Dieng Culture Festival, Wisata Budaya yang Bangkit Kembali Setelah Pandemi

Dieng Culture Festival, Wisata Budaya yang Bangkit Kembali Setelah Pandemi
info gambar utama

#WritingChallengeKawanGNFI #CeritadariKawan #NegeriKolaborasi #MakinTahuIndonesia

Negeri Diatas Awan mungkin bukan istilah yang asing lagi untuk didengar. Istilah tersebut ditujukan untuk Dataran Tinggi Dieng yang tingginya mencapai 2.115 m Dpl. Wilayah yang masih memiliki lingkungan asri dengan pemandangan yang begitu mumpuni menjadikan Dieng menjadi salah satu destinasi favorit di Provinsi Jawa Tengah. Para wisatawan memiliki banyak destinasi yang dapat dikunjungi ketika berlibur ke Dieng, mulai dari gunung, bukit, kawah, candi, dan juga situs-situs bersejarah. Udara yang segar serta suhu yang cenderung dingin menambah nilai tambah untuk merasakan pengalaman dan sensasi baru dalam menghabiskan waktu berlibur. Tak hanya itu, Dieng juga memiliki wisata seni budaya yang diadakan setiap tahunnya. Acara tersebut diselenggarakan dalam bentuk festival dan dinamakan Dieng Culture Festival.

Mengutip dari Indonesia Travel, Dieng Culture Festival merupakan acara tahunan dengan konsep sinergi antara budaya masyarakat, wisata Dieng, serta pemberdayaan masyarakat lokal untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki. Dieng Culture Festival pertama kali diadakan pada tahun 2010 dengan nama Pekan Budaya Dieng. Pada tahun ketiga pelaksanaan, para panitia dan pengelola sepakat untuk mengganti nama menjadi Dieng Culture Festival (DCF). Dieng Culture Festival yang diselenggarakan pada tahun ini terasa spesial karena acara kembali diselenggarakan secara luring setelah pandemi. Return of The Light menjadi tema utama pada acara Dieng Culture Festival kali ini yang merepresentasikan cita-cita untuk kembali berdiri dan bersinar setelah wisata Dieng sempat vakum saat pandemi. Hal ini tentu meningkatkan animo dan antusiasme wisatawan untuk turut serta meramaikan dan menjadi bagian dari festival. Tak mengherankan jika 2000 tiket berhasil dijual dalam waktu 1,5 jam untuk acara yang diselenggarakan pada 2 - 4 September 2022 silam. Pelaksanaan festival ini terdiri dari berbagai kegiatan yang menarik untuk diikuti

Ruwatan Rambut Gimbal

Prosesi cukur rambut gimbal
info gambar

Ruwatan rambut gimbal merupakan salah satu acara inti dari Dieng Culture Festival. Acara ini merupakan upacara pemotongan rambut pada anak-anak Dieng yang memiliki rambut gimbal. Acara ini bertujuan untuk membebaskan dan melepaskan anak-anak Dieng yang berambut gimbal dari sebuah kesialan maupun malapetaka. Anak yang berambut gimbal disebut sebagai anak istimewa sehingga salah satu poin yang menarik pada upacara ini adalah permintaan anak yang memiliki rambut gimbal pada saat menjelang upacara harus dikabulkan. Apabila tidak, maka ada anggapan bahwa saat rambut mereka bertambah panjang akan tumbuh menjadi rambut gimbal kembali dan berdampak kepada anak tersebut. Waktu untuk pemotongan rambut pun tidak sembarangan. Rambut gimbal yang dimiliki hanya boleh dicukur ketika anak tersebut sudah meminta dan menghendaki.

Jazz di Atas Awan

Konser Andien
info gambar

Jazz di Atas Awan merupakan salah satu rangkaian kegiatan Dieng Culture Festival untuk diikuti. Seperti namanya, acara ini akan menampilkan sejumlah musisi untuk bernyanyi di dataran tinggi Dieng dengan suhu yang terhitung cukup rendah. Hal ini tentu akan memberikan pengalaman baru dalam menonton sebuah konser. Bernyanyi di area Candi Arjuna pada malam hari tentu menjadi sebuah momen baru yang sayang untuk dilewatkan.

Lampion, Gebyar Lentera, dan Harapan

Proses penerbangan lampion
info gambar

Pesta lampion menjadi kegiatan yang identik dengan acara Dieng Culture Festival. Lampion diterbangkan bersamaan dengan acara Dieng Culture Festival yang diadakan pada malam hari. Ribuan lampion diterbangkan oleh para pengunjung menghiasi langit malam Dieng. Pemandangan ini menjadi hal yang indah untuk dilihat dan diabadikan. Saat menerbangkan lampion, pengunjung juga disarankan untuk membuat harapan. Tak hanya itu, kemeriahan acara pada Dieng Culture Festival juga ditambah dengan pesta api yang membuat langit Dieng menjadi meriah lagi.

Kuliner Autentik

Berkunjung ke suatu daerah tentu tak lengkap jika tidak mencicipi kuliner khas. Wisatawan tak perlu bingung perihal makanan apabila berkunjung ke area Dieng. Mereka dapat mencoba berbagai olahan makanan berasal dari Dieng. Mie ongklok dan tempe kemul sudah pasti menjadi perpaduan yang pas dan menghangatkan di tengah dinginnya suasana Dieng. Wisatawan juga dapat mencicipi beberapa camilan seperti jamur dan kentang khas Dieng. Selain itu, ada juga olahan carica yang manis dan menyegarkan sera minuman purwaceng yang memberikan sensasi hangat pada tubuh.

Banyak sekali keseruan yang dapat dilakukan dan didapatkan melalui Dieng Culture Festival. Jadi sudah siap untuk menjadi peserta pada acara mendatang?

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

YS
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini