Panggung Wisata Yogya

Panggung Wisata Yogya
info gambar utama

#WritingChallengeKawanGNFI #CeritadariKawan #NegeriKolaborasi #MakinTahuIndonesia

Pariwisata merupakan salah satu sektor sumber pemasukan negara. Dengan berkembanganya pariwisata, diharapkan negara memiliki pemasukan tetap.

Indonesia sendiri terkenal dengan tempat wisata yang memukau contohnya seperti Bali yang memiliki pantai dan berbagai keindahan alam lainnya yang menarik wisatawan asing dan lokal.

Selain Bali, tentunya masih banyak daerah daerah wisata lain yang tersebar di seluruh Indonesia, salah satunya Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Daerah ini juga memiliki obyek wisata yang tidak kalah menarik jika dibandingkan dengan Bali.

Pemerintah DIY sendiri telah mengupayakan langkah promosi obyek wisaata yang ada di Yogyakarta melalui berbagai media. Upaya ini juga diiringi dengan perbaikan fasilitas penunjang daerah wisata.

Dikutip dari laman Sekretariat Dewan DPRD Kota Yogyakarta, pemerintah daerah sudah mencanangkan Visi Pembangunan Wisata yang bertujuan untuk menjadikan Kota Yogyakarta sebagai destinasi wisata dunia, berwawasan budaya, berkelanjutan, memiliki daya saing, hingga mampu mendorong pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat.

Nantinya sektor pariwisata di Yogyakarta akan mengusung tema budaya dari setiap wilayah Provinsi Yogyakarta. Setiap destinasi wisata akan memiliki ciri khas kebudayaan yang berbeda dengan daerah lainnya. Hal inilah yang akan menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk mencoba mendatangi setiap destinasi wisata di Yogyakarta.

Dengan diusungnya kebudayaan dalam sektor pariwsaata diharapkan budaya dapat terus lestari dan dijaga keberadaanya. Berkaca dari negara di kawasan Asia yang mampu menyelaraskan perkembangan teknologi dengan kemajuan pelestarian budaya, pemerintah DIY mengusung motto bertajuk “Jogja Cultures Experiences” dalam sektor pariwisatanya.

Upaya yang dilakukan pemerintah daerah Yogyakarta ini disambut dengan baik oleh seluruh kalangan masyarakat Yogyakarta. Hal ini tercermin dari kepedulian masyarakat terhadap pelestarian budaya yang ada di Yogyakarta.

Bahkan setiap aspek kehidupan bermasyarakat di daerah Yogyakarta masih bernafaskan tradisi dan kebudayaan. Hal inilah yang mendasari adanya sebutan “Kota Wisata” yang disematkan ke daerah Yogyakarta. Masyarakat tentunya juga dilibatkan dalam upaya membangun destinasi wisata di Yogyakarta.

Kota Yogyakarta | Foto: Tokopedia
info gambar

Dikutip dari laman Sekretariat Dewan DPRD Kota Yogyakarta, saat ini terdapat 17 desa wisata yang tersebar di seluruh wilayah Yogyakarta. Desa wisata ini nantinya akan menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik.

Di dalam desa wisata terdapat banyak kegiatan masyarakat desa yang meyajikan tarian tradisional, makanan tradisional, permainan tradisional, bangunan bersejarah, dan lain sebagainya.

Tujuan dibentuknya desa wisata adalah untuk mendayagunakan masyarakat setempat agar bisa melestarikan budaya yang khas di daerah tersebut diiringi dengan pembukaan lapangan pekerjaan serta menumbuhkan dan menggerakkan perekonomian masyarakat setempat. Peraturan mengenai pembentukan desa wisata sudah tertera dalam Perwal Yogyakarta No. 115 Tahun 2016.

Upaya lain yang dilakukan pemerintah daerah yakni membenahi berbagai infrastruktur yang menunjang sektor pariwisata. Pemerintah sendiri saat ini sedang membenahi bangunan bangunan yang ada di sekitar malioboro agar semakin menarik wisatawan. Pemerintah daerah juga sudah membenahi akses jalan menuju destinasi wisata yang pada sulit dijangkau.

Lalu, adanya pembangunan destinasi wisata baru, seperti HEHA Sky View dan HEHA Ocean View. Upaya yang telah dilakukan ini bertujuan untuk membangun sektor pariwisata di Yogyakarta menjadi lebih baik dan menarik.

Di samping itu, upaya ini juga dimaksudkan sebagai ungkapan syukur atas pemberian dari Tuhan Yang Maha Esa. Berdasar pada budaya yang ada di Yogyakarta, sampai saat ini masih rutin dilakukan berbagai upacara untuk menghargai dan mensyukuri segala yang telah diberikan Tuhan kepada manusia.

Beberapa upacara adat yang masih diadakan diantaranya yakni upacara Sekaten, upacara Labuhan, upacara Grebeg Muludan, upacara Siraman Pusaka, upacara Nguras Ence, upacara Saparan dan lain sebagainya.

Melihat berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam membangun sektor pariwisata yang ada, sudah selayaknya kita sebagai masyarakat senantiasa mendukung dengan cara mengunjungi wisata wisata lokal dan tidak merusak fasilitas umum yang ada.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

JE
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini