Hidden Canyon Beji Guwang, Surga Tersembunyi Pulau Bali

Hidden Canyon Beji Guwang, Surga Tersembunyi Pulau Bali
info gambar utama

#WritingChallengeKawanGNFI #CeritadariKawan #NegeriKolaborasi #MakinTahuIndonesia

Wisata merupakan sebuah kegiatan perjalanan oleh perorangan atau kelompok dengan melakukan kunjungan ke tempat tertentu dengan tujuan berekreasi, pengembangan diri, serta mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu relatif singkat (UU No 10 Tahun 2009). Indonesia memiliki banyak potensi tempat wisata, salah satunya ada di Pulau Bali. Bali menjadi salah satu wilayah yang sangat berkembang di sektor pariwisata dan selalu menjadi tujuan wisata nasional maupun internasional, di mana objek wisata Pulau Bali terdiri dari pusat kesenian, kerajinan, serta wisata alam. Banyaknya potensi wisata yang ada di Pulau Bali, saat ini sepenuhnya belum dimaksimalkan dalam proses pengelolaannya, sehingga masih terdapat tempat wisata yang jarang diketahui keberadaannya oleh para wisatawan. Hal ini dapat ditemukan salah satunya pada daya tarik wisata alam yaitu Hidden Canyon Beji Guwang.

Foto: Gigih Prayitno | travel.tribunnews.com
info gambar

Hidden Canyon Beji Guwang terletak di Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Bali yang berjarak ±15 km dari pusat Kota Gianyar. Menurut Sugianta & Sunarta (2018), Hidden Canyon Beji Guwang merupakan sebuah fenomena alam berupa aliran sungai yang di sisi kiri dan kanannya dibentengi tebing batu yang tajam. Sedangkan, beji sendiri memiliki arti air mancur yang disucikan oleh masyarakat yang beragama Hindu di wilayah tersebut.

Tebing dan dinding batu dari Hidden Canyon Beji Guwang berbentuk pahatan yang sangat indah dan terbentuk karena terkikis air sungai yang telah terjadi selama ratusan ribu tahun yang lalu. Menurut Risti & Anom (2018), adapun potensi wisata yang ditawarkan oleh Hidden Canyon Beji Guwang yaitu, atraksi alam, trekking, Pura Beji Guwang, Guwang Mini Zoo, serta perkebunan dan persawahan.

Atraksi alam yang disuguhkan berupa panorama alam yang indah dengan adanya sungai yang diapit oleh tebing-tebing tinggi terlihat seperti Grand Canyon di sungai Colorado, Amerika yang sangat bagus digunakan untuk spot foto. Kemudian, karena Hidden Canyon Beji Guwang identik dengan aliran air sungai maka wisatawan dapat melakukan trekking dengan menyusuri sungai dan melihat keanekaragaman flora serta fauna yang ada di wilayah tersebut.

Selanjutnya, Pura Beji Guwang disucikan oleh masyarakat setempat dan di luar pura ini juga terdapat kolam ikan yang dapat digunakan sebagai doctor fish oleh wisatawan. Guwang Mini Zoo berisi beraneka jenis fauna yang dapat diajak berfoto oleh wisatawan. Dengan adanya perkebunan dan persawahan, netra wisatawan akan dimanjakan oleh pemandangan hamparan persawahan dan perkebunan yang sejuk serta damai. Selain itu, Hidden Canyon Beji Guwang juga dilengkapi fasilitas berupa jalan yang sudah diaspal, parkir yang luas, toilet gratis, kios makanan dan minuman, serta tour guide.

Jika dikaitkan dengan salah satu mata kuliah yang sedang penulis tempuh, Hidden Canyon Beji Guwang berkaitan dengan mata kuliah Healing Earth khususnya pada materi mengenai “Air”. Hal ini disebabkan karena Hidden Canyon Beji Guwang merupakan sebuah tempat wisata yang berhubungan dengan aliran air.

Ditinjau dari segi sains, air sungai Hidden Canyon Beji Guwang sangat bersih dan juga jernih. Air ini dimanfaatkan sebagai destinasi wisata dan juga sumber kehidupan bagi masyarakat setempat serta biota yang ada di wilayah tersebut. Dalam hal ini, masih terdapat masyarakat yang mengambil air di sungai untuk dikonsumsi dan untuk memenuhi kebutuhan hidup lainnya.

Kemudian, di dalam air sungai juga terdapat banyak biota air seperti ikan dan juga ganggang, serta air ini juga dimanfaatkan sebagai irigasi sawah dan kebun milik masyarakat. Selain itu, dengan dijadikannya Hidden Canyon Beji Guwang sebagai tempat wisata dapat membantu peningkatan perekonomian masyarakat setempat. Hal ini disebabkan karena banyak masyarakat yang berpartisipasi sebagai pedagang makanan dan minuman serta menjual oleh-oleh khas Bali. Masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani juga menjualkan hasil panennya kepada para wisatawan.

Jika ditinjau dari segi spiritualitas, di Hidden Canyon Beji Guwang ini terdapat sebuah Pura Beji Guwang yang memiliki air mancur yang sangat disucikan oleh masyarakat dan dijadikan tempat untuk beribadah dalam hal mendekatkan diri kepada Tuhan. Sehingga, para wisatawan tidak diperkenankan melakukan hal yang tidak senonoh ketika melakukan wisata ke tempat ini. Selain itu, setiap enam bulan sekali akan diadakan piodalan atau upacara keagamaan oleh masyarakat sebagai wujud syukur kepada Tuhan dan menggunakan air sebagai salah satu sarananya. Jika ditinjau dari segi etika, masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar Hidden Canyon Beji Guwang memiliki etika yang sangat baik untuk tetap menjaga tempat wisata ini agar tetap asri dan nyaman untuk dikunjungi oleh wisatawan. Dalam hal ini, masyarakat sangat sadar untuk tidak membuang sampah ke sungai agar kebersihan air sungai tetap terjaga dan sumber air bersih untuk kehidupan tetap tersedia.

Sejak 2018, Hidden Canyon Beji Guwang dikelola di bawah naungan Badan Usaha Milik Desa Garuda Wisnu Prabawa. Dalam hal ini, masyarakat setempat sangat terlibat dan berpartisipasi dalam pengembangan daya tarik wisata yang dapat dibuktikan dengan hampir 100% pekerja merupakan masyarakat lokal. Tiket masuk ke tempat ini dimulai dari Rp.120.000,00 per orang dan akan mendapatkan fasilitas berupa air kemasan, handuk, locker, guide, asuransi, pajak, serta pelayanan. Agar wisatawan semakin banyak berkunjung ke tempat wisata ini, pihak pengelola menjalankan promosi melalui media elektronik dan juga melakukan kerja sama dengan pihak Bali Hidden Canyon Tour. Dengan adanya promosi dan kerja sama ini, diharapkan mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Hidden Canyon Beji Guwang agar dapat menikmati mahakarya Tuhan yang mampu membuat kawan terkagum-kagum.

Referensi:

Risti, F. E., & Anom, I. P. (2018). Potensi Hidden Canyon Beji Guwang Sebagai Daya Tarik Wisata Alam di Desa Guwang Kecamatan Sukawati, Gianyar. Jurnal Destinasi Pariwisata, 5(2), 269-273.

Sugianta, A. D. S. P., & Sunarta, I. N. (2018). Dampak Pengembangan Hidden Canyon Beji Guwang Sebagai Destinasi Wisata Terhadap Perekonomian Masyarakat Lokal di Desa Guwang Kecamatan Sukawati Gianyar. Jurnal Destinasi Wisata, 6(1), 100-109.

Undang-Undang Republik Indonesia. Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

NF
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini