Hidayatullah Sang Aktivis Anak Berkebutuhan Khusus dan Penggerak Aksi Sosial

Hidayatullah Sang Aktivis Anak Berkebutuhan Khusus dan Penggerak Aksi Sosial
info gambar utama

#WritingChallengeKawanGNFI #CeritadariKawan #NegeriKolaborasi #MakinTahuIndonesia

Hero Inside You, tagline yang menunjuk pada seseorang yang memiliki jiwa kepahlawanan. Saat ini, seseorang yang disebut sebagai hero tidak hanya seseorang yang terlibat dalam perang melawan penjajah dan mengorbankan jiwa raga di masa perjuangan.

Individu yang membantu sesama dan memberi arti bagi kehidupan sosial juga termasuk sosok pahlawan. Hidayatullah salah satu yang termasuk sosok pahlawan itu.

Hidayatullah Bersama Istrinya Umi Lestari saat ini mengelola sebuah Gerakan yang membantu anak-anak berkebutuhan khusus. Pasangan suami istri ini saat ini berdomisili di Cikeas udik, Kabupaten Bogor.

Dirinya tergerak karena memiliki anak yang berkebutuhan khusus yang bernama Adelio. Putranya ini lahir di tahun 2016 yang didiagnosa moebius syndrome dan juga mengidap syndrome yang langka yaitu Poland Syndrome. Selain itu putranya juga mengalami keterlambatan berbicara dan berjalan. Kisah Adelio ini pernah diliput oleh Health Detik.

Dayat bersama Anaknya Adelio I Sumber Foto : Hidayatullah
info gambar

Dayat panggilan Hidayatullah ketika mengantarkan puteranya Adelio menjalani pengobatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dirinya menyaksikkan ada anak-anak lain seperti putranya yang berkebutuhan khusus.

Melihat hal tersebut pada 7 Juli 2017 Dayat dan Istri membentuk Gerakan Sahabat Adelio dengan program Sedekah Jumat Berjamaah. Gerakan Sahabat Adelio (2017 s/d 2019).

Kemudian Gerakan ini berkembang menjadi sebuah yayasan yang menggunakan nama anaknya Adelio dan Raia yang merupakan seorang anak berkebutuhan khusus lainnya. Raia merupakan anak dari temen Umi lestari (istri dayat) yakni Rinzani Adlerina.

Dua tahun kemudian (2019) didirikan sebuah Yayasan oleh 5 orang, yaitu Umi Lestari, Hidayatullah, Rinzani Adlerina, Rucita Puteri, dan Eric Willianto. Tujuan awal dari Yayasan Raia Adelio Peduli berbagi kebahagian bersama keluarga dengan Anak berkebutuhan khusus.

Saat di wawancara dengan ID Berita Yahoo, Umy Lestari (Istri Hidayatullah) menceritakan Yayasan RA Peduli membentuk support system orang tua moebius syndrom. Orang tua ini ada yang dari Bandung, Sukabumi, Jambi, Samarinda, Pangandaran, Bogor, Martapura dan lain-lain, ada juga dari Malaysia yang ikut gabung.

Namun di tahun 2020 terjadi pandemi Covid-19, Yayasan ini pun ikut tergerak untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 tidak hanya bantuan kepada Anak Berkebutuhan Khusus.

Gerakan yang berbentuk Yayasan ini kemudian mendapatkan bantuan dari Kitabisa.com yang akhirnya menjadi pendonatur utama dari Yayasan RA Peduli (YRAP).

Skemanya kerjasamanya dimana kitabisa.com menyerahkan dana ke YRAP kemudian YRAP yang mengelola kegiatan sosialnya.

Kitabisa.com mempercayakan penuh kepada YRAP bagaimana mengelola kegiatan sosial ini. YRAP mendapatkan kepercayaan dari kitabisa.com karena berkomitmen membuat RAB yang aplikatif, melaksanakan kegiatan dan sangat cepat memberikan laporan setelah kegiatan usai dilaksanakan.

Jujur, konsisten dan terpercaya Yayasan RA Peduli yang dikelola oleh Hidayatullah dan Umi Lestari ini membuat Kita Bisa memberikan verifikasi atau centang biru akun Penggalang Kitabisa.com RA Peduli.

Salah-satu dari 11 anak berkebutuhan khusus yang mendapatkan bantuan susu khusus dan perlengkapan bayi dari Yayasan Rumah Adelio Peduli
info gambar

Berbagai kegiatan sosial dikelola YRAP dari bantuan setiap bulan bagi 11 (sebelas) anak kebutuhan khusus. Selain itu YRAP pada saat pandemi Covid-19 telah melaksanakan bantuan paket makanan bagi para driver online dari Kitabisa.com dan BTS Army Indonesia sebanyak 70 orang driver ojek online.

Tidak hanya itu saja, YRAP juga mengirimkan paket sembako dari galang dana kitabisa.com bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 sebanyak 100 paket.

Keluarga Isoman yang menerima bantuan YRAP
info gambar

Sedangkan bagi para masyarakat yang isolasi mandiri (isoman) Covid-19, YRAP mendistribusikan paket sembako sebanyak 40 titik diwilayah Bogor. Selain itu, Dayat juga terlibat sebagai voulenter pengiriman tabung oksigen bagi penderita Covid-19 yang sedang isoman di rumah.

Bantuan Oksigen saat Pandemi Covid-19 I Sumber Foto : YRAP
info gambar

Tiga tabung oksigen dan isinya pun dipinjamkan secara cuma-cuma bagi penderita Covid-19. Bahkan duet suami istri ini saat terjadi kelangkaan oksigen ikut mencarikan oksigen sampai dengan Citeurep.

YRAP sejak pertengahan 2022 berubah nama menjadi Yayasan Rumah Adelio Peduli yang masih bergerak dibidang sosial didaerah Jakarta dan Bogor.

**

Dayat ternyata juga tidak hanya sebagai local heroes di Yayasan Rumah Adelio peduli yang berlokasi di Cikeas Udik, Gunung Puteri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dirinya pun menjadi aktivis sosial dilingkungan tempat kerjanya di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta.

Bersama kedua rekannya Andri Mastiyanto dan Hani Titi Sari, pada tahun 2012 mereka membuat sebuah Gerakan bertajuk Gerakan Koin Untuk Pendidikan RSKO Jakarta.

Gerakan ini berawal dari sebuah unit kerja yaitu Program Anggaran dengan satu buah celengan. Saat ini telah berkembang sebanyak lebih dari 20 lebih celengan dibeberapa unit kerja di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta.

Kegiatan dari Gerakan Koin Untuk Pendidikan berupa pengumpulan donasi coin dan uang kertas yang diambil dari celengan yang berada di 20an Unit kerja di RSKO Jakarta setiap dua bulan sekali.

Hari Perhitungan Donasi di RSKO Jakarta
info gambar

Hasil pengumpulan koin ditujukan kepada adik asuh yang dikelola oleh Komunitas Coin A Chance Nasional yang berjumlah sekitar lebih dari 70an anak. Gerakan Koin Untuk Pendidikan RSKO Jakarta berafiliasi dengan Komunitas Coin A Chance.

Gerakan Koin Untuk Pendidikan RSKO Jakarta berubah nama pada bulan maret 2022 menjadi Gerakan RSKO Peduli karena dalam beberapa tahun terakhir selain digunakan untuk santunan pendidikan juga memberi bantuan bagi pegawai RSKO Jakarta yang mengalami sakit kronis.

Gerakan RSKO peduli yang aktif pada November 2012 telah berusia 10 tahun (2022). Ada andil besar dari Co Founder, Hidayatullah agar gerakan ini tetap konsisten yang tercatatkan di Retizen Republika.

Sungguh luar biasa sosok Aparatur Sipil Negara (ASN) ini, Dayat selain menggerakkan Gerakan RSKO Peduli juga merupakan seorang Marbot (2002 s/d sekarang), Imam dan Khotib Sholat Jumat (2015 s/d sekarang), individu yang selalu sedia bila ada kegiatan keagaman dan sosial di RSKO Jakarta (2002 s/d sekarang), dan salah-satu penggerak Nabung Untuk Qurban RSKO Jakarta (2020 s/d sekarang).

Dayat menyebut kenapa beberapa gerakan sosial dimana dirinya terlibat masih banyak yang bisa bertahan (istiqomah) yakni kuncinya berkolaborasi. Ia pun melakukan aksi sosial sesuai batas kemampuan.

Hal yang yang pemicu Dayat melakukan budi baik karena selalu ingat menjadi orang Islam itu tidak hanya iman tetapi juga amalan (AM).

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AM
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini