Gagas Jembatan Bersejarah Jadi Festival Meriah

Gagas Jembatan Bersejarah Jadi Festival Meriah
info gambar utama

#WritingChallengeKawanGNFI #CeritadariKawan #NegeriKolaborasi #MakinTahuIndonesia

Jembatan Lama Kertosono dikenal sebagai salah satu jembatan bersejarah di Kabupaten Nganjuk. Keberadaan Jembatan Lama Kertosono menjadi saksi kemerdekaan Indonesia saat terjadi pertempuran melawan penjajah Belanda kemudian namanya dijadikan syair lagu oleh Koes Plus berjudul Treteg Kertosono. Asal nama Kertosono berasal dari nama seorang pahlawan dari daerah Kuncen Kecamatan Patianrowo bernama Kertosono atau biasa dipanggil Mbah Kerto. Jembatan Lama Kertosono didirikan oleh Belanda sebagai jalur penghubung untuk mempermudah menjajah Nganjuk. Akan tetapi, kegigihan pasukan Mbah Kerto mampu mempertahankan tempat tersebut dari jajahan Belanda yang sering disebut dengan perang “Treteg Tosono”.

Pada 2018, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) V Surabaya resmi menutup Jembatan Lama Kertosono sebagai penghubung antara Jombang dan Nganjuk dikarenakan mengalami kerusakan dan terancam runtuh. Kondisi fisik Jembatan Lama Kertosono memang sudah sangat mengkhawatirkan bagi penggunanya. Badan jembatan dengan posisi membujur di atas sungai brantas terlihat hampir putus dengan kemiringan kaki jembatan sudah mencapai 90 derajat. Hal tersebut disebabkan bagian kaki jembatan sudah tidak mampu menyangga beban badan dan gelagar jembatan karena mengalami degradasi (penurunan). Upaya penutupan Jembatan Lama Kertosono bertujuan untuk mengantisipasi kecelakaan yang dapat menimbulkan korban jiwa apabila terperosok pada lubang jembatan. Namun, penutupan Jembatan Lama Kertosono juga berdampak pada area sekitar yang mengalami penurunan aktifitas perekonomian.

Setelah lama mengalami dampak penutupan, Jembatan Lama Kertosono yang merupakan icon bersejarah di Kertosono, pertama kalinya "dihidupkan" kembali melalui Event Festival Jembatan Lama Kertosono. Festival Jembatan Lama Kertosono dibuka secara resmi pada hari Sabtu, 29 Oktober 2022 oleh Camat Kertosono, Mashudi Nurul Huda mewakili Plt Bupati Nganjuk yang berhalangan hadir. Festival Jembatan Lama Kertosono dilaksanakan selama 10 hari di sepanjang Jalan Diponegoro (dulu dikenal Jalan Surabaya) hingga mendekati lokasi Jembatan Lama Kertosono yang pernah menjadi catatan sejarah negara Indonesia. Festival yang terbilang sukses dengan tingginya antusiasme masyarakat diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi yang bagus khususnya pada wilayah Kertosono dan sekitarnya. Bukan hanya sebatas untuk membangkitkan kembali perekonomian masyarakat, Festival Jembatan Lama Kertosono diadakan juga karena terdapat misi sosial budaya yang terinsipirasi spirit dari latar belakang jembatan bersejarah sebagai saksi sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia.

Event Festival Jembatan Lama Kertosono | Ficky Khabibulloh: TikTok Info Seputar Nganjuk
info gambar

Berdasarkan sebutan namanya maka sudah dapat dipastikan bahwa Event Festival Jembatan Lama Kertosono berusaha membangkitkan romantisme masa lalu karena eksistensi kawasan tersebut yang sangat terkenal. Sebelum dibuka secara resmi, Festival Jembatan Lama Kertosono telah melaksanakan softopening dengan penampilan tari-tarian serta kesenian hadrah dari berbagai elemen pendidikan. Konsep yang dibawa pada Festival Jembatan Lama Kertosono berupa puluhan tenda jajanan, makanan, maupun minuman yang berjajar rapi berhasil menarik minat masyarakat. Tidak hanya itu saja, wahana permainan seperti bianglala dan kora-kora yang berada di utara jembatan lama juga menjadi magnet tersendiri. Lokasi bianglala yang berada tepat pada tepi sungai Brantas semakin menambah keindahan pemandangan saat menaiki wahana tersebut. Penampilan Faiz "Farel" Kertosono dan Nyawiji Band yang membawakan lagu-lagu jawa pop tradisional modern juga mampu membuat pengunjung ikut larut dalam kemeriahan.

Antusiasme masyarakat pada Event Festival Jembatan Lama Kertosono terlihat meriah dan memadati sepanjang Jalan Diponegoro hingga pinggiran Jembatan Lama Kertosono. Lebih lanjut, diharapkan masyarakat mampu bersinergi dan berkontribusi bersama dalam membangkitkan perekonomian di wilayah Kertosono dan sekitarnya dengan inovasi dan kreatifitasnya. Festival Jembatan Lama Kertosono ini dapat juga dijadikan agenda tahunan dengan konsep dan peningkatan kualitas acara yang disuguhkan lebih baik dan mampu menggerakkan potensi ekonomi dan kepemudaannya.

Referensi:Radar Kediri

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

HS
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini