriaan, inspirasi, motivasi, dan pengembangan imajinasi. Komunitas ini berisi orang-orang yang senang dunia anak dan dongenG dengan visi ingin menggiatkan kembali kegiatan mendongeng di rumah, sekolah, dan komunitas.

Sejak berdiri pada 2011, komunitas ini sudah memiliki sekitar 100 relawan aktif dan lebih dari 200 relawan pendukung yang siap mengampanyekan dongeng yang baik dalam kehidupan keseharian keluarga Indonesia. Semangat AyoDI pun telah berhasil ditularkan sehingga mempelopori berdirinya berbagai komunitas dongeng di beberapa kota seperti Yogyakarta, Bogor, Bandung, Malang, dan Surabaya.

Sebagai perwujudan salah satu misinya untuk terus memperkenalkan dongeng kepada khalayak ramai, sejak 2013 AyoDI menyelenggarakan festival dongeng yang pertama, yaitu Festival Dongeng Indonesia. Pada akhirnya, kegiatan ini rutin digelar setiap tahun. Pada 2015, Festival Dongeng Indonesia berubah nama menjadi Festival Dongeng Internasional Indonesia, karena mulai diikuti oleh para pendongeng dari mancanegara. Komunitas Ayo Dongeng Indonesia! berbasis kerelawanan, terbuka, dan tidak berafiliasi dengan golongan, agama, atau partai politik apapun.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini