Tanam Pepaya sebagai Investasi Kesehatan Bersama

Tanam Pepaya sebagai Investasi Kesehatan Bersama
info gambar utama

#WritingChallengeKawanGNFI #CeritadariKawan #NegeriKolaborasi #MakinTahuIndonesia

Tak perlu asing lagi, apabila mendengar kata pepaya. Buah ini dikenal masyarakat luas sebagai buah yang manis, dan lezat. Buah pepaya yang siap dimakan memiliki warna khas orange kekuningan. Ada cara unik untuk mengkonsumsi buah ini, misalnya dengan memotong kecil-kecil buah pepaya kemudian diberi taburan gula pasir sedikit dan air perasan jeruk nipis. Kenikmatan dan kelezatan cara ini akan sangat terasa jika dimakan saat cuaca sedang panas.

Selain nikmat dan lezat, manfaat yang diperoleh ketika mengonsumsi buah pepaya juga banyak. Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan menerangkan bahwa buah pepaya memiliki khasiat untuk membantu pencernaan, sebagai sumber serat (karbohidrat), dan sumber vitamin C.

Enzim papain yang terdapat di dalam pepaya berguna untuk melancarkan sistem pencernaan. Di samping itu, pepaya juga sebagai sumber serat yang dapat mengenyangkan perut. Selain itu, serat juga berfungsi untuk menekan kolesterol dan menurunkan kadar gula dalam tubuh. Adapun, peran vitamin C yang terkandung dalam buah ini bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menangkal radikal bebas dan menjaga kulit agar tetap sehat.

Tak hanya buahnya saja yang kaya manfaat, namun daun pepaya juga memiliki manfaat yang dapat diolah menjadi sebuah produk. Daun pepaya dapat diolah menjadi produk minuman jamu tradisional. Orang jawa biasa menyebutnya jamu godong kates. Pengolahan produk jamu ini cukup mudah, yaitu dengan membersihkan daun pepaya menggunakan air hingga getahnya hilang. Kemudian diblender dengan air yang telah direbus lalu disaring dengan kain yang lembut. Selanjutnya, sari daun pepaya yang telah disaring bisa diminum. Setelah mengkonsumsi jamu tradisional tersebut, biasanya konsumen akan diberikan penawar rasa pahit dengan jamu beras kencur.

Pohon Pepaya | Foto: Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak
info gambar

Jamu godong kates memiliki kegunaan untuk meningkatkan kadar trombosit di dalam tubuh. Pada pasien yang mengalami gejala penyakit demam berdarah, memungkinkan kadar trombosit tersebut menurun. Trombosit yang menurun dapat berakibat darah sukar membeku, sebab trombosit berperan dalam proses pembekuan darah. Menurut Subenthiran dkk., (2013) dalam jurnal Evid Based Complement Alternat Med. menjelaskan bahwa jumlah trombosit meningkat rata-rata setelah pasien meminum jus daun pepaya dalam waktu 40-48 jam.

Manfaat lain yang diperoleh dari daun pepaya adalah dapat menyuburkan rambut dan kesehatan kulit kepala. Dilansir dari Kompas menggunakan daun pepaya sebagai masker rambut berfungsi untuk meningkatkan pertumbuhan rambut dan kesehatan kulit kepala. Tingkat stress seseorang dapat mengakibatkan kerusakan rambut sehingga rambut mudah rontok.

Tentu daun pepaya tidak hanya sebatas diproduksi menjadi minuman jamu saja, namun daun ini juga dapat dimasak menjadi oseng daun pepaya. Meskipun tergolong sayuran yang memiliki rasa pahit, namun serat yang terkandung dalam daun pepaya tergolong tinggi. Serat inilah yang akan membuat kenyang lebih lama di dalam perut.

Selain menjadi sebuah produk olahan minuman dan makanan, pohon pepaya juga dapat menjadi wish list tanaman yang bisa mengisi kebun sekitar rumah. Hal ini akan bernilai positif untuk komponen lingkungan hidup di sekitar. Penanaman pohon ini dimaksudkan untukmeningkatkan kadar Oksigen (O2) di alam. Melalui kegiatan menanam pohon pepaya juga dapat menghidupkan kembali pelestarian alam serta mewujudkan gerakan dekarbonisasi untuk Indonesia sehat.

Keuntungan penghijauan ini tak hanya terletak saat usia panen, namun hal tersebut akan berdampak pada kehidupan alam untuk generasi mendatang. Berbagai kegiatan industri dewasa ini, telah mengikis kesehatan alam semesta. Semestinya, kita manusia dapat memulihkan semesta melalui gerakan kecil seperti penanaman pohon atau tanaman. Kegiatan positif ini perlu adanya dukungan dan respon positif dari masyarakat sehingga dapat mewujudkan Indonesia sehat dan peduli lingkungan.

Referensi:Kompas | Kementerian Kesehatan

Ramli, Redi Dan Faizah Hamzah. 2017. Pemanfaatan Buah Pepaya (Carica
Papaya L.,) Dan Tomat (Lycopersicum Esculentum Mill.,) Dalam Pembuatan Fruit Leather. Jom Faperta. Vol. 4 (1)

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

IK
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini