Penanaman Toga dan Pembuatan Keranjang Takakura Bersama Tim KKN UNNES GIAT 3 Desa Wadas

Penanaman Toga dan Pembuatan Keranjang Takakura Bersama Tim KKN UNNES GIAT 3 Desa Wadas
info gambar utama

Tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNNES GIAT 3 Desa Wadas, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, menyelenggarakan kegiatan Penanaman Toga dan Demonstrasi Pembuatan Kompos Metode Keranjang Takakura pada Selasa, 29 November 2022. Kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia yang jatuh pada tanggal 28 November 2022. Lebih lanjut, kegiatan Penanaman Toga ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Sosialisasi Tanaman Obat Keluarga yang telah dilaksanakan sebelumnya yaitu pada Rabu, 23 November 2022.

Tanaman obat adalah tanaman-tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal dengan berbagai khasiat. Tanaman obat keluarga sendiri adalah tanaman obat yang dibudidayakan di rumah masing-masing maupun secara komunal. Budidaya dan pemanfaatan tanaman obat seperti ini telah banyak dilakukan sejak jaman dahulu. Seiring berjalannya waktu, ilmu pengetahuan semakin berkembang sehingga lebih banyak tanaman yang ditemukan khasiatnya sebagai obat.

Pembagian dan penanaman bibit tanaman | Foto: Dokumentasi Pribadi
info gambar

Kegiatan dihadiri oleh kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) atau perwakilan lain dari setiap dusun dan Ibu Lurah Desa Wadas selaku ketua PKK desa. Kegiatan dimulai dengan pembagian bibit tanaman kepada para peserta. Bibit yang dibagikan terdiri dari bibit tanaman sambiloto, keji beling, kumis kucing, daun Afrika, dan jahe sebanyak masing-masing 6 buah dengan total 30 buah bibit. Setelahnya, para peserta diarahkan menuju lahan di belakang balai desa yang telah disiapkan sebelumnya. Para peserta pun diberi kesempatan untuk menanam dan menyiram bibit yang telah diberikan sebelumnya. Antusiasme dan semangat para peserta terlihat membara meskipun berada di bawah sinar matahari yang cukup menyengat. Selain menanam bibit baru, sisa-sisa toga yang dahulu telah terbengkalai namun masih dapat tumbuh, yang masih tersebar di sekitar lahan yang baru disiapkan, ditanam kembali di lahan tersebut.

"Penanaman toga ini dilakukan untuk menghidupkan kembali lahan toga desa yang telah lama terbengkalai serta agar nantinya masyarakat dapat memanfaatkan tanaman-tanaman obat tersebut.", tutur Novita Sari selaku penanggung jawab kegiatan tersebut. Selain itu, diharapkan masyarakat dapat mengetahui jenis dan manfaat berbagai tanaman obat dengan lebih baik.

Mengumpulkan peserta di aula untuk mengikuti kegiatan demonstrasi pembuatan Keranjang Takakura | Foto: Dokumentasi Pribadi
info gambar

Usai penanaman, peserta diarahkan menuju aula balai desa untuk mengikuti Demonstrasi Pembuatan Kompos Metode Keranjang Takakura. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk memperkenalkan cara pemanfaatan sampah organik di luar metode pengomposan yang telah banyak diketahui seperti mengubur sampah organik dalam tanah.

Keranjang Takakura adalah metode pengomposan aerobik di mana sampah organik dikubur dalam media yang disimpan dalam suatu keranjang. Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh Koji Takakura di Kitakyushu, Jepang. Dalam proses pembusukan sampah organiknya, diperlukan mikroorganisme yang bersifat aerobik atau membutuhkan oksigen. Mikroorganisme yang dimaksud di sini dapat diperoleh dari jamur golongan Basidiomycetes, Actinomycetes, dan ragi pada makanan fermentasi misalnya tape dan yogurt. Metode Keranjang Takakura memiliki beberapa kelebihan seperti alat dan bahan yang mudah didapatkan, tidak memerlukan lahan yang besar, proses pembusukan relatif lebih cepat dibandingkan metode pengomposan anaerobik, dan hasil akhir yang tidak kalah ampuh dibandingkan dengan metode pengomposan lainnya. Sayangnya, kompos yang dihasilkan akan terbatas jumlahnya oleh ukuran keranjang. Selain itu, jika ingin membuat dalam skala besar, biaya yang diperlukan akan meningkat mengikuti bertambah banyaknya bahan yang dibutuhkan.

Pemaparan dan demonstrasi pembuatan Keranjang Takakura | Foto: Dokumentasi Pribadi
info gambar

Materi cetak diberikan kepada peserta dalam bentuk poster. Peserta membentuk tiga kelompok untuk dapat menyimak materi cetak yang diberikan bersama-sama. Selama proses pemaparan dan demonstrasi oleh penanggung jawab program, peserta diberi kesempatan untuk melihat secara lebih dekat dan mencoba melakukan tahapan-tahapan pembuatan secara langsung. Penanggung jawab menyediakan dua keranjang dan bahan yang cukup untuk peserta yang ingin mencoba langsung. Di akhir acara, sebanyak total tiga buah keranjang diberikan sebagai hadiah untuk tiga orang peserta yang memberikan pertanyaan di sesi tanya jawab.

Dari seluruh kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat dan tim mahasiswa KKN UNNES GIAT 3 Desa Wadas dapat sama-sama belajar dan mendapatkan manfaat baik dalam bentuk keterampilan praktis maupun pengetahuan baru terkait tanaman obat dan kompos Keranjang Takakura.

Referensi: Pengamatan Pribadi

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

TC
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini