Kampung Galung, Permata Tersembunyi Desa Barania

Kampung Galung, Permata Tersembunyi Desa Barania
info gambar utama

#WritingChallengeKawanGNFI #CeritadariKawan #NegeriKolaborasi #MakinTahuIndonesia

Sulawesi Selatan adalah salah satu provinsi yang bertempat di belahan timur Indonesia yang terletak di bagian selatan Pulau Sulawesi. Cukup terkenal dengan ibu kota provinsinya, Makassar yang berbatasan dengan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat di sebelah utara, Teluk Bone dan Sulawesi Tenggara di timur, Selat Makassar di barat dan Laut Flores di selatan. Tapi saat ini bukan tentang Makassar yang akan kita ceritakan. Lagipula provinsi yang terkenal dengan lagu daerah Angin Mamiri ini terdiri dari 21 kabupaten, 3 kota, 305 kecamatan, 792 kelurahan, dan 2.255 desa. Ada kalanya kita harus menguak salah satu rahasia terpendam dari salah satu desa yang ada di provinsi ini.

Pariwisata adalah salah sektor yang terus menjadi pusat perhatian oleh banyak kalangan karena dapat menjadi salam perkenalan sebuah daerah itu sendiri. Slogan “Visit Indonesia” atau “Visit South Sulawesi” dibuat untuk mengundang wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia atau ke daerah seperti Sulawesi Selatan. Banyak objek wisata di Provinsi Sulawesi Selatan yang sebenarnya cukup dipandang, seperti Toraja Festival & Lovely December di Kabupaten Tana Toraja, yang dijadikan ajang puncak akhir tahun untuk menarik para wisatawan, wisata kuliner dan pusat perbelanjaan di Kota Makassar, wisata alam Tanjung Bira di Kabupaten Bulukumba ataupun wisata sejarah dan budaya seperti Istana Balla Lompoa di Kabupaten Gowa.

Namun kali ini ada satu cerita terpendam yang sebenarnya mulai merangkak naik sedikit demi sedikit. Sebuat permata yang awalnya menjadi memori tiap penduduk desa yang tumbuh dari hasil kerja keras yang nyata. Sebuah kenangan bagi banyak anak muda yang mulai merindukan masa kecilnya di tempat itu. Perkenalkan, Kampung Galung Sinjai, Sulawesi Selatan. Sebuah permata tersembunyi yang terus berkembang beberapa tahun belakangan hingga objek wisata ini akhirnya dilirik dan dikunjungi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, dalam rangka pencanangan 11 desa wisata tingkat Kabupaten Sinjai.

Tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat setempat, destinasi wisata satu ini memiliki pemandangan alam yang cukup menakjubkan. Hamparan sawah terasering yang membentang seluas mata memandang dan pegunungan biru yang seakan-akan menjadi dinding pembatas langit dan tanah berpijak menjadi objek utama yang ada di Kampung Galung ini. Nama Kampung Galung sendiri diambil dari bahasa setempat, yakni bahasa Makassar dialek Konjo yang berarti "sawah". Objek wisata yang bertempat di Dusun Pussanti, Desa Barania ini berjarak sekitar 115 km dari Makassar dan 45 km dari pusat kota Sinjai. Perjalanan yang memakan waktu tempuh 1,5 hingga 2 jam menggunakan mobil ini melalui jalanan meliuk-liuk dan sempit yang menjadi satu tantangan tersendiri. Sebab, mobil berjalan sisi pegunungan dengan jurang terjal untuk sampai ke Kampung Galung. Sungguh perjuangan yang sepadan demi mengunjungi permata tersembunyi yang masih malu-malu ini.

Kampung Galung menyediakan setidaknya 10 atau lebih gazebo bagi kawan GNFI yang akan mengunjungi tempat ini. Gazebo ini menjadi tempat yang nyaman untuk bercengkrama menikmati pemandangan sekitar ataupun sekedar menikmati jajanan kuliner yang tersedia dengan harga yang sangat terjangkau. Para petani yang berlalu-lalang juga menjadi kesenangan tersendiri bagi siapapun yang ingin melihat dan mengetahui proses penanaman padi saat masuknya musim hujan maupun saat musim panen di musim panas yang terik. Jika mengunjungi permata ini di pagi hari, kawan GNFI akan disambut oleh kabut dan udara pagi segar yang siap memeluk bagai selimut lembut. Sinar matahari pagi yang terbit malu-malu dari gunung membuat suasana berbeda yang cukup khas.

Potret salah satu petani pemilik sawah di Kampung Galung
info gambar

Jika berkesempatan mengunjungi Kampung Galung tentu saja jangan lupa untuk mengambil foto sebagai kenangan yang bisa mengabadikan kekayaan tersembunyi ini. Para pengelola telah menyediakan beberapa spot yang Instagramable untuk mendukung keindahan dari hasil foto-foto kawan GNFI. Tak hanya itu, kawan GNFI tidak perlu khawatir atas hal lainnya karena fasilitas yang tersedia juga cukup lengkap, termasuk toilet umum hingga kolam renang. Dengan segala hal itu serta suasana alami khas pedesaan membuat Kampung Galung sangat cocok jadi tempat melepas penat baik untuk diri sendiri maupun bersama keluarga.

Tahun ini menjadi salah satu tahun terbaik bagi Kampung Galung begitu juga dengan para masyarakat Desa Barania dimana Kampung Galung berhasil masuk nominasi 500 besar pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 yang digelar Kementerian Pariwisata dan ekonomi kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Sinjai, Yuhadi Samad. Beliau mengungkapkan Desa Barania berhasil melaju ke tahap penilaian ADWI 2022 selanjutnya setelah lolos 500 besar dari 3.000 Desa wisata se-Indonesia. Untuk melaju ke tahap ini, menurut Yuhadi cukup sulit sebab bersaing dengan desa wisata lainnya di seluruh Indonesia. Oleh karena itu dilakukan pemaksimalan penilaian ADWI dengan menggandeng dan berkolaborasi sejumlah pihak baik dari pemerintah desa, pengelola obyek wisata, masyarakat hingga komunitas untuk mengeksplorasi salah satu potensi Desa Barania ini.

Malam puncak Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022, diadakan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Minggu 30 Oktober 2022. Desa Wisata Kampung Galung Barania ini berhasil menyabet juara pertama dalam kategori Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability (CHSE). Hal ini menjadi berita bahagia seluruh penduduk Desa Barania karena telah menjadi pintu masuk serta batu lonjakan untuk lebih memperkenalkan permata tersembunyi mereka.

Sebuat permata yang memiliki kenangan tersendiri bagi para penduduknya. Sebuah kerinduan yang terus mengalir dari para pemuda-pemudi yang tumbuh disana namun harus meninggalkan kenangan itu demi berjuang di tanah nan jauh. Sebuah aset berharga bagi siapapun itu, kini tumbuh sedikit demi sedikit menjadi kenangan dan kerinduan baru bagi orang-orang lain nun jauh di sana.


Referensi: Sekretariat Kabinet RI | Kabupaten Sinjai

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

TB
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini