Sosok Mpok Ris, Pendekar Perempuan dalam Asal Mula dari Poris Plawad

Sosok Mpok Ris, Pendekar Perempuan dalam Asal Mula dari Poris Plawad
info gambar utama

Poris Plawad menjadi nama untuk terminal bus terbesar di Kota Tangerang, bahkan Tangerang Raya. Terminal bus ini terintegrasi dengan stasiun kereta rel listrik dan Kereta Bandara Soekarno-Hatta yang terletak di Kecamatan Batuceper.

Ternyata tempat ini memiliki kisahnya sendiri seperti yang ditulis oleh Burhanuddin dalam buku Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang, disebutnya Poris Plawad merupakan nama kelurahan yang sudah lama ada.

“Nama Poris Pawad berasal dari seorang pendekar wanita yang berjuang melawan penjajah,” jelasnya yang dimuat Kompas.

Nikmati Alam di Wisata Gunung Pinang Banten

Disebutkan oleh Burhanuddin, nama pendekar itu adalah Mpok Ris yang terkenal sebagai pendekar dengan penguasaan ribuan jurus silat, mulai dari silat jawara Betawi sampai kung fu, bahkan dirinya dikenal sebagai pejuang yang takut mati.

Kesaktiannya makin bertambah ketika Mpok Ris menggunakan batang pohon plawad yakni sejenis tebu yang bisa dijadikan sebagai senjata. Dijelaskan oleh Burhanuddin, pihak Belanda begitu takut dengan kesaktian Mpo Ris.

“Mpok Ris bisa bikin keok barisan prajurit kompeni hanya sekali tebas batang plawad,” tulis Burhanuddin.

Kesaktian dari laku spiritual

Dilansir dari Republika, sepak terjang Mpok Ris sudah dimulai sekitar tahun 1900-an, ketika itu rakyat Tangerang telah mengalami gagal panen karena kemarau panjang. Sehingga mereka menderita paceklik.

Rakyat Tangerang pun tidak bisa berbuat banyak ketika para tuan tanah yang diperintah Belanda mematok pajak tinggi. Banyak masyarakat kemudian ditindas bahkan sampai harus meregang nyawa karena penindasan tersebut.

Melihat penderitaan itu, Mpok Ris tergerak hatinya dan merasa terpanggil membela rakyat. Dalam perjuangannya, perempuan ini membekali dirinya dengan ilmu kanuragan dan keterampilan bela diri sehingga mampu memukul mundur pasukan Belanda.

Kisah Heroik Mendur Bersaudara, Sosok di Balik Foto Proklamasi 1945

Berdasarkan kabar yang beredar, kesaktiannya ini didapat dari perilaku spiritual. Dia memilih untuk melajang seumur hidupnya. Dia juga tidak memiliki senjata api atau tajam hanya sebatang tangkai pohon plawad yang dirinya gunakan.

“Bermodalkan kayu plawad tersebut, Mpok Ris mampu menebas para tentara Belanda dan menjungkirbalikkan para centeng tuan tanah seorang diri,” tulis laman tersebut.

Tetapi hingga kini belum ada referensi berapa lama Mpok Ris berjuang melawan penjajah Belanda. Kisah perjuangannya hanya berkembang dari tutur kata mulut ke mulut masyarakat Cipondoh.

Terus mensosialisasikan

Ramon Haryono, warga yang tinggal di Gang Masjid, Jalan KH Hasyim Ashari, Poris Plawad, Kota Tangerang mengaku tidak pernah mendengar sosok Mpok Ris. Padahal dirinya lahir dan besar di kawasan tersebut.

“Enggak tahu (Mpok Ris). Yang saya tahu Poris Plawad itu dulunya tempat orang-orang yang punya ilmu hitam, mungkin hingga sekarang masih ada,” kata Remon yang dimuat Medcom.

Selain itu dirinya juga tidak menyangka nama Poris Plawad diambil dari nama Mpok Ris dan senjatanya untuk mengusir penjajah Belanda, yaitu pohon sejenis tebu yang disebut dengan nama pohon plawad.

5 Tokoh yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional di Tahun 2022

Karena itulah Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kota Tangerang, Felix Mulyawan mengatakan pihaknya masih harus memutar otak untuk mengenal sosok Mpok Ris dan pejuang di kalangan masyarakat.

“Hingga saat ini kita masih mengumpulkan semua bahan-bahan para pahlawan Tangerang. Mungkin butuh waktu lama,” jelasnya pada tahun 2018 silam.

Menurutnya dalam mengumpulkan data para pejuang, pihaknya kerap menemui kendala salah satunya tidak adanya data akurat, foto, dan benda peninggalan dari para pejuang itu. Tetapi pihaknya secepatnya akan merangkum data-data tersebut.

Setelah terkumpul, Pemkot Tangerang melalui Dinas Pariwisata akan mempopulerkan para pejuang tersebut agar dikenal masyarakat. Bahkan, Pemkot Tangerang juga akan memperkenalkan sosok pejuang ini dalam buku sejarah di sekolah.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini