Bangkitnya Bali Pasca Pandemi COVID-19

Bangkitnya Bali Pasca Pandemi COVID-19
info gambar utama

#WritingChallengeKawanGNFI #CeritadariKawan #NegeriKolaborasi #MakinTahuIndonesia

Awal masuknya pandemi COVID-19 ke Indonesia menjadi tamparan yang sangat keras untuk pemerintah Indonesia. Mulai dari kesiapan Indonesia dalam menghadapi bencana dan menanggapi dan penanganan yang sangat kurang pada masa awal pandemi, sehingga mengakibatkan banyaknya korban jiwa. Selain itu, ketidaksiapan ini menyebabkan indonesia mengalami keterpurukan di seluruh bidang, banyak sekali yang terkena dampaknya akibat pandemi COVID-19, mulai dari sektor ekonomi, pariwisata, transportasi, sosial, hingga sumber daya tenaga kesehatan, hingga adanya pembatasan untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

Faktor ekonomi merupakan faktor yang paling terdampak setelah faktor kesehatan. Khususnya daerah Pulau Bali, contoh yang paling terlihat akibat COVID-19 adalah sektor pariwisata yang tidak bisa bertahan akibat adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau dikenal sebagai PPKM. Pembatasan ini disebabkan lantaran tingginya angka covid yang ada di seluruh wilayah indonesia, salah satunya daerah bali. Tingginya angka pasien yang terkena COVID-19 di Bali sendiri sebagai salah satu penyebab diadakannya PPKM di wilayah Bali. Hal ini sangat berdampak kepada masyarakat sekitar yang memanfaatkan pariwisata sebagai lahan mata pencaharian sehari-hari yang tidak adanya turis asing serta wisatawan lokal yang tidak boleh berwisata dan tidak boleh masuk ke Bali selama PPKM.

Salah satu tempat wisata yang mengalami dampak akibat COVID-19 adalah Tanah Lot. Pura Tanah Lot ini merupakan objek wisata yang di Kabupaten Tabanan, yang merupakan salah satu central ekonomi Tabanan. Banyak UMKM yang terpaksa tutup akibat tempat wisata ini terpaksa berhenti beroperasi. Selain tanah lot, objek wisata lain yang ada di Tabanan terkena dampaknya ialah wisata Beach Love, Pantai Kedungu, dan objek wisata Jati Luwih. Objek wisata yang sebelumnya menjanjikan untuk masyarakat dalam berlibur dan mengais penghasilan namun saat PPKM harus ditutup.

Banyak bisnis yang mengalami penutupan karena tidak adanya pengunjung yang datang akibat PPKM. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemasukan, namun tetap harus mengeluarkan biaya terhadap produksi dan biaya sewa tempat. PPKM ini dipicu karena tingginya angka COVID-19 yang masuk ke Bali sehingga di perlukannya pembatasan sesaat untuk membantu menurunkannya. Banyak pro-kontra mengenai keputusan pemerintah dalam menjalankan PPKM ini karena sebagian masyarakat tidak terima karena harus menutup usahanya akibat tidak ada yang berkunjung. Namun, itu adalah salah satu cara untuk membalikan keadaan bali menjadi lebih baik kembali dari pandemi COVID-19.

Alhasil, pada PPKM yang dilakukan dari Maret 2020 hingga Desember 2021 membuahkan hasil. Sebelumnya, bisnis pariwisata di daerah Bali mengalami keanjlokan yang berujung pada kebangkrutan akibat lonjakan angka COVID. namun sekarang sudah menjadi membaik karena mulai dibukanya kembali daerah daerah wisata. Selain itu, pada saat pemberlakuan PPKM membuat masyarakat menjadi makin kreatif, baik dalam menghasilkan produk hingga memanfaatkan platfom media sosial untuk membuka bisnis baru maupun mempromosikan bisnisnya yang sebelumnya terancam bangkrut akibat pandemi.

Munculnya UMKM baru yang membuat semakin majunya perekonomian didaerah bali pasca terjadinya pandemI. Kebangkitan ekonomi dari sektor pariwisata di Bali ini ditandai dengan di bukanya kembali beberapa tempat wisata selain itu, para turis asing diberikan untuk masuk kembali kedaerah bali.

Ilustrasi Bali | Foto: Time Out
info gambar

Dahulu saat PPKM, Pura Tanah Lot harus ditutup karena pandemi, kini telah di buka kembali. Hal ini merupakan kabar yang menggembirakan bagi masyarakat sekitar yang sehari-hari mengais penghasilan dengan membangun usaha disana. Selain itu, pariwisata di Pura Tanah Lot, Beach Love, Pantai Kedungu, dan objek wisata Jati Lueih juga sudah kembali dibuka.

Objek wisata ini sangat membantu perekonomian masyarakatnya. seperti objek wisata jatiluwih yang merupakan wisata agrikultur di bidang pertanian dan perkebunan seperti ini sangat menarik karena tidak hanya dapat menikmati alam, tetapi =memasukan unsur edukasi untuk menjaga alam. Kegiatan perkebunan ramah lingkungan seperti perkebunan organik menjadi salah satu kegiatan yang memerhatikan etika lingkungannya. Jika berpedoman pada etika lingkungan, sumber daya alam berperan penting dalam kelangsungan hidup masyarakat dari segi sosial, budaya, ekonomi, politik dan juga hukum. Lingkungan dan sumber daya alam menjadi bagian hidup bagi masyarakat setempat.

Peran pemerintah juga sangat penting dalam bangkitnya perekonomian dibali. mulai dari dibuatnya program - program untuk UMKM yang akan berperan penting dalam bangkitnya perekonomian dibali. peran pemerintah ini dengan mengadopsi teknologi digital 4.0 yang dapat digunakan UMKM UMKN untuk mempercepatan pemulihan ekonomi nasional paska pandemi COVID-19. Melalui program ini, pemerintah berupaya mengoptimalisasi potensi dan produktivitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui digitalisasi, khususnya bagi UMKM yang masih menjalankan usaha secara luring atau offline khususnya. UMKM dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakan pemerintah ini mulai dari mempromosikan tempatnya sebagai lokasi wisata, seperti halnya coffee shop, rumah makan, dan masih banyak lainnya.

Prinsip etika yang harus diterapkan dan dijadikan sebagai pedoman perilaku manusia apabila terjadi peristiwa seperti pandemi. Prinsip-prinsip seperti respect each other, bertanggungjawab secara moral kesehatan terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar, solidaritas dalam membantu sesama, peduli pada sesami dan terhadap alam, dan terakhir tidak berbuat hal-hal yang menimbulkan kerusakan, hidup selaras dengan alam, adil, dan demokrasi perlu diperhatikan dalam ketika berinteraksi dengan alam.

Secara moralitas apabila kita menjaga sesama dengan prinsip respect each other, maka dengan mudah kita melewati permasalahan seperti halnya pandemi ini. Namun tidak hanya respect yang perlu ditekankan bahwa pentingnya menjaga lingkungan kita pun salah satu faktor untuk menunjang kebangkitan pariwisata yang ada di Bali. Apabila lingkungan yang kita tawarkan bersih maka akan semakin banyak yang tertarik untuk mengunjungi tempat tersebut dan akan membangkitkan pariwisata tidak hanya di lokasi itu, melainkan lokasi sekitarnya akan ikut terdampak.

Referensi:

Aditiasari, D. 2021. Potret Matinya Ekonomi Bali dihantam Pandemi. https://finance.detik.com/foto-bisnis/d-5587766/potret-matinya-ekonomi-bali-dihantam-pandemi. diakses 11 Desember 2022

Jaya, I. 2021. Penguatan Sistem Kesehatan dalam Pengendalian Covid-19. https://p2p.kemkes.go.id/penguatan-sistem-kesehatan-dalam-pengendalian-covid-19/. diakses 11 Desember 2022

Rahmawati, F. 2022. Bangkitkan Ekonomi Nasional Pasca Pandemi, Kominfo Luncurkan Program Adopsi Teknologi Digital 4.0 Bagi UMKM. https://aptika.kominfo.go.id/2022/05/bangkitkan-ekonomi-nasional-pasca-pandemi-kominfo-luncurkan-program-adopsi-teknologi-digital-4-0-bagi-umkm/. Diakses 11 Desember 2022

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

RW
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini