Kisah Para Rsi, Orang Suci Penjaga Ilmu Dewata yang Bermukim di Kesunyian

Kisah Para Rsi, Orang Suci Penjaga Ilmu Dewata yang Bermukim di Kesunyian
info gambar utama

Candi Planggatan yang terdapat di Lereng Barat Gunung Lawu merupakan kaum pertapa dan rsi. Mereka hidup di tempat yang sunyi, terpencil, dan jauh dari keramaian. Pada tempat-tempat inilah terjadinya proses estafet pendidikan keagamaan berlangsung.

“Berdasarkan pengertian di India, rsi merupakan sekelompok pendeta yang sangat tinggi pengetahuan spiritualnya dan menurut cerita suci mereka adalah anak-anak dari Brahma,” jelas Hariani Santiko dalam Kehidupan Beragama Golongan Rsi di Jawa.

Sosok Rasuna Said: Singa Betina yang Perjuangkan Kemerdekaan Indonesia

Sementara itu pengertian di Jawa, rsi adalah mereka yang sengaja menarik diri dari dunia ramai, menetap di tempat sunyi di hutan-hutan di lereng gunung, dan membentuk masyarakatnya tersendiri.

Di Indonesia istilah rsi selalu disandingkan dengan pertapa, padahal berbeda. Hal ini dihubungkan dengan kisah Arjuna ketika bertapa di Gunung Indrakila, setelah selesai bertapa dia kembali ke tempat tinggal semula.

Lain halnya dengan seorang rsi, seseorang yang memang tinggal menetap di hutan-hutan dan bertapa merupakan sesuatu yang lumrah baginya. Dapat dikatakan pula rsi adalah pertapa yang mempunyai ilmu spiritual tinggi.

Penjenjangan rsi

Santiko menyebut di tempat suci berstatus mandala terdapat penjenjangan rsi berdasarkan tingkat spiritual yang dimilikinya dewarsi, siddharsi, dan mahasi. Kedudukan dewaguru sangat mungkin diperuntukan bagi para rsi yang mempunyai pengalaman keagamaan tinggi.

Beberapa syarat menjadi dewaguru adalah sebagai berikut:

  1. Harus seorang sidhapandita
  2. Orang yang cacat tubuh dan terkena dasamala tidak boleh menjadi dewaguru
  3. Seorang rsi tidak akan menjadi dewaguru yang sempurna
  4. Seorang anak murid, hulu kambang, kabayan dan orang yang berasal dari caturjanma (empat kasta) tidak baik menjadi dewaguru. Apabila ingin menjadi dewaguru golongan tadi harus memakai baju guru dan tinggal di kaki guru selama tujuh bulan tujuh malam

Di dalam prasasti di mandala Planggatan tertulis dua nama yang sangat mungkin merupakan nama dari seorang rsi. Prasasti di atas mencantumkan dua nama rsi, yaitu Rama Balanggadawang dan Hyang Pununduh.

5 Tokoh yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional di Tahun 2022

Heri Purwanto dan Coleta Palupi Titasari dalam Candi Planggatan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah: Bangunan Suci Milik Kaum Rsi menyebut Rama Balanggadawang adalah seorang dewaguru (maharsi) yang sudah menjalani upacara abiseka.

Tetapi Hyang Punuduh belum dapat diketahui golongan dewaguru atau bukan. Tetapi setidaknya gelar hyang, dapat ditafsirkan sebagai orang suci dan dihormati, jika tidak dalam golongan dewaguru, mungkin saja Hyang Punuduh termasuk golongan dewarsi.

Para rsi dan pertapa ini melakukan aktivitas berkenaan terhadap pemujaan kepada tokoh tertentu sebagai istadewata. Berdasarkan data yang ada nampak jelas tokoh yang dipuja adalah Siwa dan Ganesa.

Di Indonesia, pemujaan Siwa berbentuk lingga tertulis pada prasasti, pertama kali dijumpai pada Candi Gunung Wungkir yang dikaitkan dengan prasasti Canggal bertahun 732 Masehi yang menjelaskan sosok Raja Sanjaya.

“Raja Sanjaya telah mendirikan lingga di atas bukit di daerah Kunjarakunja sebagai tanda peringatan atas keberhasilannya membina tanda peringatan atas keberhasilannya membina kembali kerajaan serta bertahta kembali setelah menaklukkan musuh-musuhnya,” papar Tringga dkk dalam Prasasti dan Raja-Raja Nusantara.

Pemujaan dewa

Pada masa-masa berikutnya, pemujaan terhadap Siwa semakin populer. Pemujaan terhadap Siwa dapat ditafsirkan berkaitan dengan tujuan suci para rsi atau pertapa yaitu ingin menyatu dengan Yang Maha Kuasa.

Selain sebagai dewa tertinggi dalam pantheon Agama Hindu, Siwa dan Parwati merupakan simbol dari penyatuan. Rsi berharap dengan menjalankan ajaran-ajaran Siwa dapat melepaskan diri, sehingga dapat menyatu dengan Siwa itu sendiri (moksa).

Tokoh lain yang dipuja oleh kaum rsi dan pertapa di mandala Planggatan adalah Ganesa. Ganesa mempunyai bermacam-macam sebutan berdasarkan bentuk anggota tubuh dan peranan Ganesa sehari-hari.

Kisah Heroik Mendur Bersaudara, Sosok di Balik Foto Proklamasi 1945

Ratnaesih Maulana dalam Perkembangan Seni Arca di Indonesia menyatakan Ganesa mempunyai bermacam-macam sebutan berdasarkan anggota tubuh dan peranan Ganesa sehari-hari.

Hal ini sangat mungkin kaum rsi dan pertapa yang tinggal di mandala Planggatan memahami Ganesa sebagai Ganapati, yaitu seorang pemimpin dalam pencarian jalan pelepasan jiwa.

“Penafsiran seperti ini didukung pula dengan hiasan rambut yang dikenakan pada dua relief di Sukuh dan Planggatan. Hiasan sorban sangat dekat kaitannya dengan seorang pertapa,” paparnya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
SA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini