Danau yang Indah, Danau yang Tidak Tercemar

Danau yang Indah, Danau yang Tidak Tercemar
info gambar utama

#WritingChallengeKawanGNFI #CeritadariKawan #NegeriKolaborasi #MakinTahuIndonesia

Danau Toba merupakan danau terbesar yang ada di Indonesia. Danau ini memiliki panjang dan lebar maksimal sebesar 100 km dan 30 km, kedalaman hingga 508 m. Danau ini kian ditutupi oleh pegunungan tinggi yang menyebabkan kurang tampaknya keseluruhan danau ini jika dilihat di dataran yang rata.

Keindahan danau ini kiran tampak dari pasir putihnya yang berada di pesisir dan airnya yang jernih. Tumbuhan maupun hewan yang berada sama sekali tidak menggangu aktivitas-aktivitas turis maupun membahayakannya. Gelombang di danau tidaklah kuat, melainkan sedang-sedang saja yang sama sekali tidak membahayakan orang yang bermain di pesisir.

Danau Toba | Foto: Wikipedia
info gambar

Danau ini telah menjadi sumber hidup bagi masyarakat sekitar dari segi sumber daya alamnya maupun keindahannya untuk turis. Tetapi, dengan berkembangnya masyarakat sekitar danau ini, menyebabkan pencemaran yang tidak terpikirkan oleh masyarakat sekitar. Apa hal pencemaran ini seringkali diakibatkan oleh perusahaan-perusahaan yang memikirkan keuntungan sesaat.

Pencemaran yang ada di danau Toba merupakan pencemaran yang pada umumnya terjadi pada sumber air tawar di Indonesia. Pencemaran yang dilakukan masyarakat berupa sampah-sampah plastik, alat-alat memancing dan limbah yang dialirkan ke danau.

Perusahaan-perusahaan yang ada juga tidak kalah menyalurkan limbah ini langsung ke danau. Limbah ini tentu tidak akan hilang sendirinya terutama sampah-sampah plastik sehingga akan menyebabkan kerusakan ekosistem ikan di danau.

Kerusakan ini dapat menjadi sangat berat jika dibiarkan hingga tidak dapat diperbaiki lagi jika sudah melebihi ambang batas. Hal ini tentu mengkhawatirkan bagi nasib penduduk yang tinggal dan mata pencaharianya bergantung pada danau Toba di masa yang akan datang.

Pencemaran yang terjadi tentu meresahkan hati dan pikiran. Pencemaran yang terjadi tidaklah mesti ada di danau yang indah ini. Kerakusan, ketidakpedulian dan ketidaktahuan orang menyebabkan pencemaran ini terjadi.

Banyak ketidaktahuan sudah dibasmi oleh pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah tetapi, pencemaran yang ada turut terjadi karena ketidakpedulian masyarakat dan kerakusan perusahaan sekitar. Sikap ini mesti dibasmi untuk masyarakat sekitar dan danau Toba itu sendiri. Pembasmian sikap yang tidak baik ini akan membantu generasi masyarakat sekitar untuk generasi selanjutnya yang memegang danau Toba ini.

Menurut kepercayaan akan Tuhan Yang Maha Esa, manusia semestinya memanfaatkan sumber daya dan lingkungannya sebaik mungkin. Pencemaran yang terjadi merupakan sikap yang tidak menghormati alam dan diri sendiri.

Sikap ketidaklarasan akan prinsip kepercayaan ini adalah bukti bahwa manusia mulai menjauhi dirinya dengan agama dan kepercayaan akan Tuhan. Jauh akan Tuhan berati manusia mulai berani untuk melakukan hal-hal yang tidak baik dalam pandangan Tuhan maupun hati nurani.

Pencemaran yang terjadi tidak semestinya ada jika penduduk sekitar mendekatkan dirinya kepada Tuhan. Tetapi, dengan adanya pencemaran maka, dapat disimpulkan bahwa penduduk sekitar tidak mensyukuri anugrah Tuhan atas danau yang indah dan sumber daya yang ada.

Tidak lama setelah pencemaran yang cukup berat terjadi, President Jokowi turut turun tangan untuk mengatasi berbagai pencemaran yang terjadi di danau Toba. Pencemaran ini turut dibasmi dan ditangani dengan secepat mungkin oleh Presiden dan pemerintah yang bersangkutan. Pembasmian pencemaran ini berupa penurunan produksi ikan, pemanfaatan sumber air bersih, KJA zona pariwisata, zero budidaya KJA dan sebagainya. Penanggulangan pencemaran ini turut membawa berita ke seluruh masyarakat di Indonesia sehingga menimbulkan sebuah kesadaran yang lebih bagi masyarakat setempat dan masyarakat Indonesia.

Penanggulangan pencemaran yang turust cepat ini membawa kabar bahagia bagi masyarakat yang tinggal setempat. Dengan turun tangannya pemerintah langsung untuk menangani pencemaran maka, masyarakat setempat tidak mesti mengerahkan tenaga yang lebih untuk mengatasi pencemaran tersebut. Maka, masyarakat hanya perlu untuk menjaga kelestarian danau Toba dan sekitarnya. Tentu menjaga itu tidak mudah oleh karena itu, president juga mengerahkan masyarakat untuk membangun berbagai macam infrastruktur dan fasilitas untuk masyarakat sekitar. Dengan adanya berbagai infrastruktur yang dibangun, diharapkan masyarakat dapat lebih menghargai danau Toba dan alam sekitar.

Dengan demikian, pencemaran yang muncul dapat dikurangi jika ada usaha yang dilakukan oleh pemerintah secara langsung. Pencemaran yang telah di tanggulangi akan meningkatkan kesadaran masyarakat setempat untuk lebih menjaga tempat mereka tinggal yaitu di sekitar danau Toba. Pencemaran ini merupakan jalan bagi masyarakat setempat untuk lebih belajar lagi dalam berbagai aspek kehidupan, yang terutama adalah menjaga lingkungan.

Referensi:

Tata Kelola. (2019). Ini Alternatif Penanganan Pencemaran Danau Toba. https://dataalam.menlhk.go.id/berita/2019/08/10/ini-alternatif-penanganan-pencemaran-danau-toba

Alika, Rizky. (2021). Menyeret PT TPL, Dugaan Pencemaran Danau Toba Dilaporkan ke Jokowi. Kata Data. https://katadata.co.id/ameidyonasution/berita/610d46bfaac56/menyeret-pt-tpl-dugaan-pencemaran-danau-toba-dilaporkan-ke-jokowi

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

YA
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini