Kelola Sampah Anorganik Jadi Unik

Kelola Sampah Anorganik Jadi Unik
info gambar utama

Sampah merupakan materi sisa yang sudah tidak digunakan lagi yang dihasilkan oleh masyarakat setiap harinya. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Pada 2022, volume sampah yang berada di Indonesia sebesar 70 juta ton. Sampah tersebut di antaranya masuk ke dalam sungai, danau, dan laut yang mengakibatkan pencemaran terhadap air.

Permasalahan terkait sampah terus terjadi di Indonesia, terutama sampah anorganik. Bahkan beberapa paus yang terdampar ditepi laut di dalam perutnya ditemukan limbah plastik. Hal ini dikarenakan sampah anorganik sulit untuk diuraikan dan membutuhkan waktu yang lama untuk teruraikan. Oleh karena itu dibutuhkan pengelolaan sampah yang baik dan kerja sama dengan masyarakat agar dapat mengurangi kerusakan pada lingkungan.

Desa Pendulan | Foto: Kabare Minggir
info gambar

Pada 2018, Desa Pendulan yang berada di daerah Sleman, Yogyakarta dipilih oleh Pemerintah Kabupaten Sleman menjadi pusat peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia tingkat kabupaten. Masyarakat yang berada di Desa Pendulan sadar dengan permasalahan sampah sehingga warga desanya memilih untuk mengolah sampah tersebut. Pada tahun 2019, Desa Pendulan juga pernah menjadi salah satu dusun dengan pengelolaan sampah terbaik di Sleman. Sampah jenis anorganik dikumpulkan menjadi satu di bank sampah. Sistem pemilahan sampah dilakukan dimasing-masing rumah tangga kemudian di setorkan ke bank sampah.

Warga di Desa Pendulan diberikan buku tabungan sampah untuk mendata warga yang menyetor sampah. Pasokan sampah tidak hanya didapat dari desa tersebut saja, tetapi juga menerima pasokan sampah lain yang berada di sekitar desa. Hal ini dikarenakan bank sampah yang ada merupakan bank sampah induk.

Tabungan sampah akan menjadi hal yang penting dalam pengelolaan sampah, terkhususnya di Desa Pendulan, yang akan memiliki nilai ekonomi terhadap masyarakat, sehingga dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan menciptakan sampah layak jual dengan nilai estetika.

Sampah dipilah kembali kemudian dijadikan kerajinan yang mempunyai nilai jual, seperti vas bunga, hiasan, keranjang, dan benda-benda lainnya yang menarik. Upaya yang dilakukan oleh warga di Desa Pendulan dalam mengelola sampah dapat menjadi contoh dan meningkatkan kesadaran masyarakat disekitanya. Warga desa mampu membangun kesadaran untuk mendukung usaha pengelolaan persampahan. Pengelolaan sampah dapat kita lakukan dirumah dengan memilah sampah rumah tangga kemudian menerapkan 3R (reduce, reuse, dan recycle).

Adanya bank sampah yang berada di Desa Pendulan menjadikan desa tersebut mampu menjadi juara dalam Program Kampung Iklim (Proklim) yang diadakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Pemerintah perlu untuk terus menangani permasalahan terkait dengan sampah, seperti mengedukasi masyarakat untuk mengurangi penggunaan sampah plastik, memperbaiki barang yang rusak, dan mendaur ulang barang yang masih dapat digunakan. Jika sampah anorganik terus menumpuk dan masuk ke dalam aliran sungai, maka akan mengakibatkan banjir dan dan mengganggu habitat di laut. Selain itu, sampah cair yang berada disekitar saluran air menimbulkan bau tidak sedap dan mengakibatkan air semakin tercemar. Pengelolaan sampah yang dilakukan oleh masyarakat Pendulan merupakan salah satu usaha mengurangi pencemaran yang diakibatkan oleh sampah yang menumpuk. Kualitas air yang berada disungai maupun laut dapat menjadi standar bagaimana kondisi kesehatan ekosistem air. Sampah plastik yang ada disungai akan mengganggu kesehatan masyarakat, terutama di daerah Pendulan.

Alam merupakan ciptaan Tuhan. Oleh karena itu manusia perlu menjaga agar alam tetap asri. Upaya yang sudah dilakukan oleh masyarakat di Pendulan patut diapresiasi. Sudah seharusnya sampah kita kelola dengan baik sehingga dapat berdampak baik bagi lingkungan masyarakat. Pencemaran air umumnya berasal dari masyarakat yang membuang sampah disungai atau sampah-sampah yang menumpuk disekitar sungai dan terbawa arus. Timbunan sampah dalam jumlah yang besar akan mengakibatkan lingkukngan menjadi kotor dan kumuh yang dapat menimbulkan penyakit. Kita harus bisa merawat dan menjaga lingkungan dengan sebaik-baiknya dan sadar akan kesehatan lingkungan. Kegiatan yang dilakukan di Desa Pendulan, Moyudan, Sleman sudah berjalan dengan baik dengan memanfaatkan sampah yang ada dilingkungan desa tersebut. Lingkungan di Desa Pendulan juga nampak asri karena keberhasilan dari program pengelolaan sampah.

Referensi: Slemankab.co.id. (2016). Dusun Pendulan Sumberagung Moyudan Menang Lomba Program Kampung Iklim.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AK
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini