Luncurkan Bus Sekolah, Klaten Gemparkan Sosialisasi ke Masyarakat

Luncurkan Bus Sekolah, Klaten Gemparkan Sosialisasi ke Masyarakat
info gambar utama

Kabar baik bagi anak-anak sekolah di Klaten! Pasalnya, sejak bulan lalu (1 November 2022), Pemkab Klaten telah resmi meluncurkan bus sekolah, GRATIS, bagi semua kalangan pelajar (SD, SMP, SMA/SMK). Melansir dari artikel detikJateng, menurut Sapto Widi Harsono, selaku Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Pemkab Klaten, bus sekolah yang diketahui sudah beroperasi sejak awal bulan November itu, mulai stand-by di kantor Dinas Perhubungan sejak pukul 05.30 WIB. Adapun rute jalan bus sekolah yang terbagi menjadi 2 koridor, yang mana Koridor 1 dimulai dari kantor Dishub sampai dengan Kecamatan Wedi, dan Koridor 2 bermula dari Kecamatan Wedi sampai dengan kantor Dishub kecamatan Klaten Utara. Kedua koridor ini tempatnya masih berkisaran di area kota, mengingat jumlah bus yang tersedia juga masih minim (hanya terdapat 2 bus yang tersedia).

Meski demikian, apabila nantinya ditemukan bahwa animo pelajar terhadap angkutan tersebut tinggi, maka APBD Klaten dapat menyampaikan pengajuan penambahan jumlah angkutan bus sekolah ke pusat.

Berkaitan dengan animo pelajar, pada hari pertama bus sekolah tersebut beroperasi, menurut pantauan detikJatenglewat artikelnya yang berjudul “Angkutan Pelajar Gratis di Klaten Sepi Peminat, Kru Turun Sosialisasi”, hanya segelintir pelajar saja yang menumpangi bus ini. Lalu, ketika ditanya mengenai keberadaan bus sekolah, tak sedikit dari masyarakat (termasuk orang tua murid dan pelajar) mengaku tidak tahu jika di daerah mereka sudah ada layanan bus sekolah gratis. Lucunya, adapun warga yang salah mengira kalau bus tersebut adalah bus travel.

Oleh sebab itu, guna meningkatkan minat masyarakat (khususnya pelajar) dalam memanfaatkan layanan bus sekolah, tim kru akhirnya ikut turun tangan membantu mensosialisasikan keberadaan bus sekolah ini kepada para pelajar dan orang tua siswa. Tidak hanya itu, akan lebih baik lagi jika sosialisasi lebih sering diberitakan lewat sosial media atau platform-platform online seperti situs internet dan online news. Karena sebelumnya, Habib Candra, seorang pelajar dari salah satu sekolah di Klaten, kepada tim detikJateng mengaku bahwa dirinya pernah mendengar kabar bus sekolah ini lewat medsos, namun belum pernah mencoba menaiki bus tersebut.

Padahal, jika bus sekolah ini mampu dimanfaatkan secara maksimal, dampaknya dapat memberikan pengaruh positif baik bagi masyakat dan lingkungan juga.

Ilustrasi Bus Sekolah | Foto: Intai Lampung
info gambar

Bayangkan, apabila para pelajar terbiasa memanfaatkan layanan bus sekolah, tentu penggunaan kendaraan pribadi akan berkurang. Seperti yang kita ketahui, kendaraan pribadi seperti motor dan mobil, membutuhkan bensin sebagai bahan bakar utamanya. Bensin yang bersifat melepas karbon dioksida (CO2) akan membuat udara bersih menjadi tercemar. Mengapa? Karena, karbon dioksida termasuk kedalam jenis gas rumah kaca yang sifatnya “menangkap” panas bumi sehingga suhu bumi menjadi lebih panas dan berpotensi meningkatkan pemanasan global. Pernahkah kalian mendengar isu tentang kekeringan, kebakaran hutan, panjangnya masa musim kemarau, dan kondisi cuaca yang susah diprediksi? Usut punya usut, ternyata, semua isu lingkungan tersebut bermula dari isu pemanasan global. Dari sini kita bisa lihat bagaimana satu masalah dapat menimbulkan masalah-masalah lain. Maka, edukasi tentang manfaat menggunakan bus sekolah perlu disampaikan kepada masyarakat agar masyarakat sadar betapa pentingnya hal sekecil menumpang bus sekolah berdampak bagi bumi dan lingkungan sekitar.

Keuntungan kedua yang didapat apabila masyarakat memanfaatkan bus sekolah adalah menurunnya tingkat kemacetan. Kemacetan sudah menjadi tantangan sejak lama, apalagi sekarang masyarakat selalu berpergian menggunakan motor dan mobil. Belum lagi di Klaten, banyak truk berat dan bus pariwisata yang setiap hari melewati jalan raya Jogja-Solo. Hal inilah yang membuat jalan-jalan raya di kota ini begitu ramai dan padat. Akan tetapi, dengan adanya angkutan umum seperti bus sekolah, harapannya bus ini tidak hanya membantu mobilitas pelajar saja, namun juga dapat mengurangi masalah kemacetan di Klaten.

Selain itu, melihat dari sisi etika dan spiritualitas, keberadaan bus sekolah dapat meminimalisir pelanggaran lalu lintas oleh kalangan pelajar; seperti mengemudi dengan kecepatan tinggi, tidak memakai helm, memodifikasi motor, balapan di jalan raya, tidak menaati APILL, menerobos lampu merah, dan balapan di jalan raya. Pelanggaran-pelanggaran seperti ini tentu saja sangat membahayakan dan mengkhawatirkan. Tidak hanya membahayakan pengendara itu sendiri, namun juga pengendara lain.

Kemudian, keberadaan bus sekolah juga dapat membantu perekonomian orang tua murid. Bagaimana caranya? Melansir dari artikel detikJateng, menurut Nugroho, warga Klaten Tengah, dengan adanya bus sekolah, orang tua tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membelikan anaknya motor, apalagi kalau yang meminta masih di bawah umur. Bukan tanpa alasan, penjelasan pak Nugroho ini sejalan dengan beberapa Undang-Undang yang mengusut etika/aturan pengemudi kendaraan bermotor. Peraturan pertama berasal dari UU Nomor 22 Tahun 2009 pasal 77 ayat 1. Disitu dijelaskan bahwa siapapun yang mengendarai kendaraan bermotor harus mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai dengan kendaraan yang dikemudikan. Sedangkan syarat untuk mendapatkan SIM haruslah mereka yang sudah berumur minimal 17 tahun (UU Nomor 22 Tahun 2009 pasal 81). Tak hanya itu, UU Nomor 22 Tahun 2009 pasal 281 menjelaskan bahwa pengendara motor yang diketahui tidak memiliki SIM, akan terancam kurungan penjara maksimal 4 (empat) bulan, atau denda maksimal sebesar 1 juta rupiah. Tidak hanya itu, orang tua juga bisa memperkecil pengeluaran rumah tangga mereka khususnya untuk biaya bensin/BBM, juga dalam hal efisiensi waktu dan tenaga.

Selain itu, melihat dari sisi spiritualitas, para pelajar tidak perlu merasa malu ataupun khawatir, karena mereka sudah tidak lagi memerlukan fasilitas/kendaraan pribadi yang diberikan oleh orang tua kepada mereka. Dengan begitu, kecemburuan sosial di kalangan pelajar yang diakibatkan oleh hal sekecil “merk” atau jenis kendaraan yang mereka gunakan setiap hari ke sekolah, dapat terminimalisir. Karena pada dasarnya, Tuhan menciptakan mereka semua itu sama, tidak terbatas/terbagi berdasarkan materi (seperti kendaraan) semata.

Di sisi spiritualitas lainnya, keberadaan bus sekolah dianggap menguntungkan karena masyarakat berkesempatan untuk mendapatkan pekerjaan dan mengurangi angka pengangguran. Dengan demikian, dapat membantu men-sejahterahkan taraf hidup masyarakat.

Masih ada banyak hal positif yang bisa kita dapatkan dari bus sekolah ini. Dan itu semua tidak mungkin terjadi tanpa adanya dukungan atau partisipasi dari masyarakat terutama pelajar dan pemerintah terkait yang harus lebih mensosialisasikan keberadaan bus sekolah tersebut.

Referensi:

Bus Sekolah Gratis di Klaten Beroperasi Mulai Besok Pagi, Ini Rutenya | Syauqi, A. H., & detikJateng (2022)

Angkutan Pelajar Gratis Klaten Sepi Peminat, Dishub: Dikira Travel | Syauqi, A. H., & detikJateng (2022)

Angkutan Pelajar Gratis di Klaten Sepi Peminat, Kru Turun Sosialisasi | Syauqi, A. H., & detikJateng (2022)

Begini Penampakan dan Spesifikasi Angkutan Pelajar Gratis di Klaten | Syauqi, A. H., & detikJateng (2022)

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

CL
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini