Jajan Sehat di Toko Roti Jadul Maison Weiner

Jajan Sehat di Toko Roti Jadul Maison Weiner
info gambar utama

#WritingChallengeKawanGNFI #CeritadariKawan #NegeriKolaborasi #MakinTahuIndonesia

Terletak tak jauh dari Museum Sumpah Pemuda, toko roti antik dengan warna dominan merah ini nampak tak semeriah toko roti modern yang menawarkan konsep kekinian. Berdiri sejak 1936, toko ini merupakan salah satu dari sebagian toko roti jadul di Jakarta yang tak lekang oleh zaman.

Beberapa Foto Bersejarah Toko Maison Weiner | Sumber: Dokumentasi Pribadi
info gambar

Memang, sekilas tak ada yang spesial dari toko tua ini jika dilihat dari luar. Tetapi, begitu kita membuka pintunya, aroma roti yang sedang dipanggang akan menyambut kita dan seakan-akan membuat kita berimajinasi mengunjungi toko roti di Eropa. Sebenarnya, toko ini tidak hanya menjual roti saja. Beragam jenis kue pun dijual di sini, akan tetapi produk yang paling spesial di sini adalah roti.

Interior dan Etalase Maison Weiner yang Antik | Sumber: Dokumentasi Pribadi
info gambar

Beragam jenis roti dan kue hangat terpajang cantik di etalase toko, menggugah selera siapapun yang melihatnya. Karena semuanya terlihat lezat, akan sangat sulit pastinya untuk memilih mana yang harus dibeli. Jangan sampai Kawan kalap ya, memborong semua yang ada di etalase. Jika membicarakan roti dan kue, pasti Kawan yang sangat peduli dengan kesehatan akan khawatir kalau mengkonsumsi kedua makanan itu bakal bikin gemuk. Jangan khawatir, ada alternatif yang lebih sehat kok. Dari beragam kue dan roti yang dijual, roti sourdough adalah salah satu varian roti spesial yang tersedia di Maison Weiner.

Sekilas Tentang Roti Sourdough

Coklat, kusam, besar, dan bertabur tepung. Tampilannya memang tidak secantik dan se-imut roti biasa apalagi roti modern yang instagram-able. Teksturnya pun agak keras dan bagi Kawan yang belum terbiasa pasti akan kaget dengan rasanya karena agak asam. Ingat, asam bukan berarti basi ya Kawan. Karena memang cara pembuatannya yang agak berbeda dibanding roti pada umumnya. Proses pembuatan roti ini berlangsung lebih panjang dan memakan waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengan roti biasa atau roti putih dan ragi untuk sourdough dicampur dengan bakteri asam laktat. Hasil fermentasi ragi dan bakteri tersebutlah yang menyebabkan rasa roti menjadi agak asam.

Roti Sourdough di Maison Weiner |Sumber: Dokumentasi Pribadi
info gambar

Walaupun buruk rupa dan rasanya kurang enak bagi sebagian orang, sourdough tak hanya mengenyangkan perut saja. Akan tetapi juga memiliki beragam manfaat kesehatan. Dilansir dari hellosehat roti sourdough memiliki kandungan serat tinggi serta bakteri asam laktat yang baik untuk memelihara kesehatan pencernaan. Jadi, Kawan tidak perlu takut gendut kalau makan roti ini. Selama rotinya dikonsumsi dalam batas wajar ya.Tidak hanya kesehatan pencernaan, roti ini juga bermanfaat bagi Kawan yang memiliki riwayat penyakit diabetes. Disadur dari sehatQ bila dikonsumsi secara normal, kandungan bakteri asam laktat dalam adonan roti ini dapat menurunkan kadar gula darah. Jadi Kawan tidak perlu khawatir lagi gula darahnya naik saat mengkonsumsi roti ini.

Sebagai salah satu jenis makanan sehat, tidak semua toko roti menjual sourdough. Hal ini menyebabkan harganya relatif sedikit lebih tinggi dibanding roti biasa. Pastinya, banyak yang beranggapan kalau jajan sehat itu malah membuat sakit kepala karena harganya yang menguras dompet. Tapi, Kawan tidak perlu khawatir, karena setiap hari Sabtu, Maison Weiner memberikan diskon sebesar 20% untuk setiap pembelian. Jadi apalagi yang dipusingkan? Jajan sehat itu tidak selalu mahal ya, Kawan. Walaupun harganya terjangkau, Kawan juga tetap harus bijak saat jajan ya. Walaupun lebih sehat dan bergizi ketimbang roti biasa, Kawan tetap tidak boleh mengkonsumsinya secara berlebihan. Ingat, semua makanan itu sebenarnya baik bagi tubuh namun, jika dikonsumsi berlebihan malah justru akan menimbulkan penyakit yang tak diinginkan. Jangan sampai Kawan kalap dalam berbelanja dan makan. Bagaimana Kawan, apakah sudah bijak dan sehat jajannya?

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AL
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini