Nara Kupu Jogja, Eduwisata Sekaligus Belajar Menjaga Lingkungan

Nara Kupu Jogja, Eduwisata Sekaligus Belajar Menjaga Lingkungan
info gambar utama

#WritingChallengeKawanGNFI #CeritadariKawan #NegeriKolaborasi #MakinTahuIndonesia

Yogyakarta sejak dahulu dikenal sebagai kota wisata, keunikan alam dan budaya membuatnya menjadi primadona wisatawan. Jenis pariwisatanya yang beragam membuat Yogyakarta tak bosan untuk dikunjungi. Nara Kupu Jogja menjadi salah satu tempat wisata yang menarik karena mengusung konsep eduwisata.

Nara Kupu Jogja berlokasi di Pandanpuro, Hargobinangun, Sleman, Yogyakarta, persis di kaki Gunung Sleman. Konsep yang diusung adalah wisata agrikultur yang ramah lingkungan agar kebersihan dan keasrian dapat terjaga. Nara Kupu Jogja mengajak wisatawan untuk belajar mengenal berbagai tanaman organik.

Pengunjung akan diajari cara menanam sayuran organik dan cara pengolahan sampah organik. Selain itu, mereka juga dapat memetik sendiri sayuran organik yang siap untuk dipanen. Jika ingin membeli tanpa memetik sendiri, tersedia juga gerai yang menjual tanaman organik. Nara Kupu Jogja juga menawarkan kerjasama untuk pelaku UMKM bagi yang ingin menjual produknya secara gratis. Fasilitas tempat makan juga tersedia.

Dibangun dilahan seluas total 4,5 hektar, tempat wisata ini juga masih dalam tahap pengembangan, nantinya akan ada golf driving range, cottage, dan tempat pemancingan ikan. Ini rencananya akan terbuka untuk disewakan.

Wisata agrikultur di bidang pertanian dan perkebunan seperti ini sangat menarik karena tidak hanya dapat menikmati alam, tetapi juga memasukan unsur edukasi untuk menjaga alam. Kegiatan perkebunan ramah lingkungan seperti perkebunan organik menjadi salah satu kegiatan yang memerhatikan etika lingkungannya. Jika berpedoman pada etika lingkungan, sumber daya alam berperan penting dalam kelangsungan hidup masyarakat dari segi sosial, budaya, ekonomi, politik dan juga hukum. Lingkungan dan sumber daya alam menjadi bagian hidup bagi masyarakat setempat.

Nara Kupu Jogja | Foto: Neraca.co.id
info gambar

Seperti yang kita ketahui, perkebunan organik merupakan sistem perkebunan yang mengutamakan bahan-bahan alami dalam prosesnya dan menghindari penggunaan bahan kimia, seperti pestisida, pupuk olahan kimia, herbisida, dan lain-lain. Perkebunan tanpa penggunaan bahan kimia menjaga tanah lingkungan perkebunan tidak tercemar oleh residu obat dan pupuk kimia. Sehingga tidak hanya tanah saja yang terjaga, tetapi produk perkebunan yang dihasilkan terjaga dari produk kimia dan dapat dikonsumsi dengan aman dan sehat oleh konsumen.

Perkebunan organik dirancang agar keseimbangan dan siklus alami lingkungan sekitar dapat terjaga. Tidak hanya itu saja, kegiatan pengolahan sampah juga membantu mengedukasi pengunjung agar sadar dan aktif dalam mengolah residu rumah tangga. Eduwisata Nara Kupu Jogja memiliki kegiatan yang bertujuan untuk menghasilkan perkebunan yang tidak merusak lingkungan sekaligus menjaga produk yang dikonsumsi terbebas dari pencemaran. Rangkaian kegiatan tersebut selaras dengan tujuan untuk hidup berdampingan dengan alam. Sebagai manusia yang tinggal di bumi, harus turut menjaga lingkungannya karena jika lingkungan rusak, maka kehidupan manusia akan terancam.

Prinsip etika lingkungan menurut Keraf (2002) harus diterapkan dan dijadikan sebagai pedoman perilaku manusia. Prinsip seperti respect for nature (menghargai alam), bertanggungjawab secara moral terhadap alam, solidaritas kosmik, peduli terhadap alam, tidak menimbulkan kerusakan, hidup selaras dengan alam, adil, dan demokrasi, perlu kita perhatikan ketika berinteraksi dengan alam.

Referensi:

Mulayani, Alya Putri dan Firmansyah, Adi. 2020. Etika Lingkungan Hidup Dalam Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pertanian Ramah Lingkungan (Kasus Kelompok Tani Patra Rangga, Kabupaten Subang).

Prass, Ary B. 2022. Nara Kupu Jogja Eduwisata di Kaki Gunung Merapi, Melepas Penat Sembari Belajar. https://www.krjogja.com/wisata/read/479786/nara-kupu-jogja-eduwisata-di-kaki-gunung-merapi-melepas-penat-sembari-belajar. diakses 10 Desember 2022.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DF
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini